• Home
  • News
  • Opera Batak Turut Jaga Kebersihan Lingkungan di Balige Toba Samosir
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 05 Agustus 2016 11:15:00

Opera Batak Turut Jaga Kebersihan Lingkungan di Balige Toba Samosir

BAGIKAN:
Peserta gotong royong yang tergabung dalam Opera Batak diabadikan di sela-sela kegiatan kebersihan lingkungan
Balige (Pelita Batak)
Menyongsong pembangunan kawasan danau toba menjadi destinasi wisata nasional bahkan internasional, seluruh elemen masyarakat dituntut berperan aktif melakukan tindakan-tindakan nyata. Seperti dilakukan Organisasi Peduli Rakyat Tanah Batak (Opera Batak) yang pengurusnya mayoritas kaum hawa.
 
Sejak didirikan pada Mei 2016, mereka sudah melakukan tindakan nyata lewat kegiatan gotong royong, membersihkan ruas jalan di ibukota Tobasa, Balige, Kamis (4/8/2016). Seperti Jalan TD Pardede, Jalan DI Panjaitan dan Jalan Sisingamangaraja, dibersihkan dari sampah dengan menggunakan peralatan seadanya.
 
"Inilah karya nyata Opera Batak kali pertama, setelah didirikan bulan Mei 2016 lalu. Meskipun umurnya baru satu bulan lebih, kami sudah langsung menunjukkan identitas Opera Batak. Karena organisasi ini didirikan dari niat tulus, ikut membantu pemerintah dalam membangun Kabupaten Toba Samosir," kata Sekretaris Opera Batak, Friska Pardede, didampingi Paulina Siahaan dan Denitya Hutagaol dikutip dari tobasamosirkab.
 
Dikatakannya, gotong royong itu adalah amanah organisasi Opera Batak. “Tapi disamping itu, kami ingin merangsang masyarakat lainnya untuk ikut dan aktif berpartisipasi membangun Toba Samosir. Karena untuk membangun daerah ini, pemerintah daerah membutuhkan dukungan masyarakat,” katanya.
 
Menurutnya, organisasi Opera Batak akan terus berkarya, dan karya itu dilakukan sebagai wujud dukungan mereka terhadap pemerintah setempat dalam membangun daerah itu. “Saat ini kami sudah terbentuk di tujuh kecamatan dan perwakilan ke tujuh kecamatan turut hadir bergotong royong di Balige,” ujarnya penuh semangat.
 
Menurut amatan wartawan disaat rehat, pengurus dan anggota organisasi Opera Batak ini mayoritas kaum hawa. “Kaum adam, hanya sebagian menjadi pengurus. Ketua Opera Batak ini Nelly Manurung, Friska Pardede dan Bendahara Paulina Siahaan,” katanya.
 
Pengurus Opera Batak disusun demikian, karena mereka ingin tampil beda dari organisasi lainnya yang ada di daerah ini. “Kalau kita melihat Organisasi Kemasyarakat Pemuda (Ormas), Organisasi Kepemudaan (OKP) dan lainnya, maka pengurus inti rata-rata adalah kaum adam,namun kami tidak demikian. Pengurus inti semuanya perempuan,” katanya. (Kominfo/TAp)
  BeritaTerkait
  • Desa Lumban Gaol Desa Pariwisata 2017 Kawasan Danau Toba

    3 tahun lalu

    Balige (Pelita Batak):Desa Lumban Gaol Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir terpilih sebagai juara utama Lomba Kebersihan, Keindahan dan Kerapian antar Desa di Pinggiran Danau Toba Tahun 2017. Kebe

  • Pemerintah Bangga Memiliki HKBP

    3 tahun lalu

    Tobasa (Pelita Batak) :Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) turut berbangga hati menyaksikan acara besar syukuran Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)Distrik IV Toba ini. HKBP sebagaimana

  • Bupati Tobasa Pimpin Upacara Peringatan Kesaktian Pancasila

    9 bulan lalu

    Tobasa (Pelita Batak):Bertindaksebagai Inspektur Upacara Bupati Toba Samosir Darwin Siagian memimpin Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Peserta terdiri dari ASN yang bertugas di lingkungan Pemerint

  • Panitia Lomba Antar Desa dan Masyarakat Kecewa, Pemkab Simalungun dan Tobasa Tak Hadiri Pengumuman

    3 tahun lalu

    Ambarita-Samosir (Pelita Batak) : Panitia Lomba Antar Desa kawasan Danau Toba beserta masyarakat kecewa ketidakhadiran perwakilan Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Toba Samosir (Tobasa) pada pe

  • Jokowi Minta Jaga dan Lindungi Danau Toba,  

    4 tahun lalu

    Presiden Joko Widodo beserta Ny Iriana didampingi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi dan Ketua TP PKK

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb