• Home
  • News
  • Secara Bergerombol Pemuda Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Garut
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 18 Januari 2020 22:46:00

Secara Bergerombol Pemuda Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Garut

BAGIKAN:
IST|PelitaBatak
Jakarta (Pelita Batak):
Tindak pidana Kekerasan Seksual yang dilakukan 4 Pemuda dan 2 orang anak belum cukup umur terhadap seorang anak di Garut Jawa Barat, dengan cara menggilir temannya sendiri yang masih dibawah umur hingga korban hamil 2,5 bulan mendapat perhatian serius dari Komnas Perlindungan Anak

Kejahatan seksual denga cara bergerombol (gengRAPE) ini tidak bisa dibiarkan. Sebab kekerasan seksual yang dilakukan secara bersama tidak bisa diterima oleh akal sehat  manusia dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan merupakan juga tindak pidana luar biasa (extraordinary crime), maka harus ditangani secara serius, cepat dan luar biasa. Oleh sebab itu, untuk kepentingan penegakan hukum yang berkeadilan Komnas Perlindungan Anak bersama Lembaga Perlindungan Abak (LPA) Garut akan segera bertemu dan berkoordinasi dengan Polres Garut.

Sedangkan umtuk memberikan rasa nyaman dan memulihkan traumatis korban, Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga independen yang bertugas memberikan pendampingan dan pembelaan serta perlindungan anak di Indonesia segera menurunkan Tim Advokasi dan Rehabilitasi Sosial ke Garut yang akan dikordinasi oleh Komnas Perlindungan Anak kantor perwakilan Jawa Barat di Garut bekerjasama dengan LPA Garut dan P2ATP2A Kabupaten Garut, demikian ditegaskan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak menanggapi kasus kejahatan seksual bergerombol (gengRAPE) yang tak hentinya terjadi di Garut akhir minggu ini.

Lebih jauh Arist Merdeka menegaskan berulang-ulang, bahwa kejahatan seksual dengan cara bergerombol ini harus segera dihentikan. Garut harus segera bebas dari kekerasan seksual, pemerintah, masyarakat, penegak hukum dan tokoh masyarakat dan alim ulama harus bahu membahu untuj menghentikan dan memutus mata rantai kejahatan kemanusiaan ini.

Sementara itu Kapolsek Malangbong AKP Abusono membenarkan bahwa telah terjadi sekitar bulan September dan November 2019 tindak pidana kekerasan seksual bergerombol (gengRAPE) yang dilakukan oleh 6 orang tersangka warga Melangbong, Garut terhadap seorang gadis di bawah umur ucap Abu kepada wartawan di kantornya Jumat 17 Januari  2020.

Abu mengatakan saat itu salah seorang pelaku mengajak korban untuk pergi bersamanya kemudian korban diajak ke salah satu rumah di wilayah Malangbong.  Di sana korban bertemu dengan para pelaku lain. Ditempat itu korban dicekoki dengan minuman keras hingga tak sadarkan diri. Dalam kondisi tak sadarkan diri kemudian para pelaku  mencabuli korban, kata Abu.

Aksi bejat para pemuda itu terjadi dua kali, Abu lebih jauh menjelaskan bahwa terungkapnya gengRAPE ini saat orangtua korban curiga lantaran perut korban membesar. Dan saat ditanya oleh orang tuanya akhirnya korban mengaku telah dicabuli oleh 6 orang secara bergilir. 

Mendapat laporan itu  kemudian orangtua bergegas melaporkan kejadian itu kepada Polsek Malangbong,  ucap Abu.

Polisi yang menerima laporan itu kemudian langsung mengumpulkan keterangan dan barang bukti. 

Setelah Polisi mendapatkan identitas para pelaku, Polisi kemudian langsung bergerak cepat mengamankan 6 orang tersangka masing-masing adalah SM (22), MR (20), DD (21) dan DT (19) serta dua bocah di bawah umur yakni  H dan R. 

Keenam tersangka kini telah ditahan di Polsek Malangbong untuk diperiksa secara intensif.

Polisi akan menerapkan pasal berbeda terhadap tersangka karena beberapa diantaranya tersangkanya merupakan anak dibawah umur.

Pelaku akan  kami jerat dengan Undang-undang RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun. Bagi pelaku usia anak akan dikenakan pasal yang berbeda.

Namun bagi pelaku dewasa bisa juga dijerat dengan ketentuan UU RI Nomor : 17 Tahun 2016 dengan ancaman maksimal 20 tahun bahkan hukuman seumur hidup jika terbukti dilakukan berulang'-ulang.

Untuk kepentingan membangun Gerakan memutus mata rantai kekerasan seksual di Garut, Komnas Perlindungan Anak segera meminta Komnas Perlindungan Kantor Perwakilan Jawa Barat dan Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Garut untuk segera mengagendakan bertemu  Bupati dan para pejabat pemerintah dilingkungan pemerintahan Kabupaten Garut,  masyarakat, alim ulama untuk bersepakat bersama-sama melakukan pertemuan Akbar guna mendeklarasikan Gerakan Memutus Mata Rantai Kekerasan Terhadap anak berbasis keluarga Kampung dan desa. Gerakan ini merupakan strategi untuk memberikan akses bagi masyarakat, lintas profesi termasuk anak, guru dan media untuk berpartisipasi  menghentikan segala bentuk praktek-praktek tindak kekerasan yang sudah cukup memprihatinkan di Garut, jelas Arist. (*)
  BeritaTerkait
  • Kembangkan Inovasi 'Unit Reaksi Cepat Anti Kekerasan Anak dan Perempuan'

    4 tahun lalu

    Batu Bara (Pelita Batak) : Untuk ke tiga kalinya Bupati Batu Bara H OK Arya Zulkarnain SH MM meraih penghargaan Kepala Daerah Innovatif dari Koran Sindo tahun 2016 di Bandung, Jawa Barat. Sebelum nya Bupati Batu Bara meraih penghargaan Kepala Daerah Inov

  • Diduga Calon Kades Lakukan Kejahatan Seksual Terhadap Anak di Bonapasogit

    4 bulan lalu

    Tobasa (Pelita Batak):Kasus kejahatan seksual tak henti-hentinya terjadi di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Kali ini, nasib tak baik menimpa NY (14) anak warga Laguboti, Kabupaten Tobasa, Sumatera Ut

  • Arist Meredeka : Anak Dalam Lingkaran Budak Seks di Cianjur

    2 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Entah apa sedang terjadi di negeri ini, kasus penyiksaan dan perampasan secara paksa hak hidup anak secara brutal terjadi dimana-mana.Berbagai perkosaan dan pelecehan terhadap h

  • Kita dan Negara Harus Cepat Menangkal Yang Nakal

    2 tahun lalu

    Oleh: Weinata Sairin"Obsta principiis. Tangkallah sejak dari permulaannya."Kata "tangkal" digunakan oleh pengguna bahasa Indonesia dan juga oleh para pemakai bahasa Sunda dalam arti yang, tentu saja b

  • Dibantu Istrinya, Pria di Sarolangun Jambi Lakukan Kekerasan Seksual Terhadap Anak

    3 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Kejahatan Seksual terhadap anak dengan berbagai modus di Indonesia terus terjadi. Baik anak sebagai korban juga sebagai saksi pelaku. Ada banyak anak di berbagai daerah menjadi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb