• Home
  • News
  • Presiden Maknai Iduladha sebagai Momentum Penguatan Solidaritas Bangsa
KSP Makmur Mandiri
Senin, 19 Juli 2021 22:10:00

Presiden Maknai Iduladha sebagai Momentum Penguatan Solidaritas Bangsa

BAGIKAN:
IST|Pelita Batak
Presiden Maknai Iduladha sebagai Momentum Penguatan Solidaritas Bangsa

Bogor (Pelita Batak):

Presiden Joko Widodo memaknai Iduladha tahun ini sebagai momentum untuk menguatkan solidaritas untuk bangkit bersama menghadapi pandemi Covid-19. Menurut Presiden, Iduladha mengandung pesan mulia, pengorbanan, dan kemanusiaan yang patut menjadi pegangan bagi bangsa dan negara. 

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam acara Takbir Akbar Hari Raya Iduladha 1442 H yang dilaksanakan melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Senin, 19 Juli 2021. 

“Inilah momentum untuk menguatkan solidaritas dalam semangat persaudaraan. Ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniah, dan ukhuwah insaniah yang akan mampu melipatgandakan energi kita untuk menghimpun kekuatan, optimistis untuk bangkit bersama,” ujar Presiden.

Iduladha tahun ini diperingati secara sederhana dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Namun, Presiden meyakini Iduladha sederhana ini tidak mengurangi kekhidmatan dalam menyampaikan rasa syukur kepada Allah Swt. 

Presiden menambahkan, banyak keteladan dari Nabi Ibrahim a.s. yang dapat diambil hikmahnya seperti keteladanan dalam berkorban dan mengingatkan pentingnya keimanan, ketakwaan, serta keikhlasan. 

“Di tengah pandemi saat ini, kita perlu kesediaan lebih banyak berkorban lagi. Mengorbankan kepentingan pribadi dan mendahulukan kepentingan masyarakat, serta sesama,” tuturnya. 

Selain itu, Presiden meminta masyarakat mengoptimalkan ikhtiar baik lahiriah maupun batiniah untuk menghadapi pandemi saat ini dengan bersama-sama berdoa dan bertakbir dari rumah masing-masing. 

“Kita optimalkan ikhtiar lahiriah dan juga ikhtiar batiniah. Kita berikhtiar bersama dengan dispilin mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengisolasi diri bagi yang bergejala, dan memberikan bantuan untuk sesama,” tambah Presiden. 

Kepala Negara mengajak masyarakat untuk berdoa bersama memohon pertolongan, kesembuhan bagi yang sakit, dan kekuatan bagi para pejuang kemanusiaan. Presiden pun berharap seluruh masyarakat Indonesia selalu diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi segala ujian dan cobaan. 

“Semoga Allah Swt meridai dan memudahkan semua upaya dan langkah-langkah kita sampai kita mencapai kemenangan melawan pandemi Covid-19 ini,” ucap Kepala Negara.

Untuk diketahui, takbir akbar virtual tersebut mengangkat tema "Solidaritas Bersama untuk Indonesia Sehat". Dalam acara tersebut, Wakil Presiden Ma'ruf Amin hadir memberikan tausiah. Sementara itu, takbir akbar dipimpin oleh Prof. Said Agil Husin Al Munawar dan pembacaan doa dipimpin oleh Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Prof. Dadang Kahmad.

Dalam tausiahnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin turut mengajak masyarakat untuk bersabar dalam menghadapi pandemi Covid-19. Menurutnya, sabar adalah indah, namun bukan berarti diam dan menjadi pasif. 

“Sabar dalam artian sesungguhnya adalah kita juga harus berjuang. Kita tidak boleh berdiam diri, apalagi kalau kita sampai mengorbankan diri kita menjadi korban Covid-19. Oleh karena itu, menjaga diri dari penularan Covid-19 merupakan suatu kewajiban karena dia adalah salah satu dari tujuan syariah,” ucap Ma’ruf Amin. 

Acara takbir akbar itu juga turut dihadiri secara virtual oleh para menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga, TNI/Polri, gubernur, tokoh agama, dan elemen masyarakat lainnya.(Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

  BeritaTerkait
  • Jadikan Hari Kemerdekaan Momentum Lakukan Perubahan

    5 tahun lalu

    Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  mengajak seluruh masyarakat Kota Medan agar memaknai Hari Kemerdekaan ini sebagai momentum  untuk bisa mengembangkan diri sekaligus melakukan perubahan menuju ke arah yang lbs baik lagi dalam rangka m

  • Pembukaan Rakernas XIV APEKSI 2019 Di Semarang

    2 tahun lalu

    Semarang (Pelita Batak):Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Tjahjo Kumolo membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2019 di Hotel P

  • GMKI : Menjawab Ketimpangan Pembangunan dengan Pancasila

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia memperingati Sumpah Pemuda dengan melakukan Seminar Nasional bertemakan "Pemuda sebagai Penjaga Pancasila dan Pembangun Peradaban". Seminar in

  • Pengembangan Kepulauan Nias Dan Pembangunan Kawasan Strategis di Indonesia

    3 tahun lalu

    Oleh : Firman Jaya Daeli Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan Indonesia Raya dengan ideologi Pancasila, yang dapat diletakkan dan dipetakan dalam beberapa pertimbangan. Indonesia R

  • Arief Budiman Dan Pembangunan Demokrasi Berkemanusiaan Dan Berkeadilan

    tahun lalu

    KETIKA usia SMA, saya mulai biasa membaca sejumlah majalah, koran, buku-buku pengetahuan umum dan relatif sedikit bacaan "pergerakan". Tentu membaca juga buku standar mata pelajaran sekolah sebagai ba

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb