• Home
  • News
  • Mantan Anggota DPRD Sumut, Arifin Nainggolan Ditahan KPK
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 18 Juli 2018 13:02:00

Mantan Anggota DPRD Sumut, Arifin Nainggolan Ditahan KPK

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Arifin Nainggolan saat mengenakan rompi orange dan menutup wajahnya dengan map putih
Jakarta (Pelita Batak):
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tiga tersangka kasus suap DPRD Sumut pada hari ini, Senin (16/7/2018).

Ketiga tersangka itu adalah RDP, BPU dan ANN. Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, satu dari tiga tersangka tersebut, yakni RDP, tidak memenuhi panggilan pada hari ini.

"Belum diterima informasi alasan ketidakhadirannya," kata Febri melalui aplikasi WhatsApp.

KPK juga menahan satu dari tiga tersangka tersebut, yaitu Arifin Nainggolan, politisi daeri partai Demokrat Sumut.

"Tersangka Arifin Nainggolan (ANN) ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Polres Jakarta Pusat," kata Febri.

Penahanan terhadap ANN menambah deretan nama anggota dan mantan anggota DPRD Sumut yang telah ditahan KPK. Sebelum ANN, KPK telah lebih dulu menahan Fadly Nurzal, Rijal Sirait, Roslynda Marpaung, Rinawati Sianturi, Sonny Firdaus, Muslim Simbolon, Helmiati, Mustofawiyah dan Tiaisah.

Seperti diketahui, KPK menetapkan 38 tersangka baru dalam kasus suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. 38 tersangka baru itu adalah anggota DPRD Kota Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 sebagai tersangka.

Penetapan tersangka itu dikonfirmasi Ketua KPK Agus Rahardjo. Menurut Agus, KPK sudah mengeluarkan surat pada 29 Maret 2018, yang ditujukan kepada Ketua DPRD Provinsi Sumut.

Surat itu perihal pemberitahuan penyidikan oleh KPK mengenai dugaan tindak pidana korupsi oleh para anggota DPRD Sumut itu. Dalam surat itu dilampirkan nomor surat perintah penyidikan (sprindik) per tanggal 28 Maret 2018.

"Itu surat pengantar, dilampiri sprindik untuk masing-masing tersangka, dan ditandatangani pimpinan," kata Agus, lewat pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (30/3/2018) malam.

Arifin Nainggolan resmi ditahan 20 hari ke depan untuk mempermudah pemeriksaan terkait suap menyetujui laporan pertanggungjawaban (LPJ) APBD 2012 dan pengesahan perubahan APBD 2013, 2014 dan 2015 oleh mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. (DDC)
  BeritaTerkait
  • Akhyar Nasution Harap AMPI Dapat Majukan dan Tingkatkan Kualitas Pemuda

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sebagai motor penggerak kaum generasi muda memiliki peranan strategis di tengah-tengah masyarakat. Keberadaan AMPI diharapkan mampu mema

  • KPK Tetapkan 38 Tersangka Baru dari Sumut

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):'Angin busuk' kembali berhembus di provinsi Sumatera Utara. Kenapa tidak? 38 mantan dan anggota DPRD Sumut dikabarkan menjadi daftar tersangka Komisi Pemberatansa Korups

  • Tengku Erry Luncurkan 3 Biografi, Ini Kata RE Nainggolan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Peluncuran tiga buku biografi Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSi di Ballroom Hotel Adi Mulia Medan, Minggu malam (15/4/2018), menjadi kado istimewa Har

  • Deklarasi Nusantara Untuk Jokowi (N4J) di Medan; RE Nainggolan: Sekarang Saya Dukung Jokowi

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Mantan Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin SE mengatakan, kapan lagi Indonesia mendapat sosok Presiden seperti Joko Widodo (Jokowi). Masyarakat sudah menikmati hasil pembangu

  • Yakin Menang Prapid, Kuasa Hukum Empat Anggota DPRD Sumut Berikan Alasannya

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Sidang Praperadilan (Prapid) empat anggota DPRD Sumut terkait penetapan tersangka oleh KPK dalam dugaan aliran suap ketuk palu Eks Gubernur Gatot Pujo Nugroho memasuki agenda kesi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb