• Home
  • News
  • Polres Taput Diminta Ungkap Kasus Pembangunan Kantor Camat Sipahutar
KSP Makmur Mandiri
Senin, 15 Mei 2017 07:51:00

Polres Taput Diminta Ungkap Kasus Pembangunan Kantor Camat Sipahutar

BAGIKAN:
Freddy Hutasoit
Tulang atas bangunan menggunakan kayu bekas.
Taput(Pelita Batak): Pembangunan  kantor Camat Kecamatan Sipahutar, Tapanuli Utra diduga bermasalah. Pasalnya pekerjaan yang berbiaya Rp 441 juta dikerjakan asal jadi.
 
"Tidak terlepas dalam kegiatan pembangunan Kantor Camat Kecamatan Sipahutar ada indikasi besar penyelewengan anggaran melalui fisik yang dikerjakan. Pasalnya bahwa material yang dipergunakan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), sebab pada kuda-kuda pada atap bangunan tidak memakai kayu baru ataupun baja ringan,melainkan memakai kayu bekas,serta juga pemakaian campuran semen pada pondasi dan tembok tidak sesuai,sehingga bangunan baru dikerjakan sudah ada tambalan baru pada pondasi dan tembok", kata Ketua DPD Sumut LSM Pijar Keadilan Osborn Siahaan kepada Pelita Batak,Sabtu 12 Mei 2017..
 
 
Rekanan CV Ofra Martua diduga telah melanggar pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 mengenai tindakan melawan hukum untuk memperkaya diri. Sebab kegiatan yang sudah ditentukan fisiknya sesuai RAB, telah dikurangi volumenya,sehingga menimbulkan kerugian negara.
 
"Kita berharap kepada Tipikor Polres Tapanuli Utara agar mengungkap kasus tersebut, guna untuk penyelamatan uang negara, dan juga membuat efek jera kepada rekanan yang mengerjakan kegiatan berikutnya," kata Siahaan.
 
Sayangnya Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Tapanuli Utara Budiman Gultom, saat hendak dikonfirmasi, telepon selulernya tak aktif.
 
Kapolres Tapanuli Utara AKBP Dudus HD S.IK melalui Kasubbag Humas Polres Taput AIPTU Walpon Barimbing,saat dikonfirmasi seputar bangunan yang memakai bahan bekas mengatakan akan meninjau langsung Kantor Camat Sipahutar. JIka para rekanan yang mengerjakan kegiatan pemerintah yang tidak sesuai fisiknya pada RAB, maka akan ditindak secara hukum,"ujarnya.(FH) 
  BeritaTerkait
  • Dugaan Proyek Mark-Up Di Kabupaten Tapanuli Utara Harusnya Menjadi Perhatian Penegak Hukum

    4 tahun lalu

    Taput(Pelita Batak): Banyaknya dugaan proyek Mark-up di Kabupaten Tapanuli Utara diharapkan menjadi perhatian pihak penegak hukum. Ada indikasi terjadi praktek korupsi, sehingga menimbulkan kerugia

  • Kembangkan Inovasi 'Unit Reaksi Cepat Anti Kekerasan Anak dan Perempuan'

    4 tahun lalu

    Batu Bara (Pelita Batak) : Untuk ke tiga kalinya Bupati Batu Bara H OK Arya Zulkarnain SH MM meraih penghargaan Kepala Daerah Innovatif dari Koran Sindo tahun 2016 di Bandung, Jawa Barat. Sebelum nya Bupati Batu Bara meraih penghargaan Kepala Daerah Inov

  • Rencana Pembangunan Kawasan Danau Toba dan Peluang Masyarakat Adat Diseminarkan di Parapat

    4 tahun lalu

    Parapat (Pelita Batak): KSPPM, BAKUMSU, CAPPA dan Sajogyo Institute bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) dan Kantor Staf Presiden (KSP) menyelenggarakan seminar

  • BREAKING NEWS! Saber Pungli Polri OTT di Taput, Kepala Dinas Pendidikan Diangkut

    4 tahun lalu

    Taput (Pelita Batak) :Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara Drs Jamel Panjaitan tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Saber Pungli Polri dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli)

  • 2020, Gubsu Harus Lebih Fokus Pada Pembangunan Yang Pro Rakyat

    10 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):DPD Partai Demokrat Sumatera Utara (Sumut)  meminta Gubernur Sumut (Gubsu), Edy Rahmayadi  harus lebih fokus dalam  pembangunan Sumut yang pro rakyat pada tahun ang

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb