• Home
  • News
  • Satgas Dewan Pers Temukan Bukti Kekerasan Jurnalis di Medan
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 23 Agustus 2016 06:01:00

Kekerasan Terhadap Wartawan

Satgas Dewan Pers Temukan Bukti Kekerasan Jurnalis di Medan

BAGIKAN:
Pelita Batak:

Satuan Tugas Penanganan Kekerasan Dewan Pers melakukan investigasi kekerasan jurnalis di Medan saat melakukan peliputan bentrok antara warga dengan prajurit TNI AU di Sari Rejo, Medan Polonia pada Senin (15/8/2016) lalu.

Anggota Satgas Kamsul Hasan mengatakan, pihaknya telah bertemu  korban dan komunitas pers di Medan untuk mencari bukti-bukti terkait permaslahan ini. Hasilnya, ditemukan bukti-bukti kekerasan prajurit TNI AU terhadap jurnalis di Sari Rejo, Medan Polonia.

"Kita menemukan adanya poto oknum prajurit TNI. Pengembalian alat kerja, dompet maupun handpone salah satu jurnalis " katanya saat bertemu korban dan tim Advokasi Pers Sumut di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen Medan, Jalan Wahid Hasyim, Senin (22/8/2016) malam.

Bukti- bukti yang ditemukan menjadi petunjuk kuat dalam kasus ini layak diproses ke ranah hukum. 

"Jika ada pengembalian barang, berarti sudah ketahuan siapa yang melakukan perampasan," ujarnya.

Satgas juga menemukan bukti penganiayaan yang dilakukan secara individual maupun secara bersama-sama.

Pelaku penganiayaan dapat dikenai pemberatan, jika nantinya terbukti korban mengalami luka berat seperti patah tulang yang dilaporkan.

"Pelanggaran pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dikenakan pasal pemberatan. Hukumannya tujuh sampai sembilan tahun," ungkapnya. Pihaknya juga akan memberikan laporan terkait kasus ini kepada Ketua Dewan Pers, dan selanjutnya diapat memberikan resume kepada Panglima TNI.

Anggota Satgas lain Hendra Makmur, mengapresiasi kekompakan organisasi jurnalis di Medan dalam mengadvokasi dan mengawal kasus ini. "Organisasi dan perusahaan media di Medan kompak dalam mengawal kasus ini ke  ranah hukum. Ini jadi modal besar. Di seluruh provinsi juga sudah ada gerakan solidaritas," akunya.

Dirinya berharap, putusan pengadilan militer terhadap kasus kekerasan yang dilakukan prajurit TNI terhadap jurnalis di Padang dan Pekan Baru dapat menjadi preseden dalam penanganan kasus kekerasan jurnalis di Sari Rejo.

"Jika dua kasus sebelumnya dapat dijadikan rujukan oleh pengadilan militer Medan, maka dapat menjadi Jurisprudensi dalam kasus ini," imbuhnya.

Ketua Tim Advokasi Pers Sumatera Utara Wilfrid Sinaga mengucapkan terima kasih kepada Dewan Pers yang turun ke Medan dan ikut melakukan investigasi kasus kekerasan jurnalis ini.

"Kehadiran Satgas Penanganan Kekerasan Dewan pers memberikan semangat kepada kami untuk tetap fokus mengadopsi kawan-kawan jurnalis yang menjadi korban kekerasan," jelasnya.

Tim Advokasi Pers Sumatera Utara merupakan gabungan organisasi jurnalis dan perusahaan media yaitu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI)  Medan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumut, Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes), Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Aliansi Media Cyber Indonesia (AMCI),  Pewarta Foto Indonesia (FPI) Medan, Harian Tribun Medan, MNC, Kontras Sumut, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan.

Tim Advokasi mendapat kuasa untuk mendampingi empat wartawan yang menjadi korban kekerasan aparat negara, yaitu Array A Argus (Tribun Medan), Prayugo Utomo (menaranews.com), Fajar Siddik (medanbagus.com), dan Tedi Akbari (Sumut Pos). (TAp)
  BeritaTerkait
  • Adel Masih Trauma Pascaalami Kekerasan di Medan

    5 tahun lalu

    Kondisi Deli Erlina alias Adel (25) wartawati media online yang menjadi korban kekerasan prajurit TNI AU saat melakukan peliputan di Sari Rejo, Medan Polonia pada Senin (15/8/2016) berangsur pulih.

  • Danlanud Janji Sanksi Prajurit Penganiaya Jurnalis

    5 tahun lalu

    Pihak TNI AU menyatakan akan memberikan sanksi terhadap prajuritnya yang terlibat kasus penganiayaan terhadap jurnalis saat melakukan peliputan bentrokan di Sari Rejo, Medan Polonia pada Senin (15/8/2016) lalu.

  • Kasus Kekerasan Jurnalis di Medan, LPSK Akan Datangi POM AU

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan mendatangi POM AU untuk menanyakan kelanjutan proses hukum kasus kekerasan jurnalis yang dilakukan prajurit TNI AU saat melakukan peliputan di Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia.

  • 8 Kasus Kekerasan Menimpa Jurnalis di Sumut Sepanjang 2016

    4 tahun lalu

    Medan(Pelita Batak): Tahun 2016 menjadi tahun berbahaya bagi jurnalis di Indonesia. Berdasarkan catatan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Medan, ada delapan kasus kekerasan terhadap jurnalis d

  • Kekerasan Terhadap Pers Marak, Jurnalis di Medan Aksi Damai

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Jurnalis gabungan dari sejumlah organisasi pers menggelar aksi unjuk rasa terkait penganiayaan jurnalis Adi Palapa Harahap, yang bekerja sebagai kontributor iNews TV (MNC B

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb