• Home
  • News
  • Pembenahan Geopark Kaldera Toba Dikebut, Kejar Ketertinggalan
KSP Makmur Mandiri
Senin, 05 Juni 2017 18:37:00

Pembenahan Geopark Kaldera Toba Dikebut, Kejar Ketertinggalan

BAGIKAN:
TAp|PelitaBatak
Ketua Kelolpok Pakar Geopark Kaldera Toba, Dr RE Nainggolan MM saat memberikan tanggapan dalam rapat
Medan (Pelita Batak) :
Tim percepatan pengusulan Geopark Kaldera Toba menuju Global Geopark Network Unesco terus mengejar pengerjaan pembenahan sesuai dengan rekomendasi tim Unesco. Gerak cepat tim dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat luas sangat dibutuhkan.

Khususnya dalam penyesuaian dossier dengan kondisi di lapangan. Bukan hanya berhenti di sana, namun lebih kepada perwujudan sebuah kawasan geopark yang dikelola dengan manajemen dan hasilnya berdampak kepada masyarakat sekitar.

Seperti disampaikan Ketua Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba, Alimin Ginting dalam Rapat Perumusan Langkah Percepatan Tindak Lanjut Rekomenasi Unesco dalam Penyusunan Dossier Geopark Kaldera Toba Menuju Unesco Global Geopark di ruang Beringin lt VIII Kantor Gubernur Sumut, Jl Diponegoro Medan, Senin (5/6/2017).

"Dikatakan sebuah kawasan taman bumi, ketika sumberdaya alam yang yang maha dahsyat dikelola dengan benar dan memberikan dampak kepada masyarakat sekitar," ujar Alimin.

Karena menurutnya, assesor dari Unesco juga ingin melihat dampak yang sudah terjadi di lokasi geosite. Dimana Kaldera Toba difokuskan pada empat geoarea dan 16 geosite.

Dalam rapat yang dipimpin Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumut Hidayati itu, juga hadir Ketua Kelompok Pakar Geopark Kaldera Toba Dr RE Nainggolan MM, yang juga menekankan agar tim bekerja ekstra. Mengingat waktu yang terus berjalan.

Dia menegaskan, agar Wakil Gubernur Sumut selaku pelaksana harian tim percepatan untuk langsung turun ke kabupaten yang ada di kawasan Danau Toba. Melakukan pemetaan penataan yang perlu dilakukan. Sehingga masing-masing memahami apa yang harus dilakukan.

Dengan demikian, diharapkan akan bisa secara paralel berjalan antara pembenahan di lapangan dan pengerjaan dossier yang akan diajukan pemerintah pusat ke Unesco. Hal itu juga diamini oleh anggota Kelompok Pakar lainnya, Mauritz Pasaribu.

Hadir dalam rapat Kepala Dinas Perhubungan Sumut Anthony Siahaan, perwakilan dinas pariwisata dan yang lainnya. (TAp)
  BeritaTerkait
  • Kelompok Pakar GKT : GM dan Segenap Jajaran Harus Berjuang Keras agar Kawasan Danau Toba Masuk Unesco Global Geopark (UGG)

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Proses pengusulan Kawasan Danau Toba menjadi Unesco Global Geopark sedang berlangsung. Harapan untuk bergabung menjadi bagian dari taman bumi dunia semakin optimis setelah tim ass

  • Menunggu Karnaval Khatulistiwa di Danau Toba

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) Cerita “Super Volcano Geopark” Danau Toba yang sempat menggemparkan dunia 75 ribu tahun silam lewat ledakan dahsyatnya bakal “terulang.” Kalau zaman

  • Kelompok Pakar Sarankan Kabupaten Sekawasan GKT Agar Bina Kelompok Masyarakat Bidang Seni, Budaya dan Pementasannya

    11 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Pemerintah melalui Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BP GKT) berkordinasi dengan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumut, harus terus melakukan upaya konservasi

  • Jelang Rapat Counsil APGN, Sumut Optimis GKT Masuk Global Geopark Network

    10 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Rapat Counsil Asia Pasifik Geopark Network (APGN) akan digelar di Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 2-6 September 2019. Dossier Geopark Kaldera Toba (GKT) dijadwalk

  • Geopark Kaldera Toba Kembali Diajukan ke Unesco

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Ketua Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BP GKT), Alimin Ginting mengatakan geopark kaldera toba harus terus berbenah sekaitan dengan rencana pengajuan kembali sebagai Global Geopark Network ke Unesco.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb