• Home
  • News
  • Pelaku Usaha Parekraf Harus Gunakan Dana Hibah Sesuai Aturan
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 27 Januari 2021 20:19:00

Pelaku Usaha Parekraf Harus Gunakan Dana Hibah Sesuai Aturan

BAGIKAN:
IST | Pelita Batak
Medan (Pelita Batak):
Dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tengah pandemi Covid-19, Pemko Medan melalui Dinas Pariwisata Kota Medan memberikan dana hibah kepada para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Kota Medan. Adapun dana hibah sebesar Rp. 24,4 Milyar tersebut berasal dari dana bantuan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia guna mendongkrak sektor pariwisata di Indonesia termasuk Kota Medan.

Demikian terungkap dalam kegiatan Penegasan Penggunaan Dana Hibah Pariwisata Kota Medan Tahun 2020 di Aula Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Medan, Jalan Adinegoro, Rabu (27/1). Selain itu, acara juga dirangkai dengan penerangan/penyuluhan hukum bagi pelaku usaha Parekraf dalam pembuatan pelaporan dana hibah.

Kegiatan yang dihadiri langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan Teuku Rahmatsyah SH MH, Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono, Kepala BPKAD T Ahmad Sofyan dan perwakilan dari Inspektorat Kota Medan tersebut bertujuan memberikan penekanan dan penegasan kepada pengelola usaha Parekraf di Kota Medan yang menerima dana hibah untuk menggunakan bantuan tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan dalam rangka PEN. Dengan harapan, guna menghindari terjadinya permasalahan di waktu mendatang.

Dalam laporannya, Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono mengatakan Pemko Medan menerima dana hibah pariwisata dari Kemenparekraf RI sebesar Rp.24,4 Milyar. Kemudian, lanjut Agus, dana hibah dibagikan kepada 65 hotel dan 158 usaha kuliner (cafe, restoran dan rumah makan) dengan sejumlah syarat dan ketentuan yang berlaku di antaranya usaha berjalan aktif dan membayar pajak tahun 2019.

"Dana hibah yang kita terima, dibagikan secara proporsional. Dengan besaran angka untuk hotel sebesar Rp.16, 1 M dan usaha kuliner menerima sebesar Rp. 8,3 M. Tentunya, pelaku usaha Parekraf yang memenuhi syarat saja yang dapat menerima dana hibah tersebut," kata Agus.

Di hadapan pelaku usaha Parekraf yang hadir, Agus mengingatkan agar dana hibah yang diterima akhir tahun 2020 lalu tersebut , benar-benar digunakan dalam rangka PEN sesuai dengan ketentuan dan peruntukan yang diberlakukan oleh pemerintah di sektor pariwisata.

"Secara tegas dana hibah digunakan dalam mendukung keberhasilan pariwisata lewat CHSE (Cleanliness/kebersihan, Health/kesehatan, Safety/keamanan dan Environtment/ramah lingkungan). Lalu, untuk keperluan dan kepentingan pegawai lokasi usaha, pemberian diskon dan operasional. Semua ketentuan sudah jelas sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang ditandatangi bersama. Artinya, dana hibah bukan diberikan secara cuma-cuma, melainkan untuk dipertanggung jawabkan sesuai ketentuan," jelasnya.

Sementara itu, Kajari Medan Teuku Rahmatsyah SH MH menuturkan bahwa kegiatan penegasan penggunaan dana hibah juga menjadi program Kejaksaan Agung RI untuk mendukung kesuksesan program pemerintah dalam rangka PEN. Tujuannya, untuk menghindari dan mencegah terjadinya masalah di kemudian hari.

"Kegiatan ini sebagai rambu atau peringatan bagi kita untuk mencegah permasalahan di kemudian hari. Apalagi dana hibah juga rentan menjadi sumber terjadinya permasalahan yang berujung pada tindak pidana dan hukum akibat dari adanya penyimpangan. Maka, Kejari perlu hadir untuk mencegah penyalahgunaan uang negara termasuk di Kota Medan," pungkas Kajari.(KU|TAp)
  BeritaTerkait
  • Mengenali Perang Strategi Antar Restoran Batak

    4 tahun lalu

    Menggunakan label "suku" seperti BPK, Makan Khas Batak, Makanan Muslim, Restauran Padang dan lainnya dalam ilmu Ekonomi Pemasaran disebut kebijakan segmentasi pasar atau konsumen. Tentu t

  • Ribuan Masyarakat Hadiri Syukuran Tahun Baru 2018 di Bukit Inspirasi Doloksanggul

    3 tahun lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak): Ribuan masyarakat dari berbagai elemen hadiri acara syukuran tahun baru 2018 yang dilaksanakan di Perkantoran Bupati Humbahas Bukit Inspirasi Doloksanggul, Jumat 12 Januar

  • Kodim 0201/BS Terapkan Sistem Pengawasan Babinsa Berbasis Daring, e-BABINSA

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Penilaian terhadap penanganan permasalahan di lapangan oleh Babinsa, bisa dipantau dan diberi penilaian oleh pimpinan secara online, masyarakat juga bisa melakukan pemantauan lew

  • HKBP MoU Dengan Bank BRI, Terobosan Penanganan Dana Pensiun HKBP

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menandatangani Perjanjian Kerjasama (Memory of Understanding) di Kantor Pusat BRI Jln. Jend. Sudirman Jak

  • Sikapi Soal Status Lahan RSU Tarutung, HKBP Minta Pemkab Taput Patuhi Kesepakatan Bersama Dengan Kejaksaan Negeri Taput

    tahun lalu

    Tarutung (Pelita Batak): Menyikapi issue yang berkembang perihal status kepemilikan lahan RSU Tarutung, Biro Hukum HKBP menyikapi situasi yang berkembang saat ini. Apalagi sejumlah berita untuk menggi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb