• Home
  • News
  • Sadis, Suami Bacok Mata Kiri Istri di Karo
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 23 Agustus 2016 21:47:00

Sadis, Suami Bacok Mata Kiri Istri di Karo

BAGIKAN:
Korban Nialam br Lumbantoruan
Pelita Batak :
Mengerikan, Nialam boru Lumbantoruan (48) warga Jalan Djamin Ginting, Gang Garuda Kabanjahe, nyaris meregang nyawa setelah mata kirinya ditikam sang suami berinisial JT di rumahnya, Selasa (23/8/2016) pagi.
 
Menurut korban, Nialam boru Lumbantoruan  peristiwa itu ia alami usai terlibat cekcok mulut dengan suaminya hanya karena persoalan sepele, Senin (22/8) malam. "Malam itu kami cekcok mulut. Karena kesal, mau kutinggalkan dia malam itu. Tapi dia tidak mengijinkan. Belakangan ini kami kurang sependapat. Dia tidak mau mendengarkan omonganku. Maunya omongan dia saja yang didengarkan," kata Nialam usai mendapat pertolongan medis di RSU Kabanjahe.
 
Adu mulut terjadi saat Selasa pagi. Sehingga korban yang merasa kesal berniat pergi dari rumah dan menyusun semua pakaian miliknya. "Nggak lama, dia datang lagi ke rumah dan melihat aku lagi nyusun bajuku karena aku mau pergi. Diapun bertanya kenapa ku susun semua pakaianku. Dia minta supaya aku nggak pergi dari rumah. Katanya biar dia saja yang pergi biar nggak ada lagi yang aku pikirkan," tutur Nialam.
 
Namun, belum lagi percakapan itu selesai, JT kemudian meminta telepon genggam (HP) milik istrinya itu. Permintaan itu tidak dituruti korban dengan menarik kembali HP miliknya sembari menyimpannya. Ternyata situasi itu justru menyulut mosi JT. Sambil menarik pisau yang diselipkan dipinggangnya, JT langsung menikam istrinya di bagian mata sebelah kiri. Akibatnya, korban mengalami luka serius dan darah mengucur deras dari mata korban. 
 
"Aku sempat teriak, tapi dia (JT) langsung lari dari rumah. Tetangga yang tau kejadian itu, langsung melarikan aku ke rumah sakit. Aku mau cerai sama dia. Terlalu sakit yang dia buat selama ini samaku," kesal Nialam.
 
Dikisahkan, dirinya telah membina rumah tangga dengan JT selama beberapa tahun. Saat menikah, kata dia, ia berstatus janda dengan empat orang anak. Sedangkan JT berstatus duda dengan dua orang anak. "Aku setiap hari bekerja menyusun buah jeruk (buruh harian lepas) di ladang orang. Sedangkan suamiku bekerja di ladang orang juga. Kampungnya dari Desa Tiga Lingga, Dairi," jelas Nialam. (TAp)
  BeritaTerkait
  • Mengenakan Busana Batik Medan Dengan Peserta Terbanyak

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Karnaval  Budaya yang digelar Pemko Medan  melalui  Dinas Pariwisata Kota Medan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-424 Kota Medan berlangsung meriah, Minggu (16

  • Kronologi Tersendiri Penganiayaan Sebastian Hutabarat di TKP, Tempat Diskusi dan Minum Kopi

    3 tahun lalu

    08:15-08:20 Sepeninggal JM, SH ditarik kembali ke tempat diskusi dan minum kopi mereka sebelumnya. JS dan anggotanya mulai memaki-maki dan memukuli SH. Berkali kali Jautir menyebut siapa dirinya, dan

  • Polisi Selidiki Pembunuhan Sadis di Sipirok

    2 tahun lalu

    Tapsel ( Pelita Batak) : Pihak kepolisian Sektor Sipirok Tengah melakukan penyelidikan peristiwa sadis terhadap pasangan suami istri (pasutri) di Sesa Marsada Kecamatan Sipirok, Rabu 27 September 2017

  • Suami Istri Tewas Terbakar di Sidikalang

    4 tahun lalu

    Sidikalang (Pelita Batak): Satu unit rumah semi parmaenen habis terbakar, menewaskan pasangan suami istri, Rabu 29 Juni 2016, sekira pukul 01.30 Wib di Komplek Perumahan Kursus Latihan Kerja (KLK)

  • Menelusuri Liku-liku Jalan di Bonapasogit dan Merajut Semangat Leluhur

    3 tahun lalu

    Pulang ke kampung saya, Sigolang di lereng pebukitan Bukit Barisan di deretan Tapanuli Selatan sangat berkesan. Keberangkatan kali ini, diawali dihari Kamis, tanggal 27 April 2017 dengan bangun san

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb