• Home
  • News
  • Tolak Pengiriman Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Jokowi: Indonesia Siap Berkontribusi Untuk Terwujudnya SDGs ASEAN
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 06 November 2019 10:06:00

Tolak Pengiriman Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Jokowi: Indonesia Siap Berkontribusi Untuk Terwujudnya SDGs ASEAN

BAGIKAN:
Humas
Presiden Jokowi berbincang dengan PM Australia Scott Morrison saat menghadiri Lunch On Sustainable Development, di IMPACT Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand, pada Senin (4/11) siang.
Medan (Pelita Batak):
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan komitmen Indonesia, yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri tetapi Indonesia juga siap untuk berkontribusi dalam pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals). Di sisi lain, Jokowi mempersoalkan pengiriman illegal hazardous waste atau limbah berbahaya ilegal yang akhir-akhir ini diterima beberapa negara ASEAN. Tidak terkecuali dengan Indonesia.

Menurut Presiden, Indonesia telah mengambil langkah pemberitahuan melalui masing-masing Kedutaan Besar, dan telah melakukan pengiriman kembali kontainer-kontainer tersebut ke pelabuhan asal pengiriman.

"Law enforcement juga kami lakukan bagi pihak yang terlibat di dalam negeri. Indonesia mengharapkan kerja sama dengan negara di dunia, termasuk negara di kawasan Asia Timur. Untuk pencegahan pengiriman ilegal limbah B3 sesuai dengan kesepakatan internasional," kata Presiden Jokowi dalam Konferensi Tingkat Tinggi ke-14 Asia Timur atau Eats Asia Summit, di IMPACT Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand, pada Senin (4/11) siang.

Namun demikian, seperti disampaikan Jokowi dalam sesi special Lunch On Sustainable Development, "Sesuai amanat konstitusi, Indonesia siap berkontribusi."

Dalam kesempatan itu, menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Presiden Jokowi memberikan beberapa contoh upaya Indonesia untuk tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi, kemudian menekan kemmiskinan, mengurangi pengangguran, dan juga membuka akses pendidikan yang lebih banyak lagi terutama bagi anak-anak muda.

Khusus untuk negara-negara di kawasan ASEAN, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya mendorong percepatan pencapaian beberapa target SDGs seperti kesehatan, lingkungan hidup, dan kesetaraan gender. Oleh karena itu, menurut Presiden Jokowi, kemitraan global harus dipertebal karena salah satu sektor prioritasnya ASEAN Outlook on the Indo-Pacific adalah pencapaian SDGs.

Menurut Presiden, negara di Kawasan Indo-Pasifik dapat menggunakan platform Outlook ini untuk mempertebal kerja sama. "Presiden juga menekankan mengenai pentingnya kolaborasi internasional di dalam pencapaian SDGs, karena kalau kita hitung dari segi waktu maka waktunya tinggal 11 tahun lagi," kata Menlu Retno Marsudi dalam media briefing di IMPACT Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand, Senin (4/11) sore.

Selain dihadiri oleh para pemimpin ASEAN, sesi ini juga dihadiri oleh PM Australia Scott Morrison, PM India Narendra Modi, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, PM Jepang Shinzo Abe, Delegasi China, Delegasi Rusia, Delegasi US, dan Sekjen PBB Antonio Guterres. (Setkab|TAp)
  BeritaTerkait
  • Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK bidang Perekonomian: Pondasi Ekonomi Bagus Jadi Modal Dasar

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):  Menko Darmin Nasution menegaskan, ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan yang menggembirakan. Hal itu ditunjukkan dari berbagai indikator ekonomi, antara lain: kem

  • GMKI Sebut Bupati Samosir Gagal Paham Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Penyertaan dua perusahaan yang diduga telah melakukan perusakan lingkungan di kawasan Danau Toba dan Tapanuli dalam Perayaan Hari Jadi Kabupaten Samosir XIII Tahun 2017 dis

  • AMPHIBI Sosialisasi Lingkungan Bersih dan Sehat di Kampung Marindal

    2 tahun lalu

    Deliserdang (Pelita Batak):Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup dan Bumi Indonesia (AMPHIBI) dan Yayasan Sosial Berdikari Karya Sehati (YASOS BKS) bersama Team Kampung Peduli Pencemaran Lingk

  • 50 Dubes Asia Afrika Ikuti Lake Toba Forum di Parapat

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Sebanyak 50 Duta Besar (Dubes) yang berasal dari Asia-Afrika mengikuti Lake Toba Forum dalam rangka Summit Pariwisata Berbasis Geopark di Parapat, Simalungun, Sabtu (16/12). Guber

  • Pertemuan Kapolri dengan Firman Jaya Daeli, Ini yang Dibahas

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian bertemu dengan Firman Jaya Daeli (Mantan Tim Perumus UU Polri Di Pansus DPR-RI) yang membahas tentang komitmen dan konsistensi akan reformasi Polri, pemaknaan dan percepatan program Polri, pen

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb