• Home
  • News
  • Polda Sumut Tembak Mati 3 Sindikat Narkoba Internasional
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 24 Agustus 2018 16:38:00

Polda Sumut Tembak Mati 3 Sindikat Narkoba Internasional

BAGIKAN:
aries |pelita batak
Pemaparan oleh Kapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto kepada awak media di RS Brimob Polda Sumut, Jumat (24/8)
Medan (Pelita Batak):
Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut kembali berhasil mengungkap kasus Narkoba sindikat jaringan Internasional.

Dalam upaya penangkapan yang dilakukan sejak Minggu (19/8) hingga Rabu (22/8) itu, sebanyak 6 tersangka dilumpuhkan dengan tembakan, sedangkan 3 diantaranya tewas ditembak mati.

Saat ditangkap, para pelaku berupaya melarikan diri. Sehingga 3 orang meninggal dan 3 lainnya dilumpuhkan dibagian kaki," ungkap Kapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto kepada awak media, RS Brimob Polda Sumut, Jumat (24/8).

Agus memaparkan ketiga tersangka yang tewas tersebut satu diantaranya diduga warga negara Malaysia. Masing - masing tersangka ialah MAA (47) warga Dusun Mesjid Kecamatan Suka Mulia Bendahara Aceh Tamiang, MZ (40) diduga warga Pulau Pinang, serta S (41) warga Serbelawan Simalungun.

MAA berperan sebagai pengatur masuknya Narkotika jenis sabu dari Malaysia ke Indonesia. Sedangkan MZ dan S berperan sebagai pembawa Narkotika jenis sabu dari Malaysia ke Indonesia,"jelasnya.

Sedangkan, tiga tersangka lainnya yang ditembak dibagian kaki, lanjut Agus, masing-masing berinisial MRl (32) warga Tanjung Keramat Kecamatan Bandar Mulia Aceh Tamiang, MAR (32) warga Kampung Besar Kecamatan Bandar Mulia Aceh Tamiang, serta Z (43) warga Tanjung Keramat, Kecamatan Bandar Mulia, Aceh Tamiang. Ketiganya berperan sebagai kurir penerima narkotika,"sebutnya.

Agus menerangkan penangkapan terhadap para tersangka bermula dari hasil pengembangan LP/978/VII/2018 SPKT tanggal 26 Juli 2018 berupa penangkapan narkoba jenis Sabu seberat 39 Kg di Jalan Lintas Medan Aceh yang dilakukan oleh Tersangka I dan ZA. Kemudian, dari penangkapan kedua tersangka itu didapatkan nama  MAA yang diketahui sebagai pengatur masuknya Narkotika jenis Sabu dari Malaysia hingg ke Indonesia.

Selanjutnya pada Minggu (19/8) pukul 16.00 Wib, Ditnarkoba Polda Sumut berhasil menangkap MAA di Simpang Opak Aceh Tamiang. Dari hasil introgasi yang dilakukan petugas kepadanya, diketahui bahwa masih ada Narkotika jenis Sabu dibawa oleh MZ dan S kedua tersangka WN Malaysia ke Indonesia melalui jalur Laut.

Selanjutnya sekitar pukul 17.20 Wib, dilakukan penangkapan terhadap MZ dan S di Jalan Lintas Medan - Aceh pasar buah Aceh Tamiang. Namun Narkotika jenis Sabu ternyata sudah diserahkan kepada MRI dan MAR yang akan dibawa ke Medan,"terangnya.

Berikutnya, ujar Agus, Senin (20/8) pukul 05.00 Wib, Polda Sumut akhirnya berhasil melakukan penangkapan terhadap MRI dan MAR pada saat keduanya akan menyerahkan sabu kepada Z di SPBU Besitang, Kabupaten Langkat dengan Barang Bukti Sabu seberat 9 Kg yang akan dikirim ke Medan atas perintah MAA. Usai penangkapan dilangsungkan, kepada ke 6 tersangka dan diboyong ke Polda Sumut.

Akan tetapi di dalam perjalanan tepatnya di jalan tol Binjai - Medan para pelaku berupaya melarikan diri. Sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur.

Personil telah memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali, tetapi mereka tidak menghiraukannya. Sehingga pelaku atas nama MAA, S dan MZ meninggal dunia, sedangkan yang lainnya terkena dibagian kaki,"ujarnya.

Dalam penangkapan tersebut, selain 9 Kg sabu, Polisi juga mengamankan Barang Bukti berupa 5 unit Handphone, 1 unit mobil Double Kabin bernopol BK 8397 CF serta 1 unit sepeda motor bernopol BL 3060 WBR.

Para tersangka ini akan dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 dan atau  Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 114 Ayat 2 dan atau Pasal 111 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Para tersangka diancam pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 Miliar dan paling banyak Rp 10 Miliar," pungkasnya.(Aries)
  BeritaTerkait
  • Gubernur akan Bentuk Satgas Penanggulangan Narkoba Terpadu

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi mengapresiasi kinerja polisi dan BNN dalam hal memberantas narkoba khususnya di Sumatera Utara.

  • Polisi Tembak Satu Tahanan Polda Sumut yang Kabur

    4 tahun lalu

    Tim gabungan Direktorat Intelkam, Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Direktorat Reserse Narkoba meringkus satu dari 11 tersangka yang kabur dari ruang tahanan Ditres Narkoba Polda Sumut.

  • Perdagangan Ilegal Satwa Liar Semakin Meningkat

    4 tahun lalu

    Menurut Kepala BBKSDASU, Dr Ir Hotmauli Sianturi, MSc.For, perdagangan ilegal satwa liar termasuk jenis trenggiling di Sumut semakin meningkat. "Tidak hanya skala domesrik, melainkan juga secara transnasional seiring perkembangan teknologi internet,&

  • Togar Sianipar : Jokowi Perlu Tiru Duterte Habisi Bandar Narkoba di Idonesia

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Mantan Kalakhar Badan Narkotika Nasional Komjen Pol (Purn) Togar Sianipar sangat mendukung jika Pemerintah Indonesia meniru cara Presiden Filippina Rodrigo Duterte membasmi

  • Gubernur Sumut: Ini Musuh Besar Kita !

    4 tahun lalu

    "Peredaran serta penggunaan narkoba semakin meningkat dan memprihatinkan. Kita tidak ingin generasi muda hancur yang akhirnya menghancurkan bangsa. Pengedar narkoba harus dibuat hukuman maksimal agar jera,"

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb