• Home
  • News
  • Mengais Rezeki Ditumpukan Sampah Batu Bola Kota Padangsidimpuan
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 17 September 2019 10:13:00

Mengais Rezeki Ditumpukan Sampah Batu Bola Kota Padangsidimpuan

BAGIKAN:
saut togi ritonga | pelitabatak
Ibu Rohana yang sedang mengumpulkan barang bekas di Tempat Pembuangan Sampah Batu Bola Desa Simatohir Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan
BERBICARA tentang Lingkungan Hidup maka adakalanya teringat akan sampah dan acap kali yang terbayang adalah bau menyengat, kotor serta tidak sehat.

Namun dibalik itu semua ada tangan tangan lincah mengais rezeki dan harapan, memilah ditumpukan sampah menjadi berguna secara ekonomis. Mereka adalah rakyat yang bergelimang susah yang hidupnya ditumpukan sampah, menjadikan mentari menjadi teman karena siang pertanda asa masih ada, meneruskan hidup mencari nafkah, mencari remah untuk sekedar dikunyah, mencari rongsokan buat ditukar rupiah.

Berada di Tempat Pembuangan Sampah Batu Bola Desa Simatohir Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan maka akan terlihat tumpukan sampah yang bersumber dari berbagai penjuru Kota Padangsidimpuan.

Bau menyengat tentu sangat tercium, namun tampak tidak begitu mengganggu bagi belasan kaum ibu dan beberapa orang kaum bapak yang dengan sigap berlari menuju truk sampah yang akan membongkar muatannya.

"Truk sampah yang masuk tempat ini adalah bagian dari rezeki untuk menjalani kehidupan. Setiap hari, kami berada disini. Bau ini sudah biasa bagi kami. Sudah kayak parfumn" ujar Rohana Dalimunthe (60) salah seorang ibu warga Batu Bola Desa Simatohir itu sambil tersenyum.

Awal hadir di lokasi batu bola itu sempat menimbulkan keresahan bagi mereka. Ada pandangan tajam dari kaum bapak dan tanya curiga dari kaum ibu, namun mereka kemudian mengerti setelah menerima penjelasan yang cukup panjang dan menyakinkan hingga paham dan tahu Pemko Padangsidimpuan akan memperingati Hari Ulang Tahun nya yang ke 18 Tahun 2019.

Tumpukan sampah organik maupun anorganik dilokasi tersebut sudah berlangsung bertahun lamanya hingga membentuk jurang dan menjadi lokasi penyortiran bagi para pemulung mengais rupiah.

Sampah yang bernilai ekonomis bagi mereka para pemulung umumnya terdiri dari sampah plastik seperti botol air mineral ataupun botol plastik kemasan lainnya, karton dan sejenis lainnya  karena dapat dengan segera diuangkan kepada para pengepul yang juga ada terdapat tidak jauh dari lokasi tempat pembuangan sampah.

"Kami hanya mengambil sampah yang dapat langsung dijual dan dengan uang yang kami peroleh bisa memenuhi kebutuhan hidup, sandang dan pangan serta anak anak kami dapat bersekolah untuk memperoleh pendidikan yang layak," ujar Rohana yang mengaku sudah belasan tahun bergumul di lokasi itu.

Dengan ringkih, ibu yang memiliki 3 orang anak putra dan 3 orang putri itu mengaku dari hasil penjualan sampah yang ia kumpulkan dijual ke pengepul di jalan baru. Seharinya ia mendapatkan uang antara Rp.20.000 s/d Rp.50.000 per hari yang dimulai sejak pagi hingga sore hari.

"Walau terbilang tidak cukup, namun tetap disyukuri. Ibu sudah tua, kalau kawan kawan yang masih mudah dan kuat, mereka tentu mendapatkan lebih dari itu bahkan bisa mencapai Rp.100.000 per hari," imbuhnya.

Sementara sampah organik yaitu sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable dengan mudah dapat diuraikan melalui proses alami menjadi tumpukan yang akan terus menggunung karena tidak diolah untuk sesuatu yang bermanfaat.

Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik, misalnya sampah dari dapur, sisa-sisa makanan, pembungkus (selain kertas, karet dan plastik), tepung, sayuran, kulit buah, daun dan ranting. Selain itu, pasar tradisional juga banyak menyumbangkan sampah organik seperti sampah sayuran, buah-buahan dan sejenis lainnya.

Kemudian sampah yang berasal dari makhluk hidup yang notabene memiliki kadar air yang cukup kecil sehingga tidak basah apabila dipegang oleh tangan. Contoh sampah ini adalah kertas, kayu, ranting pohon, serta dedaunan yang kering.

Sampah organik ini apabila dikelola secara benar akan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Contoh pemanfaatan dari sampah organik ini adalah pembuatan pupuk kompos yang dapat digunakan dalam sektor pertanian.

Pengelolaan sampah organik sebenarnya dapat pula dilakukan dengan penerapan prinsip 4R yaitu melalui Reduce atau Mengurangi yaitu  Prinsip pengelolaan sampah dengan menekankan kepada masyarakat untuk sebisa mungkin meminimalisasi berbagai barang yang digunakan yang akhirnya akan menjadi sampah. Semakin banyak barang yang digunakan maka sampah yang dihasilkan pun akan semakin banyak.

Kemudian Reuse atau Menggunakan Kembali yaitu Prinsip pengelolaan yang menekankan kepada masyarakat agar dapat menggunakan kembali barang yang telah digunakan dan menahan untuk membuangnya ke tempat sampah. Sebisa mungkin dengan prinsip ini masyarakat membiasakan diri dengan menggunakan barang yang tidak sekali pakai sehingga dapat dipakai berulang-ulang.

Recycle atau Melakukan Daur Ulang yaitu Prinsip pengelolaan  dengan menekankan agar melakukan daur ulang terhadap barang-barang tang sudah tidak bisa dipakai. Konsep dari pengelolaan ini adalah "daripada dibuang lebih baik untuk dibuat produk atau barang yang baru".

Tidak semua barang memang bisa didaur ulang, namun pada saat ini sudah sangat banyak industri dari skala rumah tangga sampai industri besar berbisnis dalam sektor produk daur ulang ini.

Dan Replace atau Mengganti yaitu  dengan cara mengganti produk yang tidak tahan lama menjadi yang tahan lama. Hal ini agar tidak terjadi penumpukan sampah rumah tangga akibat seringnya membeli suatu produk. Cobalah untuk mencari barang substitusi dari produk yang tidak ramah lingkungan menjadi produk yang ramah lingkungan.

Dampak negatif sampah-sampah padat yang bertumpuk banyak tidak dapat teruraikan dalam waktu yang lama akan mencemarkan tanah. Yang dikategorikan sampah disini adalah bahan yang tidak dipakai lagi ( refuse) karena telah diambil bagian-bagian utamanya dengan pengolahan menjadi bagian yang tidak disukai dan secara ekonomi tidak ada harganya.

Cairan rembesan sampah yang masuk kedalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesien akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang di buang kedalam air akan menghasilkan asam organik dan gas cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini pada konsentrasi tinggi dapat meledak.

Sejalan dengan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Padangsidimpuan yang ke 18 maka diharapkan lebih dewasa mengelola sampah agar berhasil guna meningkatkan perekonomian masyarakat baik melalui daur ulang dengan rumah kompos maupun usaha lainnya.

Dan kepada masyarakat agar menjaga lingkungan dengan menerapkan prinsip 4R dalam pengelolaan sampah rumah tangga,  Mulai dari rumah kita untuk merubah lingkungan kita. Karena lingkungan yang bersih dan rapi akan menyehatkan fisik dan mental masyarakatnya. (Saut Togi Ritonga)

Penulis adalah wartawan media online www.pelitabatak.com (Tulisan ini diikut sertakan pada Lomba Karya Tulis Jurnalistik Dalam Rangka HUT Pemko Padangsidimpuan ke 18)

  BeritaTerkait
  • Satu Mayat Korban Hanyut Banjir Bandang di Angkola Selatan Ditemukan

    10 bulan lalu

    Tapsel (Pelita Batak) : Satu dari dua orang korban hanyut banjir bandang yang melanda  Dusun Mosa Palang, Desa Gunung Baringin, Kecamatan Angkola Selatan (Angsel) Kabupaten Tapanuli Selatan

  • Dinas Kebersihan dan Pertamanan Gandeng Jasa Marga Hias Pedistrian Merdeka Walk Medan

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan menggandeng salah satu BUMN yakni Jasa Raharja cabang Sumatera Utara melalui dana Bina Lingkungan dan Sarana Prasarana Umum untuk 

  • Camat Padangsidimpuan Utara Gelorakan Kembali Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

    3 minggu lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Kebersihan itu merupakan sebahagian dari Iman, inilah motivasi yang menjadi pendorong bagi Camat Padangsidimpuan Utara Zulkifli Lubis untuk memotivasi warga, khususny

  • Besi Tempat Duduk Depan Merdeka Walk Berhilangan

    9 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Upaya Pemko Medan untuk menyediakan fasilitas publik berupa  tempat duduk besi di troatoar depan Merdeka Walk  ternyata tidak mendapat dukungan penuh dari orang-orang ta

  • Wagub Nurhajizah Marpaung: Remaja Harus Jadi Pelopor Gerakan Memakmurkan Masjid

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Wakil Gubernur Sumut Brigjen TNI Purn Dr Nurhajizah Marpaung SH MH mengharapkan para pemuda dan remaja menjadi pelopor menggerakan masyarakat ke Masjid. Hal ini dikatakan Wagub

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb