• Home
  • News
  • Pandemi Covid-19, Kunjungan Wisatawan ke Danau Toba Turun Drastis
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 21 Januari 2021 11:35:00

Pandemi Covid-19, Kunjungan Wisatawan ke Danau Toba Turun Drastis

Ketua Umum KMDT, Edison Manurung Sepakat KJA Di Danau Toba Ditutup
BAGIKAN:
IST | Pelita Batak
Medan (Pelita Batak):
Pemerintah provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menargetkan jumlah wisatawan ke Danau Toba hingga 2023 sebanyak 500.000 kunjungan. Meski di tahun 2019 telah mencapai 280.000 kunjungan, dari prediksi jumlah kunjungan mencapai 300.000-400.000 kunjungan justru sangat jauh dari harapan.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumut dr Ria Novida Telaumbanua MKes dalam paparannya pada seminar virtual "REVITALISASI DANAU TOBA SEBAGAI UNESCO GLOBAL GEOPARK DI PROVINSI SUMATERA UTARA", yang dilaksanakan UISU, Kamis (21/01/2021). "Kondisi pandemi Covid-19 mengakibatkan turunnya angka kunjungan wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan Nusantara ke kawasan danau Toba," katanya. 

Namun demikian, di tahun 2021 pihaknya akan tetap melakukan upaya mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Danau Toba. Di sisi lain target nasional kunjungan wisatawan ke Sumut sebanyak 2.000.000, menjadi tantangan berat bagi dunia pariwisata Sumut.

Dikatakan Ria, pemerintah provinsi Sumatera Utara menjadikan pembangunan kepariwisataan bagian dari RPJMD di era kepemimpinan Gubernur Edy Rahmayadi. Disebutkan dalam RPJMD, pembangunan sektor pariwisata menjadi sektor ke lima. Dengan konsep membangun desa menata kota.

Mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Danau Toba menjadi penting dimana jika kunjungan wisatawan meningkat, maka akan berdampak kepada sektor ekonomi dilihat dari sisi peningkatan kontribusi PDRB daerah yang tidak terlepas dari perhatian terhadap pembangunan derah-daerah wisata.

Untuk itulah, dengan mengacu kepada Kepres No 9/2019 tentang Pengembangan Taman Bumi Geopark yang disebutkan bab III pasal 4 bahwa dalam pelaksanaan pembangunan Geopark, pemerintah pusat dan pemerintah daerah melibatkan pemangku kepentingan dilakukan melalui pengembangan destinasi wisata. Dilanjutkan dengan turunannya Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI No 2/2020 tentang pedoman teknis pembangunan Geopark sebagai destinasi pariwisata. Serta pengesahan Geoaprk Kaldera Toba menjadi anggota UNESCO Global Geopark pada 7 Juli 2020 pada konferensi ke 209 oleh Badan Eksekutif UNESCO. 

Kemudian dalam Perda No 5/2018 tentang RIPPARPROV ditetapkan 12 Destinasi Pariwisata Provinsi (DPP) dan 75 Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi (KSPP). Pembangunan dan pengembangan 13 DPP tersebut ditargetkan akan diselesaikan hingga 2023 secara bertahap untuk seluruh kawasan.

Harapannya, khususnya untuk kawasan danau Toba seiring telah ditetapkannya sebagai anggota UNESCO Global Geopark, menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata bertaraf internasional.

Dalam seminar yang menghadirkan Wagubsu Musa Rajecsah sebagai keynote speaker menyebutkan bahwa pemerintah provinsi telah berupaya untuk melakukan penertiban kegiatan-kegiatan yang berpotensi merusak ekosistem danau Toba. Khususnya tentang PMA yang mengelola keramba jaring apung dengan menekankan akan melakukan pembatasan ruang gerak dengan melarang perluasan usaha, dan tidak akan memperpanjang masa kontrak lagi.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Komite Masyarakat Danau Toba St Edison Manurung,MSi sangat sepakat agar KJA di kawasan danau Toba yang sudah dinyatakan merusak ekosistem danau ditutup. "Kami sangat menunggu tindakan itu agar KJA ditutup di kawasan danau Toba," kata Edison yang juga menyampaikan pihaknya telah melakukan penaburan bibit ikan di danau Toba pada waktu yang lalu sebanyak 1 juta ekor.

"Kelangsungan ekosistem danau Toba sangat perlu diperhatikan," katanya.

Edison juga mengapresiasi UISU yang telah melakukan penelitian tentang lingkungan di kawasan Haranggaol Danau Toba. Pihaknya juga akan mendorong universitas di Sumut melakukan penelitian-penelitian di seluruh wilayah kawasan danau Toba. (TAp)
  BeritaTerkait
  • Terima Audiensi DPP KMDT, Kapolda Sumut Dukung Program Menciptakan SDM Unggul Kawasan Danau Toba

    6 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi mengapresiasi sejumlah program kerja yang dilakukan Komite Masyarakat Kawasan Danau Toba (KMDT) diantaranya untuk membangun SDM Un

  • Pembangunan Danau Toba Tak Boleh Hilangkan Budaya Batak

    4 tahun lalu

    Geliat pembangunan di wilayah Danau Toba, Sumatera Utara, mulai terlihat sejak 2016. Kala itu, melalui Peraturan Presiden Nomor 49/2016 tentang Badan Otorita Pengelola Danau Toba tertanggal 1 Juni

  • Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK bidang Perekonomian: Pondasi Ekonomi Bagus Jadi Modal Dasar

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):  Menko Darmin Nasution menegaskan, ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan yang menggembirakan. Hal itu ditunjukkan dari berbagai indikator ekonomi, antara lain: kem

  • Kadin Komitmen Dukung Pertumbuhan Ekonomi Sumut

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara (Sumut) berkomitmen turut terlibat aktif dalam mendongkrak pertumbuhan perekonomian Sumut. Sebagai pintu gerbang Indonesia bagian

  • Atraksi Olahraga Air 'Kayak Maraton' Digelar di Muara Tapanuli Utara Tahun 2017

    4 tahun lalu

    Tarutung(Pelita Batak): Atraksi olahraga air dinilai dapat memperkaya pengembangan pariwisata Danau Toba. Paddler Sumatra, komunitas kayak Sumatera Utara (Sumut) menggandeng kayaker dari Bandung un

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb