• Home
  • News
  • Sihar: Batas Wilayah Adalah Jembatan Melihat Perbedaan Dalam Kebersamaan
KSP Makmur Mandiri
Senin, 04 Juni 2018 18:15:00

Sihar: Batas Wilayah Adalah Jembatan Melihat Perbedaan Dalam Kebersamaan

BAGIKAN:
IST|pelitabatak
Calon wakil gubernur Sumut, Sihar Sitorus saat sedang berada di tugu perbatasan Sumatera Utara - Sumatera Barat , di Mandailing Natal , pekan lalu.
Madina (Pelita Batak):
Menapaki jalan negara yang menghubungkan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) memberikan makna tersendiri bagi Sihar Sitorus. Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumut nomor urut dua tersebut menilai bahwa batas menjadi penghubung dalam perbedaan wilayah.

Hal tersebut diungkapkan wakil dari H Djarot Saiful Hidayat tersebut baru-baru ini usai mengunjungi perbatasan Kabupaten Mandailing Natal Madina dan Kabupaten Pasaman Barat. Batas yang memisahkan dua kabupaten yang berada di dua provinsi tersebut merupakan batas yang dapat dilalui dengan berjalan kaki. Bahkan warga di perbatasan tersebut juga dapat melakukan berbagai aktivitas tanpa ada gangguan. "Ada anak-anak yang bermain di Sumbar. Anak-anak itu adalah warga Sumut. Mereka bangga menunjukkan ikan pancingan yang diambil dari salah satu sungai di Pasaman Barat," katanya.

Sihar mengatakan anak-anak tersebut adalah anak-anak Nusantara. Yang dapat melangkah melewati batas. Serta berbaur dengan anak-anak di provinsi lain. Menurutnya merekabitu adalah gambaran dari kebersamaan yang tidak pernah mempersoalkan batas wilayah, suku dan peradaban lainnya dalam membangun ikatan sosial. "Mereka menunjukkan ikan-ikan tangkapan. Mereka tetap mengaku anak anak Madina. Namun mereka juga menunjukkan ikan dari sungai yang mereka pancing. Mereka bermain, menyapa dan itu sangat membanggakan," katanya.

Dari jejak di perbatasan itu, Sihar mengatakan bahwa warga dapat belajar untuk dapat menerima berbagai perbedaan dalam satu Nusantara. Menurut Cawagub Sumut yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), batas tersebut adalah jembatan untuk melihat perbedaan dalam kebersamaan. "Sama-sama Indonesia, sama-sama memiliki kekerabatan dan menjadi saudara satu dengan yang lain," jelasnya.(bcl comm).
  BeritaTerkait
  • Diskusi Publik Bersama Senior GMKI dan Tokoh NU Tentang Keutuhan NKRI

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Diskusi Publik "Melawan Intoleransi & Radikalisme" (Menyikapi situasi kebangsaan terkini) yang diselenggarakan GMKI mengajan NU menjadi teman diskusi, di Hotel Danau Toba Int

  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Terakhir)

    4 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. Hutauruk3. Refleksi: OrdinasiSeperti apa sosok atau figur  'pendeta' yang  disebut-sebut sebagai 'representasi figur Kristus'?, mari kita coba m

  • Dihadiri Dr RE Nainggolan, MM, Christmas Season XII Resmi Digelar di Medan

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin meminta kepada masyarakat Kota Medan khususnya umat Kristiani agar dapat memaknai serta menjiwai makna Natal untuk bisa merefleksikan kehidupannya kedepannya secara berkesinambungan setelah Natal ini,

  • Dies Natalis Ke-64 GMKI Cabang Medan, Yudi Latif : Saya Heran Kenapa Danau Toba Dibiarkan Begitu Saja

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Tahun 2015 BPS melakukan survey nilai kebangsaan tetapi tidak dirilis. Setiap 24 dari 100 penduduk Indonesia tidak lagi hafal Pancasila. 53% penduduk Indonesia tidak bisa l

  • Tengku Erry Dan Ustadz Abdul Somad Berharap Pilkada Dan MTQN 2018 Sukses

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Ustadz Abdul Somad (UAS) tabligh akbar memeriahkan Hari Jadi ke-70 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang dihadiri ribuan masyarakat di Lapangan Apel Kantor Gubernur Jalan Dipone

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb