• Home
  • News
  • OJK Siapkan Aturan Tentang Financial Technology (Fintech)
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 06 Oktober 2016 21:57:00

OJK Siapkan Aturan Tentang Financial Technology (Fintech)

BAGIKAN:
Ist
OJK
Jakarta (Pelita Batak): Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan kewenangannya yang diatur dalam UU No.21/2011 sedang menyiapkan sejumlah aturan untuk mengatur dan mengawasi perkembangan jenis usaha sektor jasa keuangan yang menggunakan kemajuan teknologi atau disebut financial technology (Fintech).
 
OJK sudah membentuk "Tim Pengembangan Inovasi Digital Ekonomi dan Keuangan" yang terdiri dari gabungan sejumlah satuan kerja di OJK untuk mengkaji dan mempelajari perkembangan Fintech dan menyiapkan peraturan serta strategi pengembangannya.
 
"OJK secara intensif terus mempelajari perkembangan fenomena Fintech ini, agar OJK dapat mengawal evolusi ekonomi ini supaya mampu mendukung perkembangan industri jasa keuangan ke depan dan terus menjamin perlindungan konsumen," kata Wakil Ketua Dewan Kom isioner OJK Rahmat Waluyanto, di Jakarta, Kamis 6 Oktober 2016.
 
Kehadiran Fintech, bagi OJK sebagai otoritas di industri jasa keuangan merupakan peluang untuk terus meningkatkan perkembangan sektor jasa keuangan termasuk mendorong program inklusi keuangan. Namun juga menjadi tantangan bagi OJK untuk memastikan keandalan, efisiensi dan keamanan dari transaksi online tersebut agar tidak merugikan konsumen.
 
Dalam waktu dekat, OJK memiliki beberapa rencana untuk mendukung berkembangnya industri fintech antara lain:
 
1.   Peluncuran Fintech Innovation Hub sebagai sentra pengembangan dan menjadi one stop contact Fintech nasional untuk berhubungan dan bekerjasama dengan institusi dan lembaga yang menjadi pendukung ekosistem keuangan digital.
 
2.   Menindaklanjuti perjanjian bersama KOMINFO, OJK menyiapkan CA (certificate authority) di sektor jasa keuangan. CA sebagai penerbit sertifikat suatu tanda tangan digital pelaku jasa keuangan, dapat menjamin bahwa suatu transaksi elektronik yang ditandatangani secara digital telah diamankan dan berkekuatan hukum sesuai ketentuan yang ada di Indonesia.
 
3.   Penerbitan Sandbox Regulatory untuk  Fintech. Peraturan ini mengatur hal-hal yang minimal agar tumbuh kembang Fintech memiliki landasan hukum untuk menarik investasi, efisiensi, melindungi kepentingan konsumen dan tumbuh berkelanjutan.
 
4.   Kajian mengenai implementasi standar pengamanan data dan informasi dalam pengelolaan industri Fintech dan kebutuhan Pusat Pelaporan Insiden Keamanan Informasi di Industri jasa keuangan.
 
5.   Kajian Vulnerability Assessment (VA) Tersentralisasi di industri jasa keuangan untuk memastikan postur serta kematangan/kesiapan penanganan keamanan informasi selalu terjaga guna menekan risiko serta ancaman keamanan informasi pada industri jasa keuangan
 
Perkembangan sementara dari kajian yang dilakukan oleh "Tim Pengembangan Inovasi Digital Ekonomi dan Keuangan" OJK, klasifikasi perusahaan Fintech yang masuk dalam otorisasi OJK bisa terdiri dari berbagai jenis usaha seperti perbankan, asuransi, investasi, pembiayaan, pinjam meminjam (peer to peer lending), crowd funding, chanelling kredit dan lain sebagainya.
 
"Klasifikasi perusahaan Fintech itu di luar jenis usaha Fintech di bidang sistem pembayaran yang akan diatur Bank Indonesia," kata Rahmat.
 
Dari kajian OJK, jumlah sementara perusahaan Fintech yang masuk dalam otorisasi OJK sebanyak 120 perusahaan yang beroperasi di Indonesia.
 
Sedangkan ruang lingkup aturan yang sedang disiapkan di bidang Fintech ini, sementara ini adalah aturan di bidang permodalan, aturan model bisnis, aturan perlindungan konsumen dan aturan manajemen risiko minimal.(R2)
  BeritaTerkait
  • Siapkan Aturan Khusus Tentang Fintech, OJK Terus Perhatikan Perlindungan Konsumen

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S Soetiono mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan peraturan khusus terkait dengan Fintech

  • Hebat.....Putra Batak Rikoh Manogar Siringoringo Jadi Pembuka Jalan Selam Ilmiah

    3 tahun lalu

    SETELAH puluhan tahun berlangsung di Indonesia, kegiatan penyelaman ilmiah mulai mendapat jalan untuk proses standardisasi. Pembukanya adalah Rikoh Manogar Siringoringo, orang Indonesia pertama yan

  • OJK Apresiasi Pembukaan Kantor Layanan AXA Mandiri di Medan

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : otoritas Jasa Keuangan mengapresiasi peluncuran layanan AXA Mandiri Customer Care Corner (CCC) di Medan, Rabu (8/2/2017). Kehadiran unit layanan tentunya dinilai sebagai be

  • Pencabutan Izin Usaha ALI sebagai Langkah Tuntas AXA dalam mengikuti Aturan Pemerintah

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Langkah AXA Financial Indonesia dalam memenuhi ketentuan UU Asuransi No.40 Tahun 2014 terkait dengan pengendalian atau kepemilikan tunggal serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

  • Pertukaran Token Digital BITBOX Mulai Beroperasi

    2 tahun lalu

    Tokyo (Pelita Batak):LINE Corporation hari ini telah memulai layanan operasi BITBOX (https://www.bitbox.me), pertukaran crypto berbasis di Singapura. BITBOX mengutamakan pengalaman para pengguna dan b

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb