• Home
  • News
  • RE Nainggolan : Tangisan Siliyana Angelita Manurung Tidak Bisa Dibiarkan dan Terulang
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 13 September 2018 12:45:00

RE Nainggolan : Tangisan Siliyana Angelita Manurung Tidak Bisa Dibiarkan dan Terulang

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Dr RE Nainggolan MM
Medan (Pelita Batak):
Viralnya informasi di media online tentang "Anak Gadis Penjual Tuak Menangis: Mama Aku Diarak Warga dan Diikat di Pohon semisal Binatang" mengusik perhatian masyarakat di Kota Medan dan Sumatera Utara. Sadisnya penghakiman massa yang dipimpin oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab menjadi tantangan moral di masa kini dan masa yang akan datang.

Penghakiman yang dialami Siliyana dan ibunya tidak sepantasnya terjadi dan diharapkan tidak akan terjadi lagi. Demikian disampaikan tokoh masyarakat Dr RE Nainggolan MM kepada wartawan, Kamis (13/9/2018). Dia mengaku miris mendapat kiriman berita tentang keji dan biadabnya penghakiman yang diterima keluarga yang bermukim di Medan Estate, Deliserdang ini.

Seorang ibu yang berjuang demi hidupnya, mendapat ancaman dari para preman kampung yang ternyata masih berkeliaran selama ini di kawasan itu. Untuk itu, RE Nainggolan yang juga Penasehat PIKI Sumut meminta masyarakat tidak semena-mena jika menemukan permasalahan yang terjadi. Masyarakat seharusnya lebih kompak untuk melawan aksi premanisme.

"Kita sangat prihatin dengan peristiwa tersebut, mendengar cerita anak gadis ini, hati saya sangat terpukul. Bagaimana dengan psikologis mereka saat ini, sungguh memprihatinkan," ujar mantan Sekda Provinsi Sumut ini.

Kepada pihak aparat hukum, dalam hal ini kepolisian diminta untuk segera mengusut tuntas permasalahan ini. Karena menurutnya, sungguh tidak pantas seorang ibu, janda, diperlakukan seperti itu.

Siliyana Angelita Manurung menunjukkan luka di bibir yang menurutnya akibat dipukul warga.
(Kanan) Lapo tuak milik orangtua Siliyana yang menurutnya dihancurkan warga. (foto tribun)

Seperti dikutip dari tribunmedan.com, seorang perempuan muda, Siliyana Angelita Manurung, meluapkan jeritan hati melalui media sosial dan mengaku dianiaya bersama ibunya oleh warga di wilayah tempat tinggalnya.

Angelita yang tinggal di daerah Medan Estate, Deliserdang ini, meminta tolong kepada warganet, lembaga bantuan hukum (LBH), dan para jurnalis untuk menolong ia dan ibunya yang menurutnya telah menjadi korban persekusi.

Melalui video yang diunggah di akun Facebooknya, Rabu (12/8/2018), Angelita dengan bekas lebam masih nampak di wajahnya, menceritakan kejadian sambil menangis.

Menurutnya, Selasa (11/9/2018) malam, dua orang pemuda datang ke rumah mereka ingin menjual sepatu kepada ibunya yang dikenal di daerah itu sebagai penjual tuak dan memiliki lapo.

"Awalnya ibu saya menolak, tapi anak itu memaksa karena dengan alasan ingin membeli nasi, belum makan."

'Akhirnya mamakku membelinya," tuturnya.

Rabu pagi, Angelita dibangunkan oleh pekerja di lapo milik ibunya.

"Tadi pagi, saya juga tidak tahu bagaimana ceritanya, saya masih tidur di kamar, pekerja disini membangunkan saya (mengatakan) 'Kak, mama di arak-arak sama orang kampung sini. Gara-gara mama beli sepatu dari si Basir," ujarnya.

Angelita pun langsung bergegas keluar rumah untuk mendapatkan ibunya.

Begitu sampai di lokasi dimana banyak warga berkumpul, ia mengaku melihat ibunya diikat di sebuah pohon.

"Hati seorang anak begitu sampai di TKP melihat kondisi ibunya diikat layaknya seperti binatang, hanya menggunakan baju dalam dikalungkan karton dikalungkan sepatu yang dia beli."

"Hati saya sebagai seorang anak sangat teriris," katanya sambil menangis.

Saat hendak menolong ibunya, Angelita mengaku dianiaya oleh seorang pria, MP, yang menurutnya adalah pimpinan sebuah ormas.

Awalnya, Angelita berkata bahwa pria itu tidak berhak menghakimi ibunya.

Ternyata setelah itu pukulan MP melayang ke wajahnya dua kali.

"Lalu saya ingin maju lagi, tetapi masyarakat memegang saya sampai saya terjatuh di tanah. Kemudian mama saya diarak-arak lagi sampai di lapangan bola samping rumah saya," kata Angelita yang yatim dan tinggal berdua dengan ibunya.

Setelah diarak-arak, warga pun memberikan dua pilihan kepada ibu dan anak itu; mereka angkat kaki dari wilayah itu atau jika tidak warga akan menghancurkan kedai tuak mereka.

Kenyataannya, kedai tuak semi permanen milik ibunya dibuat hancur porak-poranda.

Selain itu, menurut Angelita, warga juga mengambil paksa dua sepeda motor dari rumahnya dan menuduh bahwa motor itu juga adalah barang curian.

Angelita mengaku setelah kejadian itu, ia telah melapor ke Polrestabes Medan dan sudah ke rumah sakit untuk visum.

Angelita mengaku bahwa ia dan ibunya bukanlah orang yang sempurna, namun ia berharap mendapatkan keadilan.

"Hari ini saya sebagai warga indonesia menanyakan dimana kedilan itu.. saya hanya anak dari keluarga tidak mampu yg di aniaya.. kemana masyarakat indonesia yang cinta kedamaian.." katanya.

"lihat si pemilik mobil putih yg menganggarkan harta dan premanisme nya menganiaya seorang anak gadis yg hanya ingin membela seorg ibu nya .. bagaimana mereka yg memakan uang rakyat ??"

"lalu apa bedanya kami yg justru melakukan sebuah kekeliruan kecil yg di besar2kan kami, dan menambah fitnah."

"saya harap buat saudara2 smua yg melihat postingan saya , meluangkan waktu untuk menshare kisah seorang anak yg ingin menyelamatkan ibu nya," kata Angelita.(trbn/TAp)
  BeritaTerkait
  • Bima Sakti Simanjuntak Pimpin N4J Tobasa

    2 tahun lalu

    Balige (Pelita Batak):Ketua Umum DPP Nusantara Untuk Jokowi (N4J), Dr RE Nainggolan MM melantik dan mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) N4J Kabupaten Tobasa, Jumat (24/08/2018). Selur

  • Pesta Parolop-olopon dan Rapot Bolon Tahun 2018 Parsadaan Borsak Sirumonggur Sihombing Lumbantoruan, Boru dan Bere Jabodetabek dan Sekitarnya

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Parsadaan Borsak Sirumonggur Sihombing Lumbantoruan, Boru dan Bere Jabodetabek dan Sekitarnya melaksanakan Pesta Parolop-olopon dan Rapot Bolon Tahun 2018,  pada hari Mingg

  • Pimpinan HKBP Silaturahmi Bersama Gubernur Kalimantan Barat

    2 tahun lalu

    Pontianak (Pelita Batak):  Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing bersama rombongan bersilahturahmi dengan Gubernur Kalbar H. Sutarmidji, SH, M.Hum di Kantor Gubernur Kalbar, Jumat 30 N

  • Serangkaian Natal Nasional di Humbahas, Akan Digelar Serasehan di Medan

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Serangkaian dengan perayaan natal bersama tingkat nasional 2016 di Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), panitia juga akan menggelar Serasehan Nasional yang akan dihadiri seribuan masyarakat Sumatera Utara di Medan

  • Panitia Natal Nasional Gelar Aksi Sosial Bersama YSKI di Sicanang Belawan

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Serangkaian dengan kegiatan sosial Perayaan Natal Nasional di Sumatera Utara, Wakil Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2016 Baginda Lumbagaol SH, MH bersama Pembina Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) Dr RE Nainggolan meres

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb