• Home
  • News
  • Ratusan petani dari Deliserdang yang jalan kaki ke Istana Negara Tiba di Rantauprapat
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 04 Juli 2020 10:15:00

Ratusan petani dari Deliserdang yang jalan kaki ke Istana Negara Tiba di Rantauprapat

BAGIKAN:
IST|Pelita Batak
Rantauprapat (Pelita Batak):
Setelah menempuh perjalanan dengan berjalan kaki selama hampir 12 jam dari Kota Kisaran, ratusan petani dari 2 Desa yakni dari Desa Simalingkar A dan Desa Sei Mencirim Kabupaten Deliserdang akhirnya tiba di Kota Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu pada Jumat malam (3/7/2020) sekitar pukul 19.00 WIB.

Setibanya di Rantauprapat pihak Pemkab Labuhanbatu langsung menempatkan para peserta aksi jalan kaki ini untuk menginap di Gedung Olahraga (GOR) Rantauprapat.

Kordinator rombongan "aksi jalan kaki" tersebut,  Aris Wiyono (42) mengatakan bahwa aksi yang diikuti oleh 170 orang dengan tujuan Istana Negara ini, dilakukan guna bertemu dengan Presiden Jokowi untuk melaporkan penderitaan yang sedang mereka alami, terkait dengan penggusuran paksa yang dilakukan oleh pihak PTPN II atas lahan dan pemukiman mereka.

"Konflik ini sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 70-an namun, penggusuran terakhir dilakukan pada bulan Maret tahun 2020 ini, yang mana banyak diantaranya yang sudah punya sertifikat hak milik (SHM) pun ikut digusur", katanya 

Lebih lanjut, Aris mengatakan bahwa penggusuran secara paksa tersebut, merupakan tindakan semena-mena yang berdampak luas kepada ribuan jiwa penduduk di kedua desa tersebut.
"Itulah makanya kami rela, berjalan kaki untuk mengadukan nasib kami kepada Presiden", ujarnya.

Ketika disinggung tentang kondisi fisik para peserta aksi setelah menempuh perjalanan selama 8 hari, Aris mengatakan bahwa sampai hari ini kondisi fisik mereka masih baik-baik saja. Namun ia merasa prihatin atas sikap Pemkab Labuhanbatu, yang ia anggap bersikap kurang bersahabat.

Bahkan Aris Wiyono juga mengaku bahwa pihaknya telah disarankan untuk  segera melanjutkan perjalanan, oleh pihak pengelola GOR Rantauprapat.

"Katanya besok GOR ini akan dipakai untuk suatu acara, jadi kami disuruh untuk pergi melanjutkan perjalanan, padahal setelah sepekan berjalan kaki sebenarnya kami ingin istrahat sehari, sekalian mencuci pakaian ", ucap Aris.

Senada dengan pandangan Aris, aktivis mahasiswa Labuhanbatu Tholib Ritonga, juga menyampaikan pendapat yang sama. Tholib mengatakan bahwa hanya pihak dari BPBD Labuhanbatu dan Puskesmas Desa Janji yang terlihat hadir, guna melakukan Rapid Test, dalam upaya antisipasi pencegahan penyebaran Covid -19.

" Selain GOR ini dan Rapid test, tidak terlihat kepedulian dari Pemkab Labuhanbatu, seperti misal memberikan bantuan makanan kepada peserta aksi tersebut, yang notabene merupakan para petani" ujarnya.

Dan memang menurut pantauan wartawan di lapangan, selain petugas rapid test hanya terlihat beberapa petugas dari Kepolisian yang melakukan pengamanan. Aiptu Sofyan, misalnya mengaku melakukan tugas pengawasan untuk memastikan rapid test berjalan lancar.

Sementara perwakilan dari LBH Agraria Labuhanbatu Yanto Ziliwu, mengaku bahwa pihak nya lah yang memberikan bantuan bahan makanan kepada para peserta aksi tersebut. 
"Kami lah yang menyediakan makan malam dan sarapan besok pagi untuk mereka ini bang", katanya kepada awak media. 

Namun selain dari LBH Agraria, bantuan juga terlihat diberikan oleh seorang warga berupa 180 kaleng susu sapi kemasan, kepada para peserta aksi jalan kaki tersebut.

Warga yang mengaku bernama Hendra Kobain Harahap tersebut mengaku tersentuh hatinya setelah mendengar tentang aksi yang juga diikuti oleh beberapa lansia tersebut.
"Walau berasal dari daerah lain, mereka ini kan juga saudara sebangsa yang sedang memperjuangkan hak nya bang, jadi sudah sepantasnya lah untuk ditolong", katanya memberi alasan atas tindakannya tersebut.(J|TAp)
  BeritaTerkait
  • Aksi Jalan Kaki 170 Petani Deliserdang Lanjutkan Perjalanan Hari ke-11, Semangatnya Tanpa Surut

    satu bulan lalu

    Labusel (Pelita Batak):Aksi jalan kaki 170 petani dari Desa Simalingkar A dan Seimencirim Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, melanjutkan perjalanan dari Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu menuju I

  • ‌Hari ke 12, 170 Petani Deliserdang Tunggu Meeting Zoom Wamen di Labusel

    satu bulan lalu

    Labusel (Pelita Batak):Hari ke 12, Aksi jalan kaki 170 petani dari Desa Simalingkar A dan Seimencirim Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, yang perjalanan dari Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu men

  • Aksi Jalan Kaki 170 Petani Deliserdang Tiba di Perbatasan Sumut-Riau

    satu bulan lalu

    Labusel (Pelita Batak):Hari ke 13, Aksi Jalan Kaki 170 Petani asal Desa Simalingkar A dan Seimencirim Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, tiba di perbatasan Sumut-Riau tepatnya di pintu gerbang mem

  • Aksi Jalan Kaki 170 Petani ke Istana Saat Ini Menuju Duri, Disomasi PT NDB

    satu bulan lalu

    Labusel (Pelita Batak):Aksi jalan kaki 170 petani dari Desa Seimencirim dan Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, masih tetap semangat melangkahkan kakinya m

  • Tiba di Jambi, Petani Asal Deliserdang Orasi Dibundaran Kota

    3 minggu lalu

    Labusel (Pelita Batak):Setelah tiba di Jambi tadi malam Kamis (23/7/2020) sekitar pukul 19.00 WIB dan beristirahat di kantor Konsorsium Pembaharuan Agraria. Pagi ini aksi jalan kaki 170 Petani Deliser

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb