• Home
  • News
  • Peringati Hari Anak Nasional 2016 Pemkab Sergei Adakan Seminar Sekolah Ramah Anak
KSP Makmur Mandiri
Senin, 22 Agustus 2016 12:39:00

Peringati Hari Anak Nasional 2016 Pemkab Sergei Adakan Seminar Sekolah Ramah Anak

BAGIKAN:

Pelita Batak:
Bagian Hukum Setdakab Serdang Bedagai bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan KB Pemkab Serdang Bedagai, PUSHAM UNIMED, HaRI, Fitra Sumut, BAKUMSU, SOI, dan Perempuan Indonesia Berbagi menyelenggarakan kegiatan bersama dalam memperingati HaRI Anak Nasional 2016.


Kegiatan tersebut dibingkai melalui Seminar Nasional "Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Serdang Bedagai" yang akan diselenggarakan pada Senin, 22 Agustus 2016, pada pukul 08.30 – 14.00 Wib di Aula Sultan Serdang – Pemkab Serdang Bedagai, Sei Rampah, Serdang Bedagai.

dalam relis yang diterima Pelita Batak, Fery Apriansyah Pohan menyampaikan bahwa "Fakta dunia pendidikan di Indonesia dalam lima tahun terakhir diwarnai oleh berbagai tindak kekerasan yang terus terulang dan dialami oleh anak atau siswa, baik dilakukan oleh guru/tenaga pendidik maupun oleh siswa sendiri. Kekerasan tidak hanya dalam bentuk fisik tapi juga psikhis dan seksual, baik dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Data KPAI menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak meningkat setiap tahunnya. Data 2011 sebanyak 4.356 kasus, 2012 sebanyak 7.024 kasus, 2013 sebanyak 8.622 kasus, 2014 sebanyak 10.132 kasus, 2015 sebanyak 8.618 kasus. KPAI menyebutkan bahwa ruang pendidikan masih menempati nomer 3 kategori tempat rentan di mana terjadi kekerasan terhadap anak, setelah ruang penegak hukum dan keluarga".


Wina Khairina menyampaikan pendapatnya bahwa "Banyak sekolah masih belum menjadi tempat yang aman dan ramah bagi anak. Pola-pola pembelajaran yang mengedepankan kekerasan karena alasan untuk mendisiplinkan  masih menjadi cara yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Anak yang masih belum dewasa masih dalam pencarian identitas diri. Keinginan yang tinggi untuk diakui keberadaanya dan didengar oleh lingkungan sekitar, masih belajar dari meniru dan menduplikasi contoh sosok guru/pembimbingyang di lihatnya, maupun menyerap informasi yang di perolehnya membutuhkan ruang yang aman dan ramah bagi anak. Tuntutan menciptakan generasi muda yang mampu memenuhi tuntutan global seperti SDGs mengharuskan dunia pendidikan khususnya sekolah untuk lebih inklusif (melibatkan)  siswa dan membekali siswa bukan hanya aspek keilmual saja, namun juga membekali dengan karakter dan nilai-nilai nasionalis, toleransi, non diskriminasi, anti kekerasan dan saling menghormati bukan hanya guru dan orang tua, tetapi juga rekan sebayanya. Karenanya mendorong tersedianya Sekolah Ramah Anak atau Child Friendly School (CSF) ini adalah tanggung jawap pemerintah yang harus didukung para pihak".

Untuk mendiskusikan hal tersebut, Rurita Ningrum menyampaikan bahwa "Kolaborasi kegiatan ini menjadi sangat penting. Melalui kegiatan ini, tersedia ruang bagi apresiasi dan testimoni atas 10 sekolah yang sudah di inisiasi oleh Pemkab Serdang Bedagai menjadi Sekolah Ramah Anak di Serdang Bedagai. Penting juga ada ruang bersama bagi para pihak baik Pemkab, Legislatif, Sekolah, NGO untuk mendiskusikan, menyediakan dan melanjutkan pendidikan yang ramah anak di Serdang Bedagai. Harapannya melalui kegiatan ini akan ada kesadaran pemerintah secara lebih luas dalam menyelenggarakan pendidikan berbasis HAM di sekolah-sekolah di Sumatera Utara. Kita bisa belajar dari model yang di kembangkan oleh Pemkab Serdang Bedagai".

Fery kembali menyampaikan bahwa "Kegiatan ini akan menghadirkan narasumber nasional antara lain Saur Tumiur Situmorang (Komnas HAM), Majda El Muhtaj (PUSHAM Unimed), Fery Apriansyah Pohan (Bagian Hukum Setdakab Serdang Bedagai), serta testimoni dari guru dan siswa yang sudah mengikuti kegiatan yang di inisiasi oleh Pemkab Serdang Bedagai sejak tahun 2015.(TAp/rel)

  BeritaTerkait
  • Melalui Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan Menuju Humbang Hasundutan Hebat dan Bermentalitas Unggul

    tahun lalu

    PendahuluanKITA patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kini Kabupaten Humbanghasundutan usianya mencapai 16 Tahun setelah terbentuk menjadi daerah pemekaran otonomi daerah baru salah satunya di I

  • Persiapan Festival Danau Toba di Taput Dimantapkan

    4 tahun lalu

    Tarutung (Pelita Batak) :Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) terus bersiap dan mematangkan segala kelengkapan untuk pelaksanaan Festival Danau Toba (FDT) tahun 2016. Dimana Taput menjadi tuan rumah Festival Danau Toba (FDT) 2016, yang akan diselen

  • Alih Subsidi SMA, Guru Ngaji dan Pendeta di Purwakarta Bakal Digaji Pemerintah

    4 tahun lalu

    Purwakarta (Pelita Batak) : Terobosan baru, untuk mendukung program revolusi mental berlandaskan nilai-nilai keagamaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta menyiapkan anggaran Rp10 miliar untuk 582 guru ngaji, pendeta dan guru agama lain dari lima a

  • Akhyar Nasution Diskusi Bersama Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesian

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Sistem pengelolaan perpustakaan sekolah di Kota Medan perlu kita tingkatkan untuk menghadapi tantangan luar biasa bidang pendidikan di era digital saat ini de

  • Ini Nama-nama Pemenang Jambore Kader PKK Kabupaten Humbahas

    4 tahun lalu

    Doloksanggul(Pelita Batak):Gerakan PKK adalah gerakan nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah, pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat menuju terwujudnya keluarga yang b

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb