• Home
  • News
  • Provinsi Sumut Sambut Kepsek SMA, Janjikan Kekurangan Gaji Rp400 M akan Teratasi
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 24 Desember 2016 07:19:00

Provinsi Sumut Sambut Kepsek SMA, Janjikan Kekurangan Gaji Rp400 M akan Teratasi

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak

Medan (Pelita Batak) :
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H T Erry Nuadi MSi mememastikan kekurangan gaji guru SMA/SMK sebesar Rp400 miliar akan bisa teratasi. Gubernur mengaku dirinya telah menyampaikan kekurangan tersebut langsung kepada Kementerian Keuangan.

"Soal kekurangan gaji guru kemarin saya sudah ketemu dengan Wamen Keuangan. Beliau mengatakan akan masukannya di PAPBN. Akan ada penambahan DAU nantinya," sebut Erry saat membuka sosialisasi dan tanggungjawab penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada Kepala Sekolah SMA dan SMK se Sumut, di Hotel Grand Antares Jl Sisingamangaraja Medan, Jumat (23/12/2016).

Terkait kekurangan gaji guru, Erry menyebut, hampir seluruh Provinsi mengalaminya pasca peralihan kewenangan pengelolaan SMA/SMK sederajat dari Kabupaten Kota ke Provinsi sesuai UU No 23 Tahun 2014. Termasuk juga Jawa Tengah yang mencapai Rp800 miliar.

Sesuai amanat UU 23 tahun 2014 terkait dengan SMA dan SMK sederajat pengelolaannya ditangan Pemprov. "Saya tahu banyak kabupaten kota yang berat hati menyerahkan itu. Tapi ini perintah undang-undang. Allhamdulillah sudah kita lakukan proses penyerahan aset, maupun  guru-gurunya," ujar Erry.

Dengan adanya peralihan kewenangan tersebut terjadi penambahan Aparatur Sipil Negara (ASN) secara besar-besaran hingga mencapai 18 ribuan ASN. Jumlah tersebut melebihi jumlah ASN Pemprovsu saat sebelum peralihan kewenangan terjadi. "Jumlah ASN yang baru bergabung jauh lebih besar dari jumlah pegawai Provinsi yakni 12 ribu orang. Setelah bergabung menjadi 30 ribu orang. Jadi ada tambahan sekitar 18 ribu orang," tutur Erry.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengingatkan agar kepala sekolah maupun guru SMA/SMK di Sumatera Utara menghindari praktik pungli. Kita tidak ingin lagi mendengar kabar ada sekolah yang 'bermain'.

"Pendidikan menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu). Untuk itu kualitas pendidikan di Sumut harus kita jaga dan terus ditingkatkan diantaranya dengan mencegah praktik KKN dalam penyelenggaraan pendidikan," tandas Erry  

Erry menyebutkan, untuk menjadikan Sumut unggul dalam bidang pendidikan, tentu harus didukung dengan program-program yang baik salah satunya memanfaatkan sistem elektronik. Penerapan program elektronik ini dapat dilakukan saat penerimaan siswa baru.

"Dengan menggunakan sistem elektronik akan memudahkan untuk mendapatkan hasil-hasil tes atau ujian yang dilakukan oleh calon-calon murid. Begitu juga nantinya kita lakukan dalam penjaringan kepala-kepala sekolah," terang Erry.

Pemprovsu, lanjut Erry, juga akan mengadobsi sistem yang saat ini dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni aplikasi JAGA Sekolah. Melalui aplikasi ini akan tergambar seluruh sekolah di Sumut melalui sistem elektronik baik itu SDM maupun infrastrukturnya.

"Jadi sistem ini dimasukan dengan sistem ekektronik terpadu misalnya e-Paten (e-pendidikan atas prestasi elektronik) namanya. Sehingga nanti siapapun bisa mengakses SMA atau SMK yang ada di Sumut. Jadi tidak lagi harus mengeluarkan dana yang besar untuk melakukan pertemuan-pertemuan di Provinsi. Artinya akan terjadi penghematan," terang Erry.

Sebelumnya Plt Kadis Pendidikan Arsyad Lubis menyebutkan, tujuan digelarnya sosialisasi agar Kepala Sekolah memahami tata kelola Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dapat memahami sistem anggaran seperti belanja langsung dan belanja tidak langsung dan pertanggungjawabannya. Kegiatan hari ini lanjut Arsyad merupakan pertemuan pertama Gubsu dengan seluruh Kepala Sekolah SMA dan SMK se Sumut. Oleh karenanya tentu akan banyak yang akan disampaikan oleh Gubsu maupun para  nara sumber dari Dinas Pendidikan Sumut dan BKD.

"Salah satunya terkait budaya kerja di Pemprovsu. Selama ini budaya kerja mengikuti budaya kerja di Kabupaten Kota kini mengikuti budaya kerja Pemprovsu," ujar Arsyad, seraya mengatakan, karena jumlah Kepala Sekolah di Sumut cukup banyak maka kegiatan sosialisasi dilakukan dua tahap.(TAp)

  BeritaTerkait
  • Dihadapan Jemaat HKBP Pearaja Tarutung, Ini Cerita Gubernur Tentang Kondisi Sumut

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi bercerita tentang kondisi Sumatera Utara kepada Ephorus HKBP  Pdt Dr Darwin Lumban Tobing dan para jemaat HKBP di kantor P

  • Gubernur Serahkan DIPA 2017, Total Alokasi APBN di Sumut 19,8 Triliun

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2017 kepada para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Selain penyerahan DI

  • Gubernur Minta Kerja Sama Tingkatkan Mutu Pendidikan

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Pasca peralihan kewenangan pengelolaan SMA sederajat ke provinsi dari kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) berkomitmen menjadikan dunia pendidikan

  • Siswa SMAN 1 Sidikalang Sambut Gubernur

    3 tahun lalu

    Sidikalang (Pelita Batak) :Negara Indonesia seharusnya dapat mengejar negara maju yang tidak memiliki sumber daya alam yang banyak, syaratnya harus mampu meningkatkan sumber daya manusianya (SDM) deng

  • Turki Minat Jalin Kerjasama Dengan Sumut

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Turki untuk Indonesia Mehmet Kadri Sander Gurbuz di ruang kerja Gubsu, lantai 10 kantor Gu

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb