• Home
  • News
  • Lumbung Pangan untuk Kesejahteraan Masyarakat NTT
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 23 Februari 2021 14:18:00

Lumbung Pangan untuk Kesejahteraan Masyarakat NTT

BAGIKAN:
IST | Pelita Batak
Lumbung Pangan untuk Kesejahteraan Masyarakat NTT
Sumba Tengah (Pelita Batak):
Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Selasa, 23 Februari 2021, melakukan peninjauan terhadap pembangunan lumbung pangan baru yang berada di Kabupaten Sumba Tengah.

Kawasan lumbung pangan tersebut mencakup lahan seluas 5.000 hektare yang 3.000 hektare di antaranya diperuntukkan bagi penanaman padi, sementara 2.000 hektare sisanya diperuntukkan untuk komoditas jagung. Mulai tahun ini, pemerintah menargetkan pengembangan lebih lanjut dari lumbung pangan tersebut yang nantinya akan mencakup luas lahan keseluruhan mencapai 10.000 hektare.

"Hari ini saya melakukan kunjungan kerja untuk melihat lumbung pangan yang ada di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur. Di sini kita siapkan saat ini memang baru 5.000 hektare di mana yang 3.000 (hektare) ditanam padi, yang 2.000 ditanam jagung. Tapi ke depan akan diperluas lagi menjadi 10.000 hektare," ujar Presiden selepas peninjauan.

Saat melakukan peninjauan, meski berada di tengah guyuran hujan lebat, Kepala Negara tetap meninjau areal persawahan yang ada di lokasi yang persisnya terletak di Desa Makata Keri, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah. Di lokasi tersebut para petani setempat juga antusias menunggu kedatangan Presiden.

Lumbung pangan yang tengah dikembangkan di Kabupaten Sumba Tengah ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman di wilayah tadah hujan setempat atau di lahan kering yang difasilitasi dengan sumur bor, embung, dan mata air serta sekaligus ikut menyejahterakan masyarakat Nusa Tenggara Timur. 

"Panen yang ada di Sumba Tengah ini setahun masih sekali, yaitu padi. Kita ingin mengelola agar satu tahun bisa dua kali panen padi dan sekali panen jagung atau kedelai," kata Presiden.

Namun, Presiden mengakui, bahwa pengembangan lumbung pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih menemui kendala utama, yakni ketersediaan sumber air yang dapat digunakan untuk mengairi persawahan. Oleh karena itu, pemerintah tengah membangun hingga sebanyak 200 sumur bor untuk pengairan sawah di lumbung pangan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara langsung menginstruksikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melihat potensi pembangunan waduk atau bendungan di wilayah tersebut yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan utama yang ditemui.

"Memang kuncinya ada di air. Oleh sebab itu, di sini tadi kita lihat sudah dibangun sumur bor yang masuk ke sawah. Beberapa embung juga sudah dibangun di sini. Tapi masih jauh dari cukup," tuturnya.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga memberdayakan masyarakat setempat dalam pengembangan lumbung pangan melalui program padat karya pengolahan tanah dan pembersihan semak belukar untuk lahan seluas 3.650 hektare. 

Presiden juga memerintahkan Kementerian Pertanian untuk turut memberikan bantuan berupa alat mesin pertanian (alsintan) yang sangat dibutuhkan oleh para petani setempat.

"Saya rasa kalau ini kita kerjakan saya meyakini _food estate_ yang ada di Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan NTT ini akan bisa terbangun sebuah ketahanan pangan yang baik untuk negara kita," tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut di antaranya ialah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat, dan Bupati Sumba Tengah Paulus S.K. Limu.(Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
  BeritaTerkait
  • Pemkab Galakkan Pertanian Tepat Sasaran di Hutaginjang Silando Kecamatan Muara

    4 tahun lalu

    Muara (Pelita Batak) :Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan didampingi Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Utara Ir. Ottoniyer Simanjuntak dan beberapa SKPD lakukan penanaman perdana kentang jenis Grafika.

  • Desa Simangumban Julu Dicanangkan Jadi Kampung KB

    4 tahun lalu

    Taurutng (Pelita Batak) :Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, MSi canangkan Desa Simangumban Julu menjadi Kampung KB Kecamatan Simangumban didampingi Kadis Pengendalian Penduduk Aleksander Gulto

  • Bupati Deli Serdang Tabur Benih Padi Jarwo Super di Desa Cinta Damai Percut Sei Tuan

    3 tahun lalu

    Percut Sei Tuan (Pelita Batak) :Bupati H. Ashari Tambunan melakukan kunjungan kerja d Kecamatan Percut Sei Tuan diawali di Desa Cinta Damai menabur benih jajar legowo super tanda dimulainya musim tana

  • Sektor Pertanian Jadi Program Utama Paslon Nomor Urut 3 TOMAN

    3 tahun lalu

    Laporan Freddy HutasoitPertanian merupakan roda penggerak ekonomi nasional. Selain bertujuan memenuhi hajat hidup masyarakat, sektor itu juga berguna untuk mendongrak citra Kabupaten Tapanuli Utara ba

  • Bupati dan DPRD Taput Tandatangani Persetujuan Bersama Atas Ranperda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA. 2019

    8 bulan lalu

    Taput (Pelita Batak):Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M. Si, diwakili Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat, SH bersama para Ketua DPRD Taput Poltak Pakpahan dan Wakil Ketua Fatima Hutabarat menan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb