• Home
  • News
  • Pengusutan Dana Desa di Desa 'Hantu', ORI dan Polda Sumut Sudah Berkoordinasi
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 13 November 2019 14:40:00

Pengusutan Dana Desa di Desa 'Hantu', ORI dan Polda Sumut Sudah Berkoordinasi

BAGIKAN:
Ist|pelitabatak
Abyadi Siregar
Medan (Pelita Batak):
Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sumatera Utara mengapresiasi respon cepat Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto dan jajarannya dalam menyikapi kasus dugaan pengucuran dana desa ke desa-desa yang tidak berpenghuni yang ada di Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat.

"Ya, Alhamdulillah, Polda Sumut sudah merespon kasus yang diungkap Ombudsman RI soal dana desa. Tadi pagi, tim penyidik dari Tipikor Poldasu sudah datang ke Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumut untuk koordinasi. Kita apresiasi respon cepat Pak Kapolda dan Wakapolda serta jajarannya," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar, saat menjawab pertanyaan wartawan, Rabu (13/11/2019).

Abyadi menjelaskan, koordinasi tersebut dalam rangka mendapatkan data-data terkait dengan pengucuran dana desa ke desa desa yang tidak ada penghuninya di kawasan Kecamatan Sirombu, Nias Barat. Dan, yang paling penting lagi adalah, terkait dengan adanya rekomendasi Sekda Nias Barat ke Dinas Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk menerbitkan IMB pembangunan sarana olahraga milik Desa Kafokafo di Desa Sirombu. Padahal, sarana olahraga itu dibiayai dana Desa Kafokafo. Tapi justru dibangun di Desa Sirombu.

Dari respon cepat Poldasu dan jajarannya itu, Abyadi Siregar optimis kasus permainan dana desa ini akan segera terungkap dan bisa dibongkar. "Kita optimis, kasus dugaan permainan dana desa yang selama ini heboh di Indonesia, akan dibongkar dari Provinsi Sumut. Kita tunggu saja," kata Abyadi Siregar.

Abyadi Siregar mengatakan, dengan terungkapnya kasus ini, diharapkan, akan dapat diselamatkan uang negara dengan jumlah yang tidak sedikit. "Bayangkan saja, selama ini satu desa minimal dapat dana desa Rp 700 juta lebih setiap tahun. Itu angka minimal. Berapa desa yang dikucurkan di Nias Barat. lumayan banyak," kata Abyadi Siregar, sembari berharap semoga persoalan ini segera bisa terungkap.

Di sisi lain, Abyadi berharap, kasus di Nias Barat ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk membongkar permainan dana desa yang selama ini terjadi. Misalnya, harus diusut kenapa desa desa yang tidak layak dapat dana desa diusulkan sebagai penerima dana desa? 

"Siapa saja pejabat yang mengusulkan itu? Mulai dari Kades, Camat, Sekda atau Bupati dan sebagainya. Dan, apakah ada juga peran pejabat di Pemprov Sumut dalam pengusulan desa penerima dana desa? Ini semua harus dibongkar," pinta Abyadi Siregar, dengan nada bertanya. (*)
  BeritaTerkait
  • Menelusuri Liku-liku Jalan di Bonapasogit dan Merajut Semangat Leluhur

    3 tahun lalu

    Pulang ke kampung saya, Sigolang di lereng pebukitan Bukit Barisan di deretan Tapanuli Selatan sangat berkesan. Keberangkatan kali ini, diawali dihari Kamis, tanggal 27 April 2017 dengan bangun san

  • Senggolan, Bus PMH Tabrak Masjid, Dua Penumpang Tewas

    3 tahun lalu

    Labusel (Pelita Batak) : Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Dusun Asam Jawa, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel),  Kamis (8/9/2016).

  • Saat Demo, Satu Orang Pengungsi Sinabung Meninggal Dunia di Kantor Bupati Karo

    3 tahun lalu

    Kabanjahe(Pelita Batak): Sekitar 300 masyarakat korban erupsi Gunung Sinabung asal Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) melakukan demo ke Kantor Bupati setempa

  • Taufan: Asahan Milik Gubernur Sumut

    3 tahun lalu

    Kisaran (Pelita Batak) : Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang menegaskan bahwa Kabupaten Asahan milik Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Tengku Erry Nuradi. Sebagaimana pasangan Gatot-Tengku Err

  • Dua Oknum Polisi yang Diduga Cabuli Gadis Remaja Sudah Ditahan

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Kapolres Nias AKBP Bazawato Zebua mengatakan, dua oknum polisi dan seorang warga sipil yang diduga melakukan pemerasan dan pemerkosaan terhadap SZ (16) di Nias telah ditaha

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb