• Home
  • News
  • Serukan Gerakan Save Babi, Masyarakat Batak Sedunia Tolak Rencana Gubsu
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 22 Januari 2020 12:44:00

Serukan Gerakan Save Babi, Masyarakat Batak Sedunia Tolak Rencana Gubsu

BAGIKAN:
hitabatak.com
Ratusan peserta hadiri rapat raksasa Save Babi Sumatera Utara di Wisma Mahinna, Jl. Rela Medan Perjuangan
Medan (Pelita Batak):
Pernyataan Gubernur Edy Rahmayadi tentang 'babi' sepertinya berbuntut panjang, meski pekan lalu pihaknya telah menyangkal akan melakukan pemusnahan ternak berkaki empat itu. Polemik terus bergulir, hingga terbentuk suatu gerakan 'save Babi Sumatera Utara'.

Gerakan dari masyarakat ini ditandai dengan adanya rapat massal atau yang disebut dengan rapat raksasa yang dihadiri ratusan orang ddan dogelar di Wisma Mahinna, Jalan Rela, Medan Perjuangan, Selasa (21/1/2020). Rapat raksasa tersebut berlangsung dengan baik dan bahkan sudah menghasilkan berbagai kesatuan tekat dan mufakat menyikapi pernyataan orang nomor satu di Sumut itu.

Selain menyatakan menolak pernyataan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, yang menyatakan akan memusnahkan seluruh babi, juga direncanakan akan menggelar aksi unjuk rasa.

Unjuk rasa besar-besaran akan digelar awal Februari 2020 mendatang di depan Kantor Gubernur Sumut dan DPRD Sumut.

Sekretaris Save Babi Sumatera Utara, Toman Purba mengatakan hal itu sebagaimana dikutip dari medanbisnisdaily.com. "Kita akan demo awal Februari mendatang. Kita sudah berkoordinasi dengan banyak organisasi Batak yang ada di Sumut," kata Toman.

Terkait klarifikasi Gubernur Edy yang sudah menyatakan tidak ada niat pemusnahan babi itu, Toman menganggap pernyataan itu hanyalah "buang badan" karena sudah heboh di media.

"Gubernur Edy ini kan ada arogannya. Kalau sudah tersudut suka 'ngeles'," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi, membantah disebut akan memusnahkan (stamping out) ternak babi di Sumut untuk menghentikan virus African Swine Fever (ASF) yang sedang mewabah di 18 kabupaten/kota di Sumut. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Azhar Harahap, dalam konfrensi pers, di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat (17/01/2020) sore.

Bantahan tersebut, kata Azhar, sekaligus menjawab keresahan masyarakat peternak babi karena berkembangnya pendapat yang menyebutkan gubernur akan memusnahkan ternak babi.

"Kami menemukan ada pernyataan dalam gerakan save babi yang menyebutkan rencana Gubernur Sumut akan memusnahkan ternak babi di Sumut dalam waktu dekat. Pak Gubernur tidak ada mengeluarkan statement untuk memusnahkan babi di Sumut," tegas Azhar.

Dia menegaskan, pemusnahan babi tidak akan dilakukan karena bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2012 tentang Kesejahteraan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan, Bab III Kesehatan Hewan Pasal 83-Pasal 99.

Pemusnahan ternak babi juga melanggar prinsip Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (Office International des Epizooties/OIE). Namun yang paling terpenting adalah karena pemusnahan merugikan masyarakat peternak babi.

"Oleh karena itu kami sampaikan agar masyarakat peternak babi jangan resah. Gubernur ataupun Pemprov Sumut tidak akan memusnahkan ternak babi di Sumut karena itu merugikan masyarakat baik secara ekonomi dan budaya," tegas Azhar.

Hingga saat ini, jumlah babi yang mati karena virus ASF di Sumut sekitar 39.000 ekor (yang tercatat berdasarkan laporan) atau paling banyak 42.000 ekor (yang tidak masuk dalam data laporan). Berdasarkan itu, hanya 3,6% jumlah babi mati dari populasi babi sekitar 1,229 juta ekor di Sumut.(MB|TAp)
  BeritaTerkait
  • Aksi 'Save Babi' Jadi Warning Bagi Pemerintah Supaya Tidak Asbun

    2 minggu lalu

    Medan (Pelita Batak):Diperkirakan puluhan ribu massa yang tergabung gerakan #SaveBabi dari berbagai kabupaten dan Kota di Sumatera Utara berkumpul dan melakukan aksi di Kota Medan. Aksi dipusatkan di

  • Ini Dia Kegiatan Pengurus Daerah FBBI Selama 2016

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) merilis kegiatan pengurus daerah yang telah dilaksanakan sebagai berikut di bawah ini.   a. DPD FBBI Provinsi Riau.

  • Presiden Jokowi Kampanyekan Gerakan Ayo Menabung

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bertempat di Jakarta Covention Center, Senin memulai kampanye gerakan "Ayo Menabung" untuk meningkatkan budaya menabung masy

  • Forum Ihan Batak Gandeng Bekraf Gelar Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Informasi di Samosir

    3 tahun lalu

    Samosir(Pelita Batak): Forum Intelektual Harapan Anak Negeri Batak (IHAN BATAK) menggelar Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Informasi (SNITI) yang bertemakan Membangun Daerah Melalui Inovasi d

  • Osriel Limbong : Persatuan Indonesia harus dipertahankan

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinilai akan berdampak pada kondisi dan stabilitas di seluruh penjuru tanah air, termasuk Sumatera Utara. Untuk itu semua pihak perlu mengingat ke

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb