• Home
  • News
  • Pandemik Corona di Tapsel Diduga Jadi Ajang Korupsi Dinas PMD
KSP Makmur Mandiri
Senin, 18 Mei 2020 20:01:00

Pandemik Corona di Tapsel Diduga Jadi Ajang Korupsi Dinas PMD

BAGIKAN:
Saut Togi Ritonga| Pelita Batak
Tapanuli Selatan (Pelita Batak):
Pandemi Virus Corona Disease 2019 (Covid 19) tampaknya menjadi ajang kesempatan dalam kesempitan oleh sejumlah oknum untuk memperkaya diri sendiri dengan merugikan keuangan negara.

Kebijakan dari pemerintah pusat yang memberikan ijin mempergunakan dana desa untuk pencegahan dan penanganan Covid 19 tampaknya memuluskan langkah oknum dinas PMD Kabupaten Tapanuli Selatan untuk mengkoordinir pengadaan alat kesehatan Covid 19 di tingkat desa.

Indikasi dugaan korupsi oknum dinas PMD Tapsel dengan cara mark up pembelian peralatan pencegahan covid 19 tanpa mengindahkan surat edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK ) nomor 08 tahun 2020 tentang penggunaan anggaran pelaksanaan pengadaan barang / jasa dalam rangka percepatan penanganan corona virus disease 2019 (covid 19) terkait dengan pencegahan tindak pidana korupsi.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan terhadap sejumlah Kepala Desa menemukan informasi bahwasanya harga peralatan penanganan covid 19 yang mereka beli harganya sudah di tentukan oleh Dinas Pemdes Tapsel sekalipun mereka mengetahui bahwa harga harga tersebut tidak wajar namun mereka tidak berdaya untuk membantahnya.

Seperti harga alat pengukur suhu badan (termometer suhu digital) Rp 2.500.000/ 1 unit sementara harga dipasaran dibawah satu jutaan, kemudian coveral complete baju + celana all in one + sepatu + sarung tangan + kaca mata + masker Rp 2.775.00/2 unit, sementara harga pasaran hanya satu jutaan.

Demikian juga Dispenser hand sanitizer Rp.500.000 / 2 unit, bahan disinfektan sodium / 10 ltr Rp 1.100.00 dan hand sanitizer gel/liquid / 4 ltr Rp 1.600.000. Semua harga ini diduga di mark up.

Kepala bidang Pemdes Dinas PMD Tapsel Sucipto ketika dikonfirmasi perihal ini tidak dapat dihubungi. Telepon wartawan tidak diangkat, sementara WhatsApp juga tidak dibaca hingga berita ini dikirimkan.(STR)
  BeritaTerkait
  • ATK Sekretariat Fraksi Dan Makan Minum Rapat Fraksi DPRD Tapsel Diduga Ajang Korupsi

    10 bulan lalu

    Tapsel (Pelita Batak) :Keberadaan 8 (delapan) sekretariat fraksi di DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan terkesan hanya formalitas belaka dan diduga menjadi ajang "menggerogoti" Anggaran Pembangunan Belanj

  • LSM PNS Soroti Korupsi Pengadaan Daya Listrik di 13 Kantor Pangulu di Simalungun

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Lembaga Swadaya Masyarakat Pelaksana Nawacita Sumut melaporkan dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Simalungun tahun anggaran 2014 ke Kepolisia

  • Terkait Kasus OTT Kadis Pendidikan Taput, Jangan Ada Perobahan Pasal Pencucian Uang Jadi Pemerasan

    3 tahun lalu

    Taput(Pelita Batak): Penangkapan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara Drs Jamel Panjaitan  bersama dua kepala sekolah yakni Kepala Sekolah SMA Negeri1 Pangaribuan dan Kepala Sekola

  • Kades Huraba Dituding Gunakan Dana Desa Rusak Hutan Suaka, Potensial Digunakan Perambah Hutan

    2 tahun lalu

    Tapsel (Pelita Batak) : Hutan kawasan Suaka Alam (SA) Dolok Lubuk Raya menjadi lebih mudah diakses. Pasalnya, Kepala Desa Huraba, Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan menggunakan dana de

  • Oknum Kadis Kominfo Tapsel dan Oknum KPU Paluta Ketangkul Berjudi

    2 tahun lalu

    P.Sidimpuan (Pelita Batak) : Oknum Kepala Dinas komunikasi Dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) berinisial RH dan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Padanglawas Utara

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb