• Home
  • News
  • Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali: Dampak Negatif Pilkada Bukan Alasan untuk Menghapusnya
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 07 November 2019 17:50:00

Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali: Dampak Negatif Pilkada Bukan Alasan untuk Menghapusnya

BAGIKAN:
Marthin
Para pembicara sesi kedua
Waingapu, Sumba Timur (Pelita Batak): Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali ST MT mengakui ada beberapa dampak negatif dari penyelenggaraan pilkada. Namun tak bisa dinafikan, ada banyak dampak positif yang bisa dimaksimalkan. Jadi tidak tepat untuk menyatakan pilkada merupakan bencana.

"Pada masa lalu kepala daerah dipilih secara tidak langsung, yakni oleh anggota DPRD. Cara ini dinilai kurang demokratis, di mana hanya beberapa anggota dewan yang menentukan siapa kepala daerah. Akibatnya kepala daerah merasa hanya perlu mengamankan DPRD dan bukan rakyat," ujar Umbu Lili Pekuwali  dalam acara "Seri Diskusi Pendidikan Kader Holistik" sesi kedua yang diselenggarakan GMKI, GAMKI, Universitas Kristen Wira Wacana Sumba dan YMCA di Waingapu, Sumba Timur, Kamis (7/11).

Amandemen UUD 1945 yang menjadi dasar pemilihan kepala daerah langsung (pilkadasung). Perkembangan politik setelah pilkadasung, ada banyak kepala daerah berprestasi. Jokowi misalnya, dari walikota menjadi gubernur, lalu kemudian presiden. 

"Dalam pilkada langsung, masyarakat berpartisipasi langsung, menmbuat rakyat melihat dan berpikir objektif terhadap fenomena politik, melahirkan pejabat tanpa membedakan," papar Umbu Lili Pekuwali .

Wakil Bupati Sumba Timur ini mengakui pilkada memang memerlukan biaya besar.  Tetapi harus dicatat fakta tentang iisi positif. "Mengembalikan kedaulatan ke rakyat, setiap orang diberi kesempatan yang sama mengakses jabatan publik, legitimasi dan kedudukan yang sama kepala daerah dan wakil dengan DPRD," terangnya. Selain itu  pilkadasung mendorong pendewasaan parpol dan emperkuat konsep "check and balance".

Lebih lanjut Umbu Lili Pekuwali menyebutkan sisi negatif pilkada. Pertama, konflik kepentingan antar pendukung hingga terjadi kerusuhan. Kedua, praktik politik uang masih masif. Ketiga, biaya pilkada tinggi.

Keempat, bermunculan isu identitas. Kelima, persyaratan dukungan kursi partai memunculkan niat kotak kosong dengan cara gunakan uang beli partai. Terakhir, terjadi politisasi birokrasi

Umbu Lili menegaskan dampak negatif penyelenggaraan pilkadasung bisa dikurangi dengan mengawasi, dan perbaikan sistem penyelenggaraan. "Ke depan kepala daerah yang bebas dari kepentingan pribadi atau kelompok akibat besarnya biaya pilkada, sehingga bisa bekerja secara total untuk kepentingan rakyat," ujarnya.

Sementara itu Pdt Saut Sirait yang menjadi pembicara kedua menjelaskan peran seharusnya gereja dan warga gereja dalam menjalankan mandat Tuhan, termasuk dalam dunia politik. Dia mengulas mengapa politik uang marak, antara lain gereja cenderung diam bahkan menjadi bagian dari sistem yang korup tersebut.(**)
  BeritaTerkait
  • Urgensi Partisipasi elemen Organisasi Sosial dan Politik dalam Demokrasi

    tahun lalu

    A. PendahuluanManusia hidup dengan membangun peradaban dunia agar ia mampu mempertahankan kehidupannya di muka Bumi ini. Cara mempertahankan manusia tersebut berbeda-beda tergantung tingkat pemahaman

  • Melalui Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan Menuju Humbang Hasundutan Hebat dan Bermentalitas Unggul

    4 bulan lalu

    PendahuluanKITA patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kini Kabupaten Humbanghasundutan usianya mencapai 16 Tahun setelah terbentuk menjadi daerah pemekaran otonomi daerah baru salah satunya di I

  • Demo Disebut Hanya Memperburuk Kondisi Ekonomi yang Tengah Lesu

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Yopie Hidayat, kolumnis ekonomi yang juga mantan Juru Bicara Wapres Boediono, menegaskan, saat ini, kondisi ekonomi global tengah dalam kondisi sangat tidak bagus, bahkan bis

  • Ini isi Lengkap Nota Keberatan Ahok di Pengadilan

    3 tahun lalu

    Jakarta Pelita Batak): Bapak Ketua Majelis Hakim, dan Anggota Majelis Hakim yang saya muliakan, Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang saya hormati, Penasihat Hukum dan Para Hadirin yang saya hormati, &

  • Warga HKBP Harus Mangaplikasikan Firman Tuhan dalam Keluarga yang Berbudaya

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) Panitia Tahun Keluarga HKBP Distrik X Medan Aceh akan menggelar Seminar Budaya, Sabtu (21/5/2016) di HDTI Convention Hall Medan. Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan yang

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb