• Home
  • News
  • SWF Indonesia Beri Solusi Pembiayaan Pembangunan dan Tingkatkan Investasi
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 16 Januari 2021 09:58:00

SWF Indonesia Beri Solusi Pembiayaan Pembangunan dan Tingkatkan Investasi

BAGIKAN:
IST | Pelita Batak
Jakarta (Pelita Batak):
Pemerintah terus berupaya untuk mempercepat pemulihan dan kebangkitan ekonomi nasional yang mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Upaya tersebut diwujudkan dengan antara lain menyiapkan sejumlah anggaran dan berbagai kebijakan agar perekonomian nasional bisa segera pulih dan bangkit.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya secara virtual pada acara pertemuan tahunan industri jasa keuangan tahun 2021 dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 15 Januari 2021.

“Pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp372,3 triliun untuk mendongkrak daya beli masyarakat dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional di 2021,” ungkap Presiden.

Sejumlah kebijakan untuk menopang perekonomian nasional yang telah disiapkan oleh pemerintah antara lain pembentukan Undang-Undang Cipta Kerja. Peraturan turunannya, baik berupa Peraturan Pemerintah (PP) maupun Peraturan Presiden (Perpres), akan segera terbit dalam waktu secepat-cepatnya agar Indonesia semakin kompetitif di pasar global. 

Salah satu yang telah selesai PP-nya yaitu Lembaga Pengelola Investasi atau _sovereign wealth fund_ (SWF), yang bernama INA atau Indonesia Investment Authority. 

“Kita dirikan untuk menangkap peluang investasi dan solusi alternatif bagi pembiayaan pembangunan kita. Nama-nama untuk dewan pengawas sudah kita sampaikan kepada DPR dan kita harapkan selesai nanti minggu depan ini,” jelasnya.

Menurut Presiden, pembentukan SWF ini sangat diperlukan untuk memenuhi pembiayaan yang semakin besar ke depan. Selain itu, juga untuk meningkatkan _foreign direct investment_ (FDI) Indonesia dan untuk menurunkan rasio utang terhadap PDB Indonesia.

“Saya tadi bisik-bisik ke Bu Menteri Keuangan, awal-awal ini mungkin sebulan dua bulan ini target yang masuk ke SWF kita berapa? Dijawab Bu Menteri Keuangan ya kira-kira USD20 miliar. Duit yang gede banget,” ujarnya.

Pemerintah sendiri akan menyetorkan modal awal tunai sebesar Rp15 triliun dan saham BUMN sebesar Rp50 triliun untuk INA. Presiden berharap, INA akan menjadi mitra strategis investasi yang kuat secara hukum dan kelembagaan dan menjadi mitra strategis yang andal dan terpercaya untuk pembangunan ekonomi dalam jangka panjang dan berkelanjutan.

Data realisasi investasi sampai dengan kuartal III 2020 tercatat sebesar Rp611,6 triliun, yang terdiri dari PMA (penanaman modal asing) sebesar Rp301,7 triliun dan PMDN (penanaman modal dalam negeri) sebesar sebesar Rp309,9 triliun. Jumlah tersebut meningkat 8,9 persen dari kuartal II tahun 2020 sebesar Rp191,9 triliun dan meningkat sebesar 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp205,7 triliun, 

“Peningkatan realisasi investasi tahun 2020 ini merupakan hal positif dan patut dipertahankan mengingat kita di tengah ketidakpastian global akibat pandemi,” imbuhnya.

Sementara itu, tadi pagi, Badan Pusat Statistik telah merilis total ekspor tahun 2020 sebesar USD163,3 miliar dan total impor tahun 2020 sebesar USD141,6 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia tahun 2020 surplus sebesar USD21,7 miliar. 

“Dibandingkan tahun 2019 justru kita defisit sebesar USD3,6 miliar. Ini memberikan sebuah optimisme dan kita harapkan di tahun 2021 terus meningkat dan kita tetap pada posisi surplus neraca perdagangan kita,” paparnya.

“Tapi hati-hati, kita jangan cukup berpuas diri. Kita harus terus bekerja keras untuk terus meningkatkan realisasi yang baik ini. Momentum ini harus kita jaga dan kita lihat sebagai peluang. Optimisme ini harus terus kita kelola dengan baik,” tandasnya.(Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
  BeritaTerkait
  • Ekonomi Syariah Hadir untuk Semua Lapisan Masyarakat

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengatakan, ekonomi syariah bukanlah semata untuk umat Islam saja, tapi untuk seluruh lapisan masyarakat."Ekonomi syariah dapat menjadi

  • Huawei Undang 15 Mahasiswa Terbaik Indonesia ke Tiongkok

    4 tahun lalu

    Shenzhen(Pelita Batak): PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia), penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global terkemuka, untuk keempat kalinya kembali mengajak 15 mahasiswa

  • PTPN Holding Pacu Kinerja di Tahun 2017

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Tradisi di awal tahun bersalam-salaman di PTPN II Tanjung Morawa masih terus dilaksanakan antar sesama karyawan PTPN II,

  • Indonesia Butuh 13 Juta Rumah, Pemda Diminta Beri Perhatian

    5 tahun lalu

    Hingga saat ini, Indonesia masih butuh rumah menengah ke bawah 13 juta unit. Sayangnya, pemilik modal di Indonesia justru mau membangun properti di luar negara Indonesia. Kini Indonesia kalah bersaing dengan negara-negara tetangga di Asia, seperti Thailan

  • GMKI : Menjawab Ketimpangan Pembangunan dengan Pancasila

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia memperingati Sumpah Pemuda dengan melakukan Seminar Nasional bertemakan "Pemuda sebagai Penjaga Pancasila dan Pembangun Peradaban". Seminar in

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb