• Home
  • News
  • Polda Sumut Diminta Bergerak Cepat Tangan Kasus Oknum Anggota DPRD Tapsel
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 11 Juni 2021 19:23:00

Polda Sumut Diminta Bergerak Cepat Tangan Kasus Oknum Anggota DPRD Tapsel

BAGIKAN:
Saut Togi Ritonga | Pelita Batak
Polda Sumut Diminta Bergerak Cepat Tangan Kasus Oknum Anggota DPRD Tapsel

Padangsidimpuan (Pelita Batak) :

Penyidik Polda Sumatera Utara diminta bergerak cepat dalam menangani kasus anggota DPRD Tapanuli Selatan berinisial RS yang telah sah sebagai tersangka atas kasus penghalang-halangan tugas Polri dan perampasan telepon selular (HP).

“Jangan menghiraukan intervensi apapun dan kita minta penyidik poldasu kiranya segera melimpahkan kasus RS itu ke Jaksa Penuntut Umum."Ujar Ismail Marzuki Hasibuan dari Lembaga Bantuan Hukum Dalihan Natolu selaku kuasa hukum anggota Polri Sondang Sinaga di Padangsidimpuan, Kamis 10 Juni 2021.

Ismail menyebut dua perkara kliennya itu sudah begitu lama dilaporkan. Tepatnya pada tanggal 9 dan 11 November 2019. Bahkan Pegadilan Negeri Medan dalam putusan nomor 16/Pid.Pra/2021/PN.Mdn tanggal 27 April 2021 telah menolak Pra Peradilan yang diajukan oleh terlapor RS. Sehingga oknum anggota DPRD Tapsel itu sah sebagai tersangka atas dua perkara tersebut.

Mengenai RS dan kuasa hukumnya melaporkan penyidik Poldasu yang menangani perkara ini, Ismail menyebut itu hak mereka. Paling penting adalah penyidik jangan mau di intervensi dan perkara ini segera dilimpahkan ke jaksa.

“Proses pengujian penetapan status tersangka terhadap RS telah selesai berdasarkan putusan Pra Peradilan di PN Medan. Dua laporan itu dinyatakan naik sekaligus dan RS sebagai tersangkanya,” jelas Ismail.

Kemudian berdasarkan putusan Pra Peradilan tersebut, esensinya perkara ini tidak perlu digelar lagi. “Terkait ada saksi yang mencabut keterangannya di BAP, itu nanti saja di persidangan dan tidak lagi masuk dalam proses penyidikan,”ujarnya.

Dijelaskan Ismail, atas permintaan mereka, kedua laporan tersebut telah ditarik Polda Sumut dari penyidikan Polsek Batangtoru (perkara menghalangi-halalangi petugas) dan dari Polres Tapsel (perkara perampasan HP).

“Dua kasus ini satu kesatuan karena pelaku, lokasi dan waktunya sama. Kita minta agar ditarik dan ditangani Polda Sumut, karena perkara ini bagian dari tindak premanisme dan saat itu Kapolri tengah gencar membasmi premanisme,” katanya.

Sebelum menarik penanganan dua laporan itu, Poldasu terlebih dahulu melakukan gelar pekara. Selanjutnya diterbitkan SPDP, kedua perkara ini ditarik dan disidik sekaligus oleh Poldasu. Hasil penyidikan itu kemudian menetapkan RS sebagai tersangka.

Ditanya mengenai adanya saksi yang mencabut keterangan di BAP, Ismail menyebut nanti akan kelihatan di persidangan. Karena sebelum memberi kesaksian, saksi akan di sumpah sesuai agama dan kepercayaannya.

“Para saksi itu mencabut keterangan setelah Pra Peradilan diputuskan. Padahal salah satu pertimbangan hakim PN Medan dalam memutuskan RS sah sebagai tersangka, itu karena adanya keterangan para saksi tersebut,” terang Ismail.

Untuk diketahui, RS anggota DPRD Tapsel dilaporkan ke Polisi karena menghalang halangi tugas anggota Polri, Sondang Sinaga, yang membawa tersangka dan barang bukti pencurian buah sawit dari kebun PT. SKL di Kecamatan Muara Batangtoru pada  Jum'at (8/11/2019).

Di jalan raya depan rumahnya, RS menghentikan truk yang dibawa Sondang Sinaga dan memerintahkan agar dimasukkan ke pekarangan rumahnya. "Masukkan, masukkan ke dalam," katanya dengan suara keras.

Sondang Sinaga tidak mau menurutinya. Kemudian RS mendekat dan menggedor pintu sebelah sopir, sembari terus memerintahkan agar truk dimasukkan ke pekarangan rumahnya.

"Klien kami menanyakan siapa dia dan kenapa main perintah begitu saja, karena truk ini barang bukti yang akan dibawa ke Polsek Batangtoru. Saat itulah RS menyebut nama dan jabatannya sebagai anggota DPRD Tapsel," kata Ismail.

Sondang Sinaga menjelaskan bahwa dia anggota Polri yang sedang bertugas mengamankan tersangka dan barang bukti pencurian. RS tidak peduli, bahkan merampas dan tidak mau mengembalikan HP yang digunakan merekam kejadian tersebut. 

Atas kejadian itu, Sondang Sinaga melaporkan RS ke Polres Tapsel sesuai Laporan Polisi No. LP/274/XI/2019/TAPSEL/SUMUT tanggal 9 November 2019 dan ke Polsek Batangtoru No. LP/113/XI/2019/TPS-TORU/TAPSEL/SUMUT tertanggal 11 November 2019.(STR)

  BeritaTerkait
  • Sutrisno Pangaribuan, ST: Darurat Kekerasan Terhadap Wartawan di Sumut

    4 tahun lalu

    Medan(Pelita Batak): Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan, ST mengatakan belum lama berselang terjadi kekerasan terhadap wartawan di kantor Gubernur Sumatera Utara. Kemarin malam terjadi lagi ke

  • Pemprov Sumut Diminta Segera Ambil Alih Lahan di Bandung

    5 tahun lalu

    Santer disorot publik Sumut kini adalah adanya tanah seluas 3.000 meter persegi, di jalan Batu Tulis III, Kelurahan Batu Nunggal, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, yang terdaftar sebagai aset pemerintah provinsi Sumut. Terkait tanah ini, Komisi C menda

  • Junimart Girsang : Kasus OTT di Polrestabes Medan Tak Bisa Dihentikan

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Anggota Komisi III DPR RI Junimart Girsang dari Fraksi PDIP/Wakil Ketua Mahkamah Dewan Kehormatan menjelaskan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT), saya sangat mengapresiasi kiner

  • Pra Peradilan Oknum DPRD Tapsel Ditolak, Poldasu Diminta Tangkap Tersangka RS

    2 minggu lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) :Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara diminta segera melakukan penangkapan dan penahanan terhadap oknum anggota DPRD Tapanuli Se

  • Ini Dia Irjen Pol. Arman Depari yang Berpengalaman di Reserse

    5 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Sejumlah nama perwira tinggi kepolisian dikabarkan masuk dalam bursa calon Kabareskrim. Satu di antara yang disebut-sebut adalah Irjen Polisi Arman Depari. Setidak

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb