• Home
  • News
  • Menyingkap Upaya Pelaku Usaha Untuk Tetap Bertahan dan Bangkit Ditengah Pandemi COVID-19
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 16 April 2020 13:19:00

Menyingkap Upaya Pelaku Usaha Untuk Tetap Bertahan dan Bangkit Ditengah Pandemi COVID-19

BAGIKAN:
IST | Pelita Batak
Medan (Pelita Batak):
Memasuki bulan keempat di tahun 2020, iklim bisnis tanah air sedang lesu, pasalnya pandemi COVID-19 yang sedang merebak membuat aktivitas usaha mengendur. Sejumlah sektor usaha yang terkena dampak ini adalah industri manufaktur, industri retail, wisata, perhotelan, penerbangan, dan lainnya. Bahkan, Sri Mulyani mengatakan bahwa dampak ekonomi yang berasal dari pandemi Virus COVID-19 lebih kompleks dibandingkan krisis yang pernah menimpa Indonesia pada tahun 1997-1998 dan 2008-2009 seperti dilansir dari detik.com.

Banyak perusahaan memberlakukan peraturan work from home agar dapat menghindari penularan virus COVID-19. Salah satunya adalah Startup penyedia pekerjaan paruh waktu, Sampingan. Ketika dikontak oleh tim Paper.id, Wisnu Nugrahadi selaku CEO dari Sampingan juga menjelaskan bahwa Sampingan juga sudah memberlakukan work from home bagi semua karyawan. Selain itu, mereka juga menerapkan protokol kebersihan bagi setiap orang, termasuk Kawan Sampingan, sebutan untuk mitra Sampingan.
 
Selain itu, Ritase sebagai salah satu platform logistik terkemuka di Indonesia juga memberlakukan hal yang sama. Lewat sebuah wawancara langsung, Andrew Wong selaku VP of Finance dari Ritase mengatakan bahwa mereka juga sudah memberlakukan work from home untuk 80% karyawan mereka dan sudah berjalan selama 3 minggu. Selebihnya, mereka menggunakan sistem shifting agar kegiatan operasional tetap berjalan.
 
Secara tidak langsung, hal ini juga turut membentuk kebiasaan baru bagi setiap orang. Tidak hanya kaum pekerja yang terbiasa dengan work from home, tapi juga bagi masyarakat umum dengan pola konsumsi mereka.
 
- Bagaimana agar tetap bertahan ditengah gempuran ketidakpastian?
 
Perubahan yang terjadi memberikan efek yang besar terhadap konsumen dan produsen. Dampak-dampak tersebut tampak dari kebiasaan sehari-hari, di tempat kerja, dan penggunaan teknologi yang meningkat.
 
Orang-orang yang awalnya kerap mengunjungi kafe, restoran, dan tempat-tempat perbelanjaan, kini lebih memilih untuk berbelanja, membeli makanan dan minuman via online. Hal ini turut terlihat dari meningkatnya penggunaan layanan pesan antar online selama wabah virus ini berlangsung seperti dilansir dari Katadata.co.id.
 
Banyak perusahaan startup juga mengencangkan ikat pinggang agar tetap bertahan. Dea Surjadi selaku Head of Indonesia dari Golden Gate Ventures juga mengatakan bahwa, "Krisis ini sayangnya tidak akan berakhir dalam waktu yang cepat. Startup harus benar-benar memonitor kondisi keuangan/cash flow nya agar tetap bisa bertahan melalui masa krisis ini. Belum ada yang bisa menebak kapan tingkat konsumsi masyarakat dan perekonomian bisa bangkit kembali, jadi berbagai upaya untuk cost dan budget-control perlu dilakukan secara efektif, sebisanya hingga akhir tahun ini. Namun di satu sisi juga penting untuk bisa beradaptasi, mencari kesempatan apa yang bisa diraih di masa perubahan ini. Misal dengan produk berbeda yang bisa ditawarkan ataupun cara menawarkannya."
 
Para pengusaha di bidang food and beverage melihat hal ini sebagai pilihan alternatif untuk mendapatkan omzet. Mereka menjual produk mereka secara online serta membuat promo-promo menarik yang diumbar lewat sosial media.
 
Orang-orang juga lebih memilih untuk menggunakan pembayaran digital untuk urusan pembayaran. Selain lebih praktis, pembayaran digital juga menghindarkan mereka dari resiko penularan virus lewat uang tunai.
 
- Akselerasi penerapan industri 4.0 sebagai upaya kebangkitan setelah berakhirnya wabah COVID-19
 
Selepas wabah COVID-19 berakhir, dunia akan merasakan perubahan yang besar dalam berbagai macam aspek, terutama bisnis. Penerapan teknologi digital dirasa menjadi sebuah hal yang hukumnya wajib untuk dilakukan.
 
Lewat wawancara yang dilakukan oleh tim kami, Business Coach Tom MC Ifle juga turut memberikan pandangannya. Coach Tom berpendapat filosofi berpikir dan cara kerja manusia akan jauh berbeda dan lebih bergantung kepada teknologi. Orang-orang akan mengandalkan teknologi dan momen ini bisa menjadi momen akselerasi penerapan revolusi industri 4.0 di Indonesia.
 
Ada 3 faktor penting untuk memastikan bisnis agar tetap berjalan menurut Coach Tom, yakni, keuangan, timing, dan karyawan. Ketiga faktor tersebut saling berkesinambungan dan melalui banyak tahapan trial and error yang dapat melahirkan pola bisnis baru yang akan berlaku di masa yang akan datang.
 
Melihat fenomena ini, Jeremy Limman selaku CEO Paper.id berpendapat bahwa, "Wabah COVID-19 ini tidak hanya akan berdampak pada masyarakat dan kaum kesehatan. Semua bisnis di berbagai sektor, besar maupun kecil, akan menerima dampak secara langsung dan tidak langsung. Bagi perusahaan besar atau yang sedang di atas angin saat wabah ini pun harus siap untuk menunjukkan sikap altruisme dalam membantu rekan bisnis mereka untuk mencegah krisis sistemik. Dan tentu semua bisnis sudah harus menyiapkan rencana kontingensi dalam menghadapi krisis pandemi masa depan dari segi digitalisasi proses bisnis, merencanakan cash flow yang lebih kuat dan memperkuat rantai pasokan."
 
Bukan tidak mungkin akan terjadi perubahan pola kebiasaan di masa depan dimana, hal ini mempengaruhi banyak aspek seperti dunia usaha. Hal ini bisa menjadi sebuah fenomena yang mendorong munculnya pola kerja baru dengan berpusat pada software atau artificial intelligence sebagai dampak dari perubahan zaman.(*)
  BeritaTerkait
  • Strategi Bisnis UKM Bertahan Hadapi Krisis Imbas Pandemi Covid - 19

    7 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Perang dagang dunia dan merebaknya pandemi Covid - 19 memberikan dampak besar terhadap perekonomian di Indonesia. Tantangan perekonomian saat ini sangatlah berat. Masyarakat ber

  • Denda Pajak Ranmor Dihapus Selama Periode Pandemi Covid-19

    7 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Pemerintah telah menetapkan masa tanggap darurat Covid 19 atau Virus Corona hingga 29 Mei 2020. Dampak penyebaran virus yang juga terjadi di berbagai negara ini telah mengganggu b

  • Dear UKM, Simak Strategi Untuk Bertahan Hadapi Krisis Akibat Pandemi Covid-19

    7 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Pandemi Covid - 19 memiliki dampak besar pada keberlangsungan bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Berdasarkan hasil survei, sebanyak 96% pelaku UKM mengaku sudah mengalami da

  • Seputar Pesta Di AKB, Oknum Anggota DPRD Sidimpuan Diminta Jangan Asbun

    satu bulan lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) :Acara pesta di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dijadikan pergunjingan oleh seorang oknum anggota DPRD Padangsidimpuan yang mempertentangkannya dengan Peraturan Walik

  • Senin, Sanksi Bagi Warga Tak Pakai Masker Diterapkan

    6 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi melakukan langsung sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker ketika berada di luar r

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb