• Home
  • News
  • Ternyata Gedung Warenhuis Ada Pemiliknya, Bukan Pemko Medan
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 20 September 2019 21:21:00

Ternyata Gedung Warenhuis Ada Pemiliknya, Bukan Pemko Medan

BAGIKAN:
Adol Frian Rumaijuk
Laksamana Adiaksa didampingi Sekretaris DPP Apindo Sumut didampingi Wakil Sekretaris Ferry Iskandar dan Bendahara Martono Anggusti
Medan (Pelita Batak):
Akhir-akhir ini, Pemko Medan mengklaim gedung supermarket pertama di ibu kota provinsi Sumut yang diberi nama Medan Warenhuis tidak ada pemiliknya. Ternyata ada keluarga yang merupakan ahli waris yang memiliki dokumen kepemilikan hingga bukti pembayaran PBB untuk gedung dan tanah yang berada di kawasan Kesawan tepatnya di Jalan Ahmad Yani VII-Hindu tersebut.

PT Oscar Deli Of Medan Bioscope - ODB Medan mengaku mengantongi alas hak kepemilikan lahan dan bangunan tersebut. "Pemilik gedung itu almarhum G. Dalip Singh Bath secara dokumen sah hukum," kata Laksamana Adiyaksa mewakili Kantor Kuasa Hukum DPP Apindo Sumut dalam keterangan persnya, Jumat (20/9/2019).

Belakangan ini, selain kabarnya mengklaim sebagai miliknya Pemko Medan kerap melakukan aktivitas di lahan dan bangunan tersebut setelah melakukan pengosongan terhadap lahan dan bangunan tersebut yang selama ini dihuni oleh warga yang ditugasi pemilik. Menurut informasinya, Pemko Medan akan membangun dan menjadikan kawasan itu sebagai  Heritage di Kota Medan. "Kabar itu tak benar. Pemilik tanah dan bangunan gedung Warenhuis yang resmi ada pemiliknya. Dan pemiliknya keberatan atas pengklaiman Pemko Medan," ujar Sekretaris DPP Apindo Sumut didampingi Wakil Sekretaris Ferry Iskandar dan Bendahara Martono Anggusti.

Dengan menunjukkan salinan dokumen, Laksamana menjelaskan, bukti surat kepemilikan tanah dan bangunan itu semuanya berlegalitas. "Surat kepemilikan masih ada pada zaman Belanda. Akte surat tetanggal 13 Desember 1948 nomor 73. Dan berbahasa Belanda dengan notaris dari Kantor Van C.J.J. Gottgens Notaris," beber Laks, panggilan akrabnya.

Laks menambahkan, bahkan sisilah keluarga pemiliknya jelas. "Saat ini, keturunan ahli warisnya masih ada. Memasuki generasi kedua berjumlah 8 orang. Tapi tidak berada di Medan, ahli warisnya ada di Jakarta dan Denmark," ucap Laks.

Bukti lain kepemilikan tanah dan bangunan Warenhuis oleh ahli waris dibuktikan dengan pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) yang dikeluarkan Pemko Medan. "Terakhir pembayaran PBB oleh ahli waris pada tahun 2011. Buktinya pun kita ada lengkapi," sebut Martono Anggusti.

Laks kembali menambahkan, Pemko Medan harusnya tidak menghilang jejak kepemilikan Warenhuis. Dan juga Pemko Medan tidak menganggap ahli warisnya masih ada saat ini. "Ini bentuk penzoliman yang ditunjukan Pemko Medan kepada masyarakatnya. Dengan melakukan pengambilan hak masyarakat. Ini tidak boleh dibiarkan," tandasnya.

Terkait wacana Pemko Medan yang ingin menjadikan Warenhuis sebagai Heritage Kota Medan, Laks menyebutkan, pihak ahli waris mendukung wacana pemerintah. "Ahli waris pasti mendukung program pemerintah. Tapi, harusnya Pemko Medan mengkomunikasikan dulu sama pihak ahli waris," sebut Laks.

Malahan, katanya, pihak ahli waris yang beberapa waktu yang lalu mendatangi Pemko Medan, namun itikad itu tidak digubris dan direspon oleh pemerintah terkait. 

Bahkan, pihak ahli waris atasnama Maya Seminole Pulungan selaku putri alm. G. Dalip Singh Bath dan juga ahli waris PT Oscar Deli Of Medan Bioscope - ODB Medan melayangkan surat keberatan kepada BPN Sumut dan telah ditanggapi dengan keluarnya surat BPN Sumut tertanggal 21 Maret 2018 yang ditujukan ke BPN Medan yang intinya meminta blokir permohonan sertifikat yang sedang proses atas tanah dan bangunan tersebut.

Adapun luasan tanah dalam sertifikat yang dimiliki ahli waris sebesar 6000 meter dengan luas bangunan 2000 meter.

Oleh kuasa hukum ahli waris mengingatkan, Pemko Medan untuk membuktikan legalitas pengklaiman Warenhuis. "Pihak ahli waris dalam persoalan ini mengutamakan jalan musyawarah. Tapi, jika tidak mendapatkan tanggapan atau respon oleh Pemko Medan, maka kami (kuasa hukum) akan membawanya ke jalur hukum dengan mempidanakannya sesuai Undang-undang yang berlaku," ucap Laks ditimpali Martono.

Kantor Hukum Apindo Sumut sekali lagi mengingatkan publik bahwa tanah dan bangunan Warenhuis bukan tak bertuan. "Kita tegaskan pemilik ahli warisnya yang sah ada," katanya. (TAp)
  BeritaTerkait
  • Keluarga Besar RSU Royal Prima, UNPRI, RSGM Prima Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim se-Kota Medan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Keluarga besar Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) dan Rumah Sakit Gigi Mulut (RSGM) Prima menggelar acara buka puasa bersama daan menyantuni a

  • Pemko Berniat Jadikan Gedung Warenhuis Ikon Kota Medan, Pemilik Merasa Diabaikan

    10 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Pemko Medan terus melakukan aksi tindak lanjut penataan Gedung Warenhuis dan kawasan sekitarnya di Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat. Bahkan, dalam upaya melak

  • Bukan Kota Terkotor Tapi Nilai Rendah Dalam Pengelolaan TPA

    tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Kementrian Lingkungan Hidup  dan Kehutanan (KLK) Republik Indonesia sebenarnya tidak ada memberikan penilaian 10 kota terkotor, salah satunya Kota Medan secara khusus dan r

  • Penghuni Gedung Warenhuis Jalan Hindu Diultimatum Segera Tinggalkan Lokasi

    11 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Satpol PP Kota Medan minta kepada pihak yang selama ini menempati Gedung Warenhuis di Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat segera mengosongkan dan meninggalkan ba

  • Satu Foto Memiliki Seribu Arti

    4 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba foto di malam Anugerah Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan 2020 di Atrium Me

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb