• Home
  • News
  • Polda Sumut Diduga Tertutup Terkait Kasus OTT di Polrestabes Medan
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 08 Agustus 2018 17:03:00

Polda Sumut Diduga Tertutup Terkait Kasus OTT di Polrestabes Medan

BAGIKAN:
Aries Fernando Manalu|pelitabatak
Medan (Pelita Batak):
Polda Sumut dinilai sangat tertutup kepada awak media terkait kedua penyidik Unit V/Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan yang diperiksa tim Satgas Saber Pungli Plt Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan RI dibawah komando Kombes Pol Yusran Cahyo, Jumat (3/8) sekira pukul 19.30 Wib. 

Dari kedua yang diperiksa oleh 
Plt Kemenko Polhukam di Unit V/Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan, hanya satu orang yang dibawa ke Polda Sumut Brigadir ASM di ruang Idik V/Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan di lantai II, Jalan HM. Said Nomor 1 Medan. 

Pantauan awak media dilapangan, Rabu (8/8), Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi  Direktur Reskrimsus Polda Sumut  Kombes Pol Toga Habinsaran Panjaitan dan Kasubdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Doni Sembiring mendatangi kantor Polrestabes Medan di Jalan HM. Said Nomor 1 Medan. 

Ketika awak media wawancara, Rabu (8/8) sekira pukul 14.00 Wib, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw, mengarahkan ke Kabid Humas Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, namun Tatan  menghindar dari konfirmasi awak media tersebut.

Namun awak media mencoba menanyakan kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto terkait penyidik unit V/Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan yang ditangkap di ruang Idik V/Ekonomi, namun Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yuda Prawira langsung menarik tangan salah satu wartawan Mimbar Umum, agar awak media tidak bisa wawancara dengan Kapolrestabes Medan. 

Informasi dihimpun awak media terungkapnya Praktik Pungli yang dilakukan oknum Polri Polrestabes Medan berawal dari adanya laporan Dumas tentang Pungli yang diterima Satgas Saber Pungli Kementerian Koordinator Bidang Pilitik Hukum dan Keamanan RI, bahwa UD Forsindo Jaya Equiment yang beralamat Jalan Aksara Nomor 73 B Medan kerap didatangi oleh oknum personil Unit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan.

Untuk membuktikan praktik Pungli tersebut, salah seorang petugas Kemenko Polhukam RI menyamar sebagai Humas UD Forsindo Jaya Equipment dan petugas menemui Brigadir ASM untuk menanyakan berapa lagi biaya bulanan yang harus dibayarkan UD Forsindo Jaya Equipment. Namun ASM tidak mengetahui jumlah uangnya dan menyarankan petugas untuk bertanya langsung kepada DMS sebagai penyidik pembantu anggota Unit Ekonomi Polrestabes Medan. 

Tak ingin membuang waktu dan merasa pembicaraan sudah jadi alat Bukti yang kuat tim Satgas Saber Pungli Kementerian Koordinator Bidang Pilitik Hukum dan Keamanan RI langsung mengeluarkan surat perintah tugas yang membuktikan dirinya merupakan dirinya merupakan Anggota Pokja Penindakan Satgas Saber Pungli.

Kemudian, petugas meminta Brigadir ASM dan Aiptu MS untuk mengeluarkan uang yang telah diserahkan Marketing UD Forsindo Jaya Equipment sebagai uang pengeluaran 3 unit barang berupa 1 unit Mesin Mixer merek Getra dan 1 unit Box Pendingin dan Pemanas merek Getra yang diduga tidak ber SNI dan berbahasa Indonesia. Akhirnya Brigadir ASM tidak dapat mengelak lagi dan perbuatannya diakui olehnya. Karena ASM mengeluarkan plastik yang didalamnya berisi uang yang diterima Zulfirman Ghozali sebesar Rp 20 juta dengan rincian Rp 190 lembar uang pecahan Rp 100 ribu dan 20 lembar uang pecahan Rp 50 ribu. 

Selanjutnya, Brigadir ASM dan Barang Bukti yang diamankan oleh Satgas Saber Pungli pusat, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di ruangan Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut.

Dalam praktik Pungli ini, oknum Polri yang tinggal di Jalan Kawat II Nomor 107, Lingkungan XV, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli. ASM akan dijerat dengan pasal 12 huruf (e) atau pasal 11 UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidan Korupsi Jo pasal 64 ayat (1) KHUPidana.

Barang Bukti yang diamankan dari oknum Polri tersebut yakni 1 Eksampler Dokumen Laporan Polisi Nomor : Lp/73/VIII/2018/Restabes Medan/Res tanggal 2 Agustus 2018 yang belum ditandatangani oleh 1 surat tanda penerimaan Barang atas nama Zulfirman Gohzali. 

Sementara 1 lembar surat perintah tugas yang belum ditandatangi, 1 lembar surat perintah penyidikan yang belum ditandatangani, 1 eksamplar surat berita acara interogasi Zulfirman Gohzali yang belum ditandatangani oleh penyidik pembantu Brigadir DMS dan 2 lembar surat mohon penjelasan dam leterangan belum ditandatangi
 
Kemudian, Barang Bukti berbentuk barang dan uang antara lain 1 unit Handphone Galaxy S5 dan uang tunai yang dibungkus dengan plastik warna abu - abu.

Ketika dihubungi melalui via seluer, Minggu (5/7) siang, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja belum mendapat data dari Satker yang mengamankan. "Nanti saya akan tanyakan kepada Satker tersebut," kata mantan Wakapolrestabes Medan ini.(Aries)
  BeritaTerkait
  • Junimart Girsang : Kasus OTT di Polrestabes Medan Tak Bisa Dihentikan

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Anggota Komisi III DPR RI Junimart Girsang dari Fraksi PDIP/Wakil Ketua Mahkamah Dewan Kehormatan menjelaskan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT), saya sangat mengapresiasi kiner

  • Terungkap, Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Warga Jalan Jangka Ayahanda

    2 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Identitas terduga pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, terungkap. Terduga pelaku bernama Rabbial Muslim Nasution.Informasi yang diterima, Rabbial merupakan

  • Timsus Dibentuk Kejar Pelaku Penembakan Pengusaha Airsoft Gun

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Polrestabes Medan membentuk tim khusus untuk mengejar dan mengungkap motif penembakan yang menewaskan pemilik toko Kuna Air Rifle & Air Soft Gun, Indra Gunawan alias Ku

  • Ditembak, Penembak Pemilik Toko Air Soft Gun Diringkus

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Tim gabungan Polda Sumut dan Polrestabes Medan menangkap tujuh pria diduga pelaku pembunuhan terhadap Indra Gunawan alias Kuna (45),  pemilik toko "Kuna Air Rifle

  • Terkait Kasus Mangkrak Bupati Simalungun, KPK Kordinasi dengan Polri

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan berkoordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung, untuk menelusuri kasus dugaan korupsi menyangkut B

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb