• Home
  • News
  • Presiden Minta OJK dan Pelaku Industri Keuangan Jaga Kepercayaan Pasar dan Masyarakat
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 16 Januari 2021 10:06:00

Presiden Minta OJK dan Pelaku Industri Keuangan Jaga Kepercayaan Pasar dan Masyarakat

BAGIKAN:
IST | Pelita Batak
Jakarta (Pelita Batak):
Di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi selama tahun 2020, kerja sama antara sejumlah pemangku kepentingan telah berjalan dengan baik. Mulai dari Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, hingga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Saat memberikan sambutan pada acara pertemuan tahunan industri jasa keuangan tahun 2021 yang digelar secara virtual, Presiden Joko Widodo ingin agar kerja sama tersebut terus dilanjutkan.

“Saya sangat senang selama 2020 kemarin, kerja sama antara pemerintah, Kementerian Keuangan, dengan OJK, dengan Bank Indonesia, dengan LPS, berjalan beriringan dengan baik, setiap masalah selalu direspons dengan cepat. Untuk tahun ini, pemerintah ingin agar kerja sama tersebut dilanjutkan,” ujar Presiden dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 15 Januari 2021.

Menurut Presiden, OJK dan para pelaku industri jasa keuangan harus menjaga kepercayaan pasar dan menjaga kepercayaan masyarakat sebaik-baiknya. Presiden berpesan agar tidak ada lagi praktik-praktik yang merugikan masyarakat.

“Transaksi keuangan yang menjurus ke _fraud_ harus ditindak tegas. Pengawasan OJK juga tidak boleh mandul, tidak boleh masuk angin, dan harus mengeluarkan taringnya,” tegasnya.

Tak hanya itu, Presiden juga menekankan pentingnya menjaga kredibilitas dan integritas. Untuk itu, Presiden mendorong agar industri keuangan Indonesia bisa membangun sistem internal yang berstandar internasional secara baik.

“Kita harus membangun sebuah sistem internal yang baik, membangun sebuah sistem yang berstandar internasional sehingga meningkatkan kepercayaan dunia internasional pada industri jasa keuangan kita,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga mengajak industri keuangan untuk terus meningkatkan pengembangan UMKM dan meningkatkan akses UMKM untuk memperoleh pembiayaan. Menurutnya, pelaku usaha kecil yang memiliki potensi harus diberikan prioritas.

“Jangan hanya melayani yang besar-besar saja, yang itu-itu saja. Pelaku usaha kecil yang memiliki potensi, yang skalanya sangat besar harus diberikan prioritas. Akses pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor informal UMKM harus lebih mudah dan cepat,” jelasnya.

Di sisi lain, Presiden juga telah menyampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan agar menyiapkan regulasi yang jauh ke depan dan meninggalkan cara-cara lama serta peraturan yang telah usang yang sangat ketinggalan di dunia keuangan global.

“Ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi kita,” imbuhnya.

Presiden juga berharap agar generasi muda dan UMKM yang belum _bankable_ dapat mengembangkan skala usahanya. Untuk itu, Kredit Usaha Rakyat dan Bank Wakaf Mikro harus bisa dimanfaatkan oleh segmen masyarakat  yang lebih luas dan lebih produktif.

“Kita harus membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif, yang dinikmati bersama oleh seluruh rakyat Indonesia, yang membawa Indonesia maju dan sekaligus berkeadilan,” tandasnya.(Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
  BeritaTerkait
  • TPAKD Sidimpuan Ikuti Rakornas OJK Secara Virtual

    3 bulan lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) :Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar secara virtual rapat koordinasi nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dengan mengusung tema Sinergi Pe

  • HUT ke-72 Bhayangkara Dirayakan di Polres Humbang Hasundutan

    3 tahun lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak): HUT ke-72 Bhayangkara dirayakan di Polres Humbang Hasundutan dengan inspektur upacara Kapolres Humbahas AKBP DR Dayan, Rabu 11 Juli 2018.Amanat Presiden RI Ir Joko Widodo

  • Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri FRUIT INDONESIA 2016

    4 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Darmin Nasution,  Menteri Kordinator Bidang Ekonomi mengatakan Presiden Jokowi di Jadwalkan akan menghadiri dan membuka acara FRUIT INDONESIA 2016 yang dilaksanakan oleh

  • Zurich Topas Life Luncurkan Asuransi Dwi Guna Inovatif Pertama di Indonesia

    4 tahun lalu

    Medan(Pelita Batak): Zurich Topas Life hari ini meluncurkan produk asuransi jiwa dwiguna (endowment) terbarunya yang bernama Zurich Pro-Fit 8 (Zurich Protection & Benefit 8). Produk ini merupak

  • Strategi Bisnis UKM Bertahan Hadapi Krisis Imbas Pandemi Covid - 19

    12 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Perang dagang dunia dan merebaknya pandemi Covid - 19 memberikan dampak besar terhadap perekonomian di Indonesia. Tantangan perekonomian saat ini sangatlah berat. Masyarakat ber

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb