• Home
  • News
  • Sumut Masih Kekurangan Tenaga Dokter
KSP Makmur Mandiri
Senin, 19 Maret 2018 22:12:00

Sumut Masih Kekurangan Tenaga Dokter

BAGIKAN:
ist|Pelitabatak
Medan (Pelita Batak):
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi mengatakan angka kematian ibu melahirkan di Sumatera Utara (Sumut) mencapai 194 jiwa pada tahun 2017. Jumlah tersebut mengalami penurunan dari tahun 2016 yakni 240 jiwa.

"Begitu juga dengan angka kematian bayi di tahun 2017 ada 1.062 orang, turun dari 1.080 di tahun 2016," ungkapkan Gubsu TengkuErry Nuradi, pada acara pembukaan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Fetomaternal ke-19 di Hotel Santika Dyandra Medan, Senin (19/3/2018).

Hadir disitu, Rektor USU Prof Runtung Sitepu, Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) diwakili dr Ari Kusuma, Ketua Himpunan Kedokteran Fetomaternal (HKFM) Prof dr Erry  Gumilar Dachlan SP.OG (K), Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sumut Prof Delfi Lutan dan Ketua Panitia Makmur Sitepu.

Dalam kesempatan itu, Gubsu Erry juga mengatakan jumlah kematian ibu melahirkan tahun 2017 tersebut mengalami penurunan dari tahun 2016 yakni 240 jiwa. Begitu juga dengan angka kematian bayi ditahun 2017 ada 1.062 turun dari 1.080 di tahun 2016.

Walaupun angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi menunjukkan penurunan, namun bidang kesehatan memiliki indicator sustaninable development goals yakni mengurangi angka kematian ibu hingga di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup dan menurunkan angka kematian neonatal menjadi 12 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2030.

"Untuk profil kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2016 menunjukkan bahwa rasio dokter spesialis, termasuk dokter spesialis kebidanan terhadap 100.000 penduduk sebesar 19.80, sedangkan rasio bidan terhadap 100.000 penduduk sebesar 139,53. Hal ini menunjukkan masih kurangnya jumlah dokter spesialis dan penyebarannya juga tidak merata di 33 kabupaten/kota," tutur Erry.

Menurut Erry, salah satu upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi adalah memberikan perhatian yang serius  dalam masalah komplikasi pada saat kehamilan, persalinan dan nifas.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sumut, menyebutkan di Sumut sudah ada 156 Puskesmas yang mampu memberikan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (Poned) yaitu dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan obstetri dan neonatal emergensi di tingkat pelayanan dasar, dan di tingkat pelayanan rujukan primer melalui rumah sakit mampu pelayanan obstetri neonatal emergensi komprehensif (Ponek).

Untuk itulah, kata Erry, Dinas Kesehatan Sumut telah melakukan berbagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, diantaranya dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesungguhan dari tenaga kesehatan terkait, dengan harapan akan terjadi peningkatan kualitas layanan di tingkat pertama sampai rujukan tertinggi.

"Terkait dengan tema PIT ke-19 yaitu  Implementation of clinical risk management for fetal and maternal practices to improve quality of services, maka saya berharap agar POGI sebagai organisasi profesi bersama dengan Fakultas Kedokteran  USU dapat senantiasa memenuhi kebutuhan dokter spesialis kebidanan  terutama di daerah, baik dokter yang bertugas di rumah sakit umum  daerah," harap Erry.

Harapan tersebut mendapat sambutan dari Rektor USU Prof Runtung Sitepu SH yang menjelaskan keberadaan USU kini sudah memiliki akreditasi A, dari akdreditasi program yang dulu hanya 15 yang A, kini meningkat menjadi 52 yang  A, termasuk  Fakultas Kedokteran serta 82 lainnya B.

"Selain itu, Fakultas Kedokteran USU yang didukung oleh Rumah Sakit  USU, meski sudah 8 bulan beroperasi mampu mendapat predikat ke 24 paripurna dan mengejar rumah sakit sejenis di provinsi lain. Dan saya yakin kelak USU terus melahirkan dokter-dokter yang handal di bidangnya, khususnya bidang kebidanan atau kandungan," ujarnya.

Karena itu, Runtung berharap, kelak para alumni kedokteran USU mampu terus mengembangkan keahlian di bidangnya, khususnya kebidanan/kandungan, agar target pemerintah mengurangi angka kematian ibu melahirkan dan kematian bayi semakin berkurang.

Sementara itu, Ketua Panitia PIT ke 19, Makmur Sitepu dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan yang dimulai dari 19 - 21 Maret 2018 diikuti  sekitar 1.000 peserta  yang berasal seluruh Indonesia dengan menampilkan 75 pembicara, yang lima diantaranya berasal dari luar negeri yakni  Australia, India, Thailand dan dua lagi berasal dari Singapura.(Tap)
  BeritaTerkait
  • Kepada Gubsu, Tim Medis RSUD dan Walikota Padangsidimpuan Harapkan Pemenuhan Alkes Covid 19

    3 bulan lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) :Sebagai Rumah Sakit Rujukan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) di wilayah Tabagsel, RSUD Padangsidimpuan sangat membutuhkan ketersediaan Alat Kesehatan bai

  • Dinkes Dairi Minta Seluruh Non PNS Puskesmas Daftar BPJS Ketenagakerjaan

    4 tahun lalu

    Sidikalang-Sumut (Pelita Batak) : Pemerintah Kabupaten Dairi khususnya Dinas Kesehatan meminta seluruh Pegawai Honor, pegawai tidak tetap, Bidan Desa, petugas administrasi, supir ambulance bahkan kader puskesmas untuk mendaftarkan diri ke dalam progr

  • Gubernur Serahkan DIPA 2017, Total Alokasi APBN di Sumut 19,8 Triliun

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2017 kepada para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Selain penyerahan DI

  • Natal Nasional di Humbahas, 1.000 Sertifikat Tanah Diberikan Kepada Warga di Sumut

    4 tahun lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak) :Menteri Koordinator Kemaritiman RI Jend TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan didampingi Gubsu HT Erry Nuradi menyerahkan seribu sertifikat tanah

  • Perayaan Natal Nasional di Humbahas Berlangsung Khidmat

    4 tahun lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak) :Puncak perayaan natal nasional 2016 yang dilaksanakan Komplek Kantor Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Bukit Inspirasi, Dolok Sanggul, Senin (26/12/2016) berlangsung khidmat.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb