• Home
  • News
  • Pimpinan PGI Bertemu dengan Presiden RI Bahas Intoleransi dan Berbagai Isu
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 18 Januari 2017 13:50:00

Pimpinan PGI Bertemu dengan Presiden RI Bahas Intoleransi dan Berbagai Isu

BAGIKAN:
Ist
PGI
Jakarta(Pelita Batak): Presiden Jokowi didampingi Mensesneg, Pratikno, menerima pimpinan PGI yang terdiri dari Ketua Umum (Pdt Henriette Lebang), Sekretaris Umum (Pdt Gomar Gultom), dan Ketua (Pdt Albertus Patty) di Istana Negara, Jakarta, Rabu 18 Januari 2017.
 
"Berbagai bentuk aksi intoleransi dan pemaksaan kehendak yang marak terjadi belakangan ini adalah akibat dari sebuah proses panjang yang selama ini tak begitu dirasakan. Fenomena Nopember-Desember lalu adalah akibat dari pembiaran yang panjang, terutama di sisi ketimpangan ekonomi", kata Jokowi ketika menyambut kehadiran pimpinan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).
 
Lebih lanjut, Presiden berkata, "Kita sekarang ini melihat gerakan radikalisme yang dilakukan oleh organisasi-organisasi yang difasilitasi demi kepentingan politik tertentu. Oleh karena itu, kami meminta kepada Pimpinan PGI untuk menyampaikan kepada umat, bahwa pemerintah kini berupaya mengendalikan keadaan. Organisasi-organisasi yang meresahkan akan ditindak. Sudah ada langkah-langkah yang ditempuh dan yang masih dipersiapkan. Jangan ada anggapan pemerintah takut atau tidak melakukan apa-apa. Proses hukum satu demi satu sudah dimulai. Ketika menyangkut eksistensi kita sebagai bangsa, ini masalah serius,  dan harus kita selesaikan. Kita hanya menunggu momentum yang tepat."
 
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden untuk meresponi keprihatinan yang diungkapkan oleh Pimpinan PGI dengan maraknya aksi-aksi intoleransi dan politisasi agama, yang mengganggu bukan saja hubungan antar agama, tapi sudah menciderai konstitusi. PGI juga menyampaikan keprihatinan dengan kecenderungan memaksakan kehendak lewat pengerahan massa, sebuah kecenderungan yang kalau dibiarkan akan menghambat upaya penegakan hukum. 
 
Di awal percakapan, Ketua Umum PGI, Pdt Dr Henriette Lebang mengapresiasi capaian dua tahun pemerintahan Jokowi-JK yang telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, dibandingkan masa-masa sebelumnya, seperti pertumbuhan ekonomi di tengah perlambatan ekonomi dunia, pembangunan infrastruktur yang merata dan langkah-langkah penertiban menuju tata pemerintahan yang lebih hemat, efisien dan transparan, serta pemangkasan beragam regulasi yang berbelit di bidang ekonomi. 
 
Lebang juga menghargai langkah-langkah dan pendekatan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi berhubung dengan masalah yang berkembang akhir-akhir ini terkait issu penodaan agama dan aksi-aksi yang mengikutinya. Menurutnya, gereja-gereja di Indonesia tetap mendoakan dan mendukung langkah-langkah Presiden, Wapres dan Kabinet dalam upaya melindungi segenap warga serta mencerdaskan dan menyejahterakan masyarakat
 
Pada bagian lain, Pdt Albertus Patty, salah satu Ketua PGI, menyatakan keprihatinan atas pola pendidikan di sekolah yang belakangan ini menjadi sangat segregatif. Olehnya, menurut Patty, betapa perlunya penggalian kembali nilai-nilai Pancasila dan pendidikan multikulturalisme dikembangkan di sekolah-sekolah. 
 
Hal ini disambut baik oleh Presiden Jokowi dengan mengatakan, "Sudah saatnya pendidikan dibebaskan dari paham-paham sektarian dan pemaksaan simbolik-simbolik keagamaan. Olehnya pendidikan budi pekerti dan nilai-nilai kesantuanan akan segera dimulai".
 
Masalah lain yang dibicarakan adalah masalah penyelesaian pelanggaran HAM masa lampau, khususnya yang terjadi di Papua. Secara khusus Pdt Gomar Gultom, Sekum PGI, menyebutkan penyelesaian masalah-masalah HAM Papua yang masih mengambang hingga kini. Tim bentukan Menkopolhukam yang pada waktu lalu sudah mulai bekerja hingga kini tak kunjung usai, termasuk masalah Paniai dan lain-lain. 
 
Terhadap hal ini, Presiden mencatat dan berjanji akan menindak-lanjutinya. "Dengan menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu, akan tercipta rasa aman di kalangan penduduk dan penyeleain tuntas masalah ini akan mencegah kejadian berulang", imbuh Ketum PGI.
 
Pada bagian akhir percakapan, Pdt Gomar Gultom mengangkat masalah RUU PUB yang muatannya masih memerlukan kajian mendalam, karena bukannya menjamin kebebasan beragama yang diamanatkan oleh konstitusi, tetapi malah memuat pembatasan-pembatasan. 
 
"Yang kita butuhkan adalah pengaturan, bukan pembatasan, demi terjaminnya kebebasan beragama!", ungkap Pdt Gomar Gultom. Dalam percakapan ini, PGI dan Presiden sepaham, pembahasan issu sensitif seperti RUU PUB ini belum saatnya dilakukan di DPR, dalam konstalasi politik seperti sekarang ini.(R2)
  BeritaTerkait
  • Ketua Wantimpres Bertemu Dzulmi Eldin, Ini yang Mereka Bahas!

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc melakukan kunjungan ke Pemko Medan Kamis (23/8). Kedatangan Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc bersama Tim Kajian ini

  • Konsolidasi Kepemimpinan Polri dan Makna Reformasi Polri Terhadap Nawacita

    3 tahun lalu

    Oleh : Firman Jaya Daeli (Mantan Tim Perumus UU Polri Dan Anggota Komisi Politik & Hukum DPR-RI)Institusi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Prof. Tito Karnavian, MA, Ph.D sudah sem

  • Target 80 Persen Kemenangan Jokowi-Ma, N4J Batubara Rapatkan Barisan

    3 tahun lalu

    Simpang Dolok (Pelita Batak):Perolehan suara pasangan Jokowi-Jusuf Kalla pada pilpres 2014 di Batubara hanya 53 persen, untuk itu di Pilpres 2019, harus mencapai 80 persen. Demikian tekad Dewan Pengur

  • Pemajuan Kepulauan Nias : Penataan Samudera Indonesia dan Pesisir Pantai Barat Indonesia

    2 tahun lalu

    pelitabatak.com - Sebuah acara penting dan strategis diselenggarakan di Kabupaten Nias Barat, Kepulauan Nias (Kepni), Sumatera Utara (Sumut). Acara ini bertajuk sekaligus bertemakan "Festival Pesona A

  • Buka WPF ke-6, Jokowi: Keragaman Membuat Indonesia Bersatu

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Indonesia adalah bangsa dan negara yang terdiri dari ratusan suku bangsa, bermacam agama, negara yang kaya keanekaragaman.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb