• Home
  • News
  • Neta S Pane Minta Kepolisian Bergerak Cepat Meredam Kerusuhan di Tanjungbalai
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 30 Juli 2016 13:24:00

Tanjungbalai Bentrok

Neta S Pane Minta Kepolisian Bergerak Cepat Meredam Kerusuhan di Tanjungbalai

BAGIKAN:
Neta S Pane

Jakarta (Pelita Batak)
Kerusuhan berbau SARA di Tanjungbalai, Asahan, Sumatera Utara, Jumat 29/7/2016 malam harus segera diantisipasi dan dikendalikan Polri. Jika tidak, dikhawatirkan kerusuhan ini akan meluas, mengingat kawasan pantai timur Sumatera Utara itu sangat rentan dengan amuk massa dan konflik SARA.

"Indonesian Police Watch (IPW) memberi apresiasi pada jajaran kepolisian yang bisa dengan cepat mengendalikan amuk massa, walau massa sempat merusak sejumlah viara dan klenteng di kota itu. Kerusuhan ini dengan cepat meluas karena Polres Tanjungbalai kurang tanggap dengan situasi psikologis masyarakat setempat. Akibatnya amuk massa ini sempat membakar sejumlah bangunan, sepeda motor, dan mobil," kata Neta S Pane Ketua Presidium Indonesian Police Watch dalam siaran persnya, Sabtu (30/7/2016).

Menurutnya, belajar dari kasus amuk SARA di Tanjungbalai sudah saatnya Mabes Polri dalam menunjuk kapolda dan kapolres harus memilih figur-figur yang peduli dengan kondisi psikologis massa. Sehingga mereka mampu membuat pemetaan tentang psikologis masyarakat dan memetakan daerah rawan kriminal maupun rawan konflik SARA.

Tanjungbalai sendiri tergolong sebagai daerah rawan konflik. Hal ini terjadi akibat kurang pedulinya jajaran aparat keamanan terhadap situasi sosial, bahkan cenderung berkolusi dengan pihak tertentu dan membiarkan berkembangnya mafioso di daerahnya. Di Tanjungbalai misalnya, pada 27 Mei 1998 warga keturunan Cina menjadi korban amuk massa.

Sebab, selama ini warga Tanjungbalai merasa diteror tokoh mafia Abie Besok Gembok yang juga keturunan Cina. Abie yang dekat dengan pimpinan parpol di Jakarta ini bisa membuat jajaran kepolisian dan militer di kota itu bertekuk lutut. Abie bebas melakukan pungutan uang keamanan ke pertokoan, menguasai penyelundupan, mengendalikan perjudian dan pelacuran, dan jajaran kepolisian membiarkannya. Sehingga sang mafioso makin bertindak semena-mena hingga membuat rakyat Tanjungbalai kesal dan mengamuk.

Kerusuhan SARA pun meletus di kota itu pada 28 Mei 1998. Ratusan rumah, toko, dan mobil di kota itu dihancurkan serta dibakar warga. Begitu juga gedung DPRD.

Kerusuhan SARA pun meletus di kota itu pada 28 Mei 1998. Ratusan rumah, toko, dan mobil di kota itu dihancurkan serta dibakar warga. Begitu juga gedung DPRD dihancurkan warga karena sebagian oknum legislatif dianggap sebagai backing mafia. Massa juga menjarah toko toko. Kerusuhan baru berakhir setelah TNI diturunkan dari berbagai kota.

Jauh sebelumnya, 3 Maret 1946 Tanjung Balai, Asahan juga pernah dilanda amuk massa. Puluhan orang tewas. Korbannya adalah keluarga Kesultanan Asahan dan warga keturunan Cina. Kerusuhan di Tanjungbalai kemudian menjalar tanpa kendali ke berbagai daerah di Sumatera Utara, bahkan hingga ke Tanjungpura, Langkat. Sejarah panjang amuk massa ini harus jadi pembelajaran Polri. Artinya, jajaran kepolisian harus memiliki kepedulian yang tinggi dan jangan membiarkan aksi mafioso berkembang, sehingga warga tidak tertekan dan nekat melakukan amuk massa berbau SARA, seperti yang terjadi di Tanjungbalai. (TAp/Rel)

  BeritaTerkait
  • HUT ke-72 Bhayangkara Dirayakan di Polres Humbang Hasundutan

    2 tahun lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak): HUT ke-72 Bhayangkara dirayakan di Polres Humbang Hasundutan dengan inspektur upacara Kapolres Humbahas AKBP DR Dayan, Rabu 11 Juli 2018.Amanat Presiden RI Ir Joko Widodo

  • Dipastikan Tidak Ada Korban Jiwa Dalam Bentrok di Tanjung Balai

    4 tahun lalu

    "Tidak ada korban jiwa dan luka. Keluarga pemicu aksi massa masih diamankan di Polres Tanjungbalai,"

  • Pasca Pilkada, Gubernur Minta Paslon Jaga Situasi Terutama Saat Proses Penghitungan Suara

    4 tahun lalu

    Tapanuli Tengah (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Tengku Erry Nuradi bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel meninjau pelaksanaan pemungutan suara di Tapanuli Tengah

  • Andi Narogong Pengusaha E-KTP Dilarang Terlibat Tender di Polri

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelitabatak): Pemenang tender KTP elektronik Andi Narogong dilarang terlibat disemua tender proyek yang dilakukan Mabes Polri, termasuk pengadaan Mambis, yakni teknologi pengungkapan identi

  • IPW Imbau Polri Tak Gentar Dengan Gertak Sambal Pansus Angket DPR

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk tidak gentar dengan ancaman Panitia Khusus Angket DPR-RI yang akan menyande

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb