• Home
  • News
  • Tim Advokasi Pers Sumut Ragukan Hasil Investigasi TNI AU
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 22 September 2016 20:17:00

Terkait Sari Rejo,

Tim Advokasi Pers Sumut Ragukan Hasil Investigasi TNI AU

BAGIKAN:

Medan (Pelita Batak) :
Tim Advokasi Pers Sumut meragukan hasil investigasi yang dilakukan tim investigasi TNI AU terhadap kasus Sari Rejo. Dimana banyak ditemukannya kejanggalan dan tidak sesuai dengan kenyataan.

Yang menjadi keraguan Tim Advokasi Pers Sumut, terkait pernyataan Panglima Komando Operasi TNI AU I Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna tentang hasil investigasi awal.

"Kejanggalan menonjol terkait dengan jumlah korban. Korban yang melapor ke POM AU Lanud Soewondo berjumlah 6 orang, namun hanya disebutkan 2 orang korban saja. Sisa korban lainnya dikemanakan. Apa korban lainnya ditutupi. Jelas sudah ada 6 korban jurnalis yang membuat laporan ke POM," kata Anggota Tim Advokasi Pers Sumut dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Aidil A Aditya, Kamis (22/9/2016).

Kejanggalan lainnya adalah terkait prajurit TNI AU yang menjadi korban. Di awal mereka menyebutkan bahwa prajurit TNI AU Yang menjadi korban satu orang.

Dimana korban bernama Kopda Wiwin Nrp 531331 mengalami luka robek di kepala serta menderita gegar otak ringan. Belakangan muncul korban dari TNI AU menjadi
11 orang.

"Korban dari TNI AU siapa saja, berjenis kelamin apa, nama nya siapa. TNI AU tidak bisa men-generalisir jumlah tanpa menerangkan atau menjelaskan korbannya itu siapa. Mereka juga menyebutkan bahwa hasil investigasi dihasilkan dari pemeriksaan terhadap 32 orang saksi. Siapa mereka yang diperiksa. Harusnya di jelaskan siapa saja mereka," ungkapnya.

Tim Advokasi Pers Sumut juga tidak mempercayai pernyataan bahwa kasus bentrok TNI AU dengan warga di Sari Rejo adalah aksi spontanitas. "Sangat mustahil itu tindakan spontanitas. Yang kita kstahui bahwa prajurit akan melakukan tindakan di lapangan setelah ada perintah dari atasan," tegas Aidil.

Tim Advokasi Pers Sumut juga mempertanyakan pernyataan Panglima TNI dan Danlanud Soewondo yang berkomitmen akan menyelesaikan kasus di Sari Rejo. "Mereka sudah menegaskan komitmen bahwa kasus di Sari Rejo selesai. Maka kami meminta agar hasil temuan dibuka sejelas jelasnya lah," demikian Aidil.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Medan, Agoez Perdana juga turut mempertanyakan hasil tim investigasi TNI AU yang menyatakan hanya ada dua jurnalis yang menjadi korban penganiyaan. Hal itu tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

"Tim Advokasi Pers Sumut saja mengadvokasi setidaknya 6 orang jurnalis yang menjadi korban kekerasan TNI AU pada peristiwa bentrokan Sari Rejo," aku Agoez.

AJI Medan juga mendorong agar dibentuknya tim investigasi independen yang bertugas mengumpulkan fakta dan bukti-bukti, sehingga kasus kekerasan yang menimpa jurnalis cepat di-BAP dan dapat digulirkan di peradilan militer.

Disamping itu, AJI juga meminta penyidik POM TNI AU Danlanud Medan untuk serius menangani kasus kekerasan yang menimpa jurnalis pada peristiwa bentrokan sari rejo. "Jika tidak, maka AJI bersama Tim Advokasi Pers Sumut akan menyurati Presiden Jokowi, Panglima TNI, dan Komisi I DPR RI untuk mencopot Danlanud Soewondo Kolonel Arifin karena dinilai tidak becus bekerja dan tidak menghormati UU Pers No. 40 Tahun 1999 yang memberikan perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan profesinya," tegas Agoez.

Diketahui, Panglima Komando Operasi TNI AU I Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna menyebutkan ada 32 puluh dua orang saksi yang telah diperiksa dan fakta-fakta di lapangan, terkait insiden bentrokan Yang terjadi akibat reaksi spontan dari prajurit Lanud Soewondo yang melihat rekannya Kopda Wiwin Nrp 531331 yang dilempari batu oleh warga dan mengalami luka robek di kepala serta menderita gegar otak ringan.

Pangkopsau I juga menyebutkan korban luka sebanyak 28 orang yaitu 11 orang prajurit TNI AU, 15 orang warga dan 2 orang wartawan.

Adapun beberapa jurnalis yang memberikan kuasa hukum kepada Tim Advokasi Pers Sumut dan sudah melakukan pelaporan ke POM AU yaitu Array Argus (Harian Tribun Medan), Teddy Akbari (Harian Sumut Pos), Fajar Siddik (medanbagus.com), dan Prayugo Utomo (menaranews.com), dan Del (matatelinga.com) satu-satunya korban yang mendapat pelecehan. Lalu Andry Safrin (MNC News) menggunakan kuasa hukum Tim Pembela Muslim (TPM).

Perkara yang dilaporkan Tim Advokasi Pers Sumatera Utara, yakni pelanggaran Pasal 351 jo Pasal 281 KUHP Jo Pasal 170 KUHP Jo. Pasal 18 ayat 1 UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sementara itu, berdasarkan data dari Aliansi Jurnalis Independe (AJI), angka kekerasan terhadap jurnalis sejak tahun 2006-Agustus 2016 tercatat ada sebanyak 511 kasus. Dimana kekerasan terbanyak berupa kekerasan fisik, ancaman terror, pengusiran/pelarangan peliputan, serangan dan sensor.

Sedangkan pelaku terbanyak melakukan kekerasan terhadap jurnalis yakni dari kelompok massa, polisi, orang tidak dikenal dan aparat pemerintah. Untuk kota terbanyak terjadi di DKI Jakarta, Gorontalo dan Jawa Timur. (TAp)
 

  BeritaTerkait
  • Satgas Dewan Pers Temukan Bukti Kekerasan Jurnalis di Medan

    4 tahun lalu

    Satuan Tugas Penanganan Kekerasan Dewan Pers melakukan investigasi kekerasan jurnalis di Medan saat melakukan p

  • Danlanud Janji Sanksi Prajurit Penganiaya Jurnalis

    4 tahun lalu

    Pihak TNI AU menyatakan akan memberikan sanksi terhadap prajuritnya yang terlibat kasus penganiayaan terhadap jurnalis saat melakukan peliputan bentrokan di Sari Rejo, Medan Polonia pada Senin (15/8/2016) lalu.

  • AJI Desak POM AU Transparan Ungkap Tersangka Penganiayaan Jurnalis

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU) Lanud Soewondo menetapkan dua orang tersangka dalam kasus penganiyaan dan penghalangan jurnalis yang dilakukan prajurit TNI AU saat meliput bentrok di Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia.

  • POM AU Masih Tetapkan Dua Kasus Penganiayaan Jurnalis di Sari Rejo

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Laporan jurnalis korban penganiyaan dan penghalangan peliputan yang dilakukan oknum TNI AU saat meliput bentrok di Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia menemui titik terang. Dalam peristiwa itu,

  • LPSK Desak POM AU Ungkap Identitas Tersangka Kekerasan Jurnalis di Medan

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) mendesak prajurit TNI AU untuk mengungkap identitas tersangka kasus kekerasan jurnalis saat meliput konfilk lahan Sari Rejo beber

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb