• Home
  • News
  • Sidang Lanjutan Kasus Pencemaran Nama Baik Mantan Bishop GKPI
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 21 Juni 2017 00:13:00

Sidang Lanjutan Kasus Pencemaran Nama Baik Mantan Bishop GKPI

Saksi Ahli Beratkan Terdakwa
BAGIKAN:
ist|PelitaBatak
Norman Gultom saat disidang di PN Medan.
Medan (Pelita Batak) :
Dua saksi ahli dihadirkan pada persidangan terkait dugaan pencemaran nama baik mantan Bishop GKPI Pdt Patut Sipahutar oleh terdakwa Norman Gultom yang digelar di PN Medan, Selasa (20/6) siang.

Dua saksi yang dihadirkan dalam persidangan yaitu, ahli information technology (IT), Denden Imahudin Soleh dan saksi ahli hukum pidana, Dr Alpi Sahari, SH M Hum. Keduanya menilai postingan terdakwa di jejaring sosial facebook merupakan pencemaran nama baik.

Keterangan kedua saksi ahli ini dibacakan JPU, Randi H Tambunan di depan hakim yang diketuai Fahren SH M.Hum.

"Melihat postingan yang dibuat terdakwa di jejaring sosial, saya menilai itu merupakan pencemaran nama baik," ujar Dr Alpi Sahari, SH M Hum yang dibacakan Randi H Tambunan.

Perkara ini berawal saat Norman Gultom yang juga merupakan anggota Majelis Sinode GKPI, memosting komentarnya adanya anggaran beasiswa dari Kemenag untuk Pdt Patut Sipahutar untuk pendidikan doktor (S3).
Akibatnya, Pdt Patut Sipahutar yang merasa dirugikan membuat pengaduan ke Polda Sumut.

Sebelumnya, tiga saksi yakni Pdt Oloan Pasaribu (Bishop GKPI), Odhita R Hutabarat (mantan Dirjenbinmas Kristen Kemenag RI) dan seorang saksi ahli bahasa Indonesia sudah dimintai keterangan.

Dalam keterangannya, Pdt Oloan Pasaribu menyampaikan bahwa dirinya benar mendapat pernyataan dari Dirjenbinmas Kristen Kemenag RI Odhita R Hutabarat yang menyebutkan bahwa Pdt Patut Sipahutar mendapat beasiswa pendidikan doktor (S3) dari Kemenag di masa jabatannya.

"Ketika kami diterima audiensi di Dirjenbimas Kristen 4 Februari 2016, Dirjen menanyakan kepada kami, 'Apakah Pak Sipahutar sudah tamat sekolahnya. Bagaimana beasiswa yang diterima, apa sudah selesai. Kami ada beri beasiswa'. Itu yang Dirjen sampaikan ketika kami diterima audiensi," jelas Oloan.

Setelah ditanyakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), apakah setelah pertemuan dengan Dirjenbinmas ada pertemuan di rumah makan? Oloan mengamininya dan dikatakan ada beberapa orang yang ikut bertemu termasuk Norman Gultom.

"Saya menyampaikan hasil pertemuan di Jakarta. Saya ceritakan itu (beasiswa pendidikan doctor-red)," terangnya.

Sedangkan Odhita R Hutabarat mengatakan, GKPI pada masa kepemimpinan Pdt Patut Sipahutar mendapat beasiswa pendidikan untuk jenjang pascasarjana magister (S2) bukan untuk doktor.

"Setelah Pak Sipahutar menemui saya, dan mengatakan dirinya menjadi diperbincangkan dengan informasi itu. Maka saya menyurati pimpinan GKPI yang menyatakan Pak Sipahutar tidak pernah mendapat beasiswa pendidikan doktor," terangnya.

Usai mendengarkan keterangan saksi ahli, majelis hakim menunda sidang hingga Selasa (4/7) mendatang.  (TAp)
 
  BeritaTerkait
  • Bishop GKPI Pdt Oloan Pasaribu Jadi Saksi Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Bishop Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Pdt Oloan Pasaribu STh memberikan kesaksian di Ruang Cakra II Pengadilan Negeri Medan, Rabu (14/6/2017). Kehadiran pucuk pimpinan

  • Sekjen GKPI Jadi Saksi, Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Mantan Bishop

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Sidang lanjutan terkait dugaan pencemaran nama baik oleh terdakwa Norman Gultom kepada mantan Bishop GKPI, Pdt Patut Sipahutar yang digelar di PN Medan pada Rabu (19/7) siang, me

  • Sidang Lanjutan Dugaan Pencemaran Nama Baik Pdt Patut Sipahutar, Keterangan Terdakwa

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Sidang lanjutan terkait dugaan pencemaran nama baik oleh terdakwa Norman Gultom kepada mantan Bishop GKPI, Pdt Patut Sipahutar yang digelar di PN Medan pada Selasa (25/7/2017) si

  • Muchtar Bebas Pakpahan Manusia Tahan Banting

    2 bulan lalu

    MINGGU malam jam 23.01, teman Sahat Marodjahan Doloksaribu kirim WA: “Berita Duka: Prof. Muchtar Pakpahan telah dipanggil ke rumah Bapa di Surga. Saat ini jenasah masih di RS Siloam Sudirman. Ta

  • Norman Gultom Dituntut 6 Bulan Penjara

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Norman Gultom selama 6 bulan penjara dan denda Rp 2 juta serta subsidier tahanan selama 2 bulan penjara.Hal itu disampaikan JPU Rendi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb