• Home
  • News
  • Ratusan Masyarakat Sigapiton Aksi Tuntut Tanah Adat Dibebaskan
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 26 September 2019 21:19:00

Ratusan Masyarakat Sigapiton Aksi Tuntut Tanah Adat Dibebaskan

BAGIKAN:
Balige (Pelita Batak): 
Ratusan Massa yang menamakan diri keturunan Adat Turunan Bius Raja Naopat gelar aksi demo di Kantor Bupati Toba Samosir, Kamis (26/9).

Kehadiran masyarakat Desa Sigapiton di dampingi  wadah Serikat Tani Taput, Serikat Tani Kabupaten Samosir, Kelompok Study dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) dan jaringan Advokasi Masyarakat Sipil Sumatera Utara (Jamsu).

Dalam orasinya koordinator aksi Manogu Manurung  dengan tegas menyatakan beberapa sikap  Masyarakat Adat Turunan Bius Raja na Opat Sigapiton.

Masyarakat Sigapiton pada dasarnya menyambut baik program pembangunan pariwisata di daerahnya dengan harapan masyarakat akan menjadi makmur dan sejahtera serta akses transportasi yang semakin baik tentunya.

Namun harapan itu seakan tak menjadi kenyataanmengingat masyarakat Sigapiton serasa tergusur dikampung sendiri, dari luas lahan Desa Sigapiton 914 ha kehutanan mengkallaim hanya 81 ha yang tidak milik kehutanan, sehingga polemik pun terjadi dan keberatan kami pun menguat, hal ini sudah kami sampaikan berkali-kali kepada Pemda dan Pihak BODT namun kami tidak pernah mendapatkan jawaban yang jelas dan memuaskan.

Dari kejadian itulah maka masyarakat Adat Sigapiton menyatakan beberapa point penting antara lain Tanah Adat seluas 914 Ha merupakan tanah Adat milik Bersama oleh Keturunan dari Marga Bius Raja Na opat yang sudah 8 generasi tinggal di Sigapiton dan mengelola Tanah Adat Kami berdasarkan Hukum Adat.

Sementara itu Raja Bius Sirait meminta kepada Pihak Kehutan dan Kementeriaan Lingkungan Hidup dan para pemangku kebijakan lainnya agar mengeluarkan Area Tanah Adat tersebut dari Area Otoritatif BPODT, meminta kepada pihak BPODT untuk menghentikan segala Aktifitasnya di area Tanah Adat seluas 251 Ha tersebut sampai ada kejelasan penyelesaian atas masalah ini.

Senada halnya Raja Bius Butar Butar meminta agar  Pemkab Tobasa dan DPRD Tobasa  mengakui dan melindungi Keberadaan hak mereka beserta pewaris mereka atas wilayah Adatnya dengan menerbitkan Perda atau Surat Keputusan Bupati.

Menanggapi point point tuntutan para peserta aksi  Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian  didampingi Wabup Ir Hulman Sitorus serta Sekda Audhy Murphi Sitorus menyatakan akan bersama-sama dengan Warga Sigapiton menyampaikan tuntutan tersebut kepada pihak-pihak berkompeten sesuai dengan Aturan dan Undang-Undang yang berlaku.

"Kami atas nama pemerintah Kabupaten Toba Samosir akan berupaya demi kebaikan kita bersama, namun kami juga tidak bisa keluar dari aturan dan Undang Undang yang ada,contohnya Dinas Kehutan dan telah jadi wilayah Propinsi Sumatera Utara sudah menjadi wewenang privinsi Sumatera Utara,namun pun begitu kita akan sudah buat surat ke kehutanan terkait hal ini.

Untuk adanya laporan pihak masyarakat langsung ke Joko Widodo Presiden RI dan bertemu dengan pihak Kepala Staf Kepresiden, Bupati Tobasa menuturkan bahwa surat dari pihak KSP dalam waktu singkat akan tiba di Kabupaten Toba Samosir.

"Begitu surat itu secara resmi kita terima maka secepatnya kita akan tindak lanjuti sesuai dengan point yang ada dalam surat tersebut,"katanya.(Maria)
  BeritaTerkait
  • Ini Pernyataan Sikap PP GMKI) Terhadap Aksi Terorisme di Gereja Oikumene Samarinda

    4 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Aksi terorisme yang terjadi di Gereja Oikoumene, Kota Samarinda, Kalimantan Timur merupakan provokasi yang tidak boleh dianggap sepele oleh setiap elemen bangsa. Pasalnya, ak

  • Masyarakat Kesatuan Saroha Sipalakki Purba Pargodungan (KSSPP) Humbahas Unjuk Rasa

    3 tahun lalu

    Dolok Sanggul (Pelita Batak) : Ratusan masyarakat Kesatuan Saroha Sipalakki Purba Pargodungan (KSSPP) melakukan unjuk rasa di perkantoran kantor Bupati Humbang Hasundutan di Bukit Inspirasi Dolok

  • Ayah Almarhum Aldi Sibarani Divonis Hakim Bebas, Warga Aek Lung Humbahas Demonstrasi Tuntut Keadilan

    3 tahun lalu

    Doloksanggul, Humbanghasundutan (Pelita Batak): Vonis hakim Pengadilan Negeri Tarutung baru-baru ini yang membebaskan  terdakwa pembunuh almarhum Aldi Manata Sibarani yang merupakan ayah kandung

  • Tolak Wilayahnya Diklaim Sebagai Hutan, Warga Desa Tanjung Bunga Samosir Lakukan Aksi

    2 tahun lalu

    Samosir (Pelita Batak):Warga Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir menolak pematokan tapal batas kawasan hutan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sumut.Pematokan dilakukan awal tahun

  • Bupati Tobasa Bicara Soal Aksi di Sigapiton, Pemerintah Tidak Mau Sengsarakan Rakyatnya

    11 bulan lalu

    Tobasa (Pelita Batak):Pembukaan akses jalan dari Dusun Silean - Batu Silali sebagai sarana penunjang pembangunan Destinasi Parisata Danau Toba yang dilaksanakan oleh Badan Otorita Danau Toba  pan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb