• Home
  • News
  • PPK 'Amankan' Wartawan Terkait Proyek Miliaran Rupiah yang Bermasalah di Humbahas
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 23 November 2017 05:45:00

PPK 'Amankan' Wartawan Terkait Proyek Miliaran Rupiah yang Bermasalah di Humbahas

BAGIKAN:
Abed Ritonga
Proyek yang diduga bermasalah
Doloksanggul(Pelita Batak): Terkait Proyek Dinas Perumahan dan kawasan pemukiman Provinsi Sumatera Utara  Satuan Kerja Bidang Kawasan Pemukiman yang bersumber dana APBD Provinsi Sumatera Utara  Tahun 2017 yang berlokasi di Desa Pasaribu dan Pasar Doloksanggul Kabupaten Humbanghasundutan menelan biaya Rp. 2.817.950.000.

Kegiatan Penataan dan Peningkatan Kualitas Kawasan Pemukiman Kumuh Provinsi ini baru beberapa minggu dikerjakan sudah banyak menuai kritikan warga Humbanghasundutan.

Drs Erikson Simbolon yang merupakan pemerhati pembangunan Humbanghasundutan, menduga kalau pekerjaan ini sudah salah merencanakan dari awal. Ia menyebut, selain masih banyak  yang lebih tepat lokasi untuk dibangun selain yang dikerjakan di Desa Pasaribu, pekerjaan ini diduga terkesan asal jadi dikerjakan  walaupun masih tahap pengerjaan karena dasarnya sudah terlihat jelas beberapa pemolesan dengan bangunan lama.

"Ini sudah salah dalam merencanakan, Artinya masih banyak yang lebih tepat ditata dalam pembagunan di wilayah Humbahas ini seperti dikecamatan Bakara( Seputar Onanya), Sijamapolang, Tarabintang misalnya . Dan sekali lagi saya hanya menduga ya, dari sudut pekerjaanya yang saya amati ada kesan pekerjaan ini asal dikerjakan," ujarnya.

Sementara itu, warga lainnya bermarga Manalu mengaku sependapat apa yang disebut Erikson. Ia berharap penegak hukum agar serius mengawasi pekerjaan dimaksud apalagi di Desa Pasaribu, karena dampaknya ke fepan tidak merugikan warga. 

"Kita melihat di lapangan dan saya sudah lihat itu, dranaisenya misalnya walau masih belum rampung memang dikerjakan nampaknya ada tambal sulam pada dindingnya( bangunan lama dipoles). Lalu sebelah kiri ketika kita masuk ke pekerjaan itu ada sebuah box calvret (gorong-gorong) yang terlalu rendah dari bahu jalan itu dan akibat ini bisa berimbas semisal hujan lebat air bisa sumbat dan hingga melebar kepemukiman warga," ucapnya.

Manalu menambahkan, selain kecilnya( sempit), saluran dranaise sebelah kiri dekat pemukiman warga tidak terlihat sejauh ini kemana titik saluran pembuangan air, dan sisi pertengahan gorong gorong pada saluran pembanguna itu Ia mengaku terlalu datar dengan badan jalan.

"Walau saya cuma warga biasa dan memang masih tahap pengerjaan, saya melihat ini nantinya apalagi gorong-gorong menuju persimpangan kampung. Dimana-mana saya lihat sebelumnya itu harus dibangun agak tinggi dia, hingga lubangnya besar agar air pun maksimal melaluinya. Kalau kecil begini kan gampang tersumbat. Jadi air itu nantinya akan mengendap di dranaisenya lalu bisa banjirlah jalan ini lae," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi D  DPRD Provinsi  Sumatera Utara  Donald Lumbanbatu mengaku heran kalau atas penempatan pembangunan kawasan pemukiman kumuh di tingkat desa itu. "itu tidak ada sama sekali, ini nantinya akan jadi bahan untuk menanyakan kebenaran pembangunan dimaksud ke pihak Dinas terkait," katanya.

Menurutnya, pembangunan kawasan pemukiman kumuh itudi tingkat kota. "Kita pastikan akan turun kelokasi dan apalagi menyangkut informasi fisik pekerjaan ini," tegasnya.

Pantauan media ini di lokasi, proyek yang tidak menyebutkan panjang pekerjaan pada papan pengumumanya. Masih dalam tahap pengerjaan, memang terlihat ada bangunan yang diduga tambal sulam seperti dranaise dan pihak pekerja lapangan sampai berita ini diterbitkan pun tidak ada sama sekali di lokasi guna konfirmasi.

Ketika dikonfrimasi terkait hal ini ke Dinas Perumahan dan kawasan pemukiman Provinsi Sumatera Utara. Melalui Jonathan Lumbantobing selaku Pejabat Pembuat Komitmen menjelaskan, kalau Selasa 21 November 2017, dia sudah turun langsung ke lokasi dan sudah menyelesaikan permasalahan proyek tersebut.

"Semalam kan lae, kita sudah dari sana sudah kita selesaikan masalah itu. termasuk memerintahkan untuk membongkar pekerjaan yang dipermasalahkan. Sudah kita amankan itu lae dan ada juga kawan-kawan lae wartawan ikut juga di sana semalam," katanya.(Abed Ritonga)
  BeritaTerkait
  • PAD Diduga Bocor Miliaran Rupiah, Bukti Kelemahan Satpol PP

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Satu tahun terakhir, bagunan bermasalah dan tanpa izin marak di kota Medan. Kondisi yang berdampak buruk terhadap laju pembangunan. Selain merusak estetika kota juga dipred

  • Terjerat Korupsi Karena Rp 12,5 Juta?

    tahun lalu

    Oleh: Bachtiar SitanggangKEGEMBIRAAN dan rasa syukur masih meliputi perasaan seluruh rakyat Indonesia dengan berhasilnya penyelenggaraan Asian Games ke-18 dengan perolehan 31 medali emas, serta pering

  • Maraknya Persekusi terhadap Jurnalis, Dampak dari Kinerja Dewan Pers yang Salah Arah

    2 tahun lalu

    Berbagai peristiwa miris, menyedihkan, bahkan mengerikan yang menimpa para jurnalis di berbagai tempat di Indonesia merupakan dampak dari lemah dan mandulnya kinerja Dewan Pers selama ini. Kejadian pe

  • Penanganan Kasus Dugaan IPAL Oknum Anggota DPRD Humbahas 'Dipeti Es-kan'

    4 tahun lalu

    Surat Perintah Penyidikan yang dikeluarkan Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terhadap dugaan perbuatan yang dianggab merugikan Negara diduga sengaja 'diperpanjang' penyelesaiannya hingga kurun waktu 9 tahun sejak diterbitkan. Hasi

  • Pencopotan Kadis Praswil Pemkab Humbahas Menuai Sorotan

    3 tahun lalu

    Humbahas (Pelita Batak) :Pencopotan terhadap Kepala Dinas Prasarana Wilayah (Praswil) Kabupaten Humbahas Manimbul Silalahi menuai sorotan. Disebut sebut, rendahnya serapan anggaran 2016 menjadi biang pencopotan terhadap Manimbul. Hanya saja, alasan ini di

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb