• Home
  • News
  • Logo Baru ACT, Refleksi Visi Lembaga untuk Peradaban Dunia yang Lebih Baik
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 29 September 2020 14:53:00

Logo Baru ACT, Refleksi Visi Lembaga untuk Peradaban Dunia yang Lebih Baik

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Jakarta (Pelita Batak):
Lebih dari 15 tahun, Aksi Cepat Tanggap (ACT) hadir melayani masyarakat di tengah rangkaian permasalahan umat yang datang silih berganti. Mengawali kiprah di ranah kebencanaan nasional pada 2005, ACT perlahan bertransformasi menjadi lembaga kemanusiaan yang juga fokus menangani krisis kemanusiaan global hingga pengentasan kemiskinan.

Visi besar terus diusung, yakni menjadi organisasi kemanusiaan global profesional berbasis kedermawanan dan kerelawanan masyarakat global untuk mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan aksi nyata lembaga yang telah menjangkau lebih dari 50 juta penerima manfaat di Indonesia dan 50 negara, serta melibatkan sekitar 800 ribu donatur dan 540 ribu relawan.

Seiring dengan besarnya visi dan amanah publik yang diemban, ACT menambah nilai-nilai utama dalam kiprahnya membersamai masyarakat dunia. Nilai-nilai ini tergambar dalam logo baru ACT yang diluncurkan pada Senin (28/9).

Presiden ACT Ibnu Khajar menyampaikan, pembaharuan logo ACT tidak meninggalkan sejarahnya. Ia hanya menjadi lebih muda, lebih mewakili kondisi terkini, lebih sesuai dengan masanya. Karena logo adalah wajah dari sebuah brand yang memiliki nilai yang akan terus dipertahankan sepanjang hidupnya. 

“Logo baru ACT merupakan penerjemahan makna rahmatan lil ‘alamin atau rahmat bagi semesta alam, yang menjadi visi besar lembaga ke depan dan sesuai kondisi terkini, lebih modern, dan global. Logo tersebut merepresentasikan tekad kami untuk mewujudkan peradaban yang lebih baik, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga hingga penjuru dunia. Kami ingin identitas baru ini dapat menggambarkan ACT sebagai lembaga yang lebih inovatif, modern, dan nyata kehadirannya di seluruh dunia dalam menyelesaikan permasalahan kemanusiaan,” terang Ibnu Khajar selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap dalam acara peluncuran logo baru ACT di Menara 165, Senin (28/9). 

Dalam logo baru ini, ada 15 nilai utama yang diusung. Belasan nilai tersebut antara lain tebarkan rahmat bagi semesta; cepat, total, tuntas; jauh dibantu, dekat apalagi; dekatkan semua pada Sang Pencipta; luaskan manfaat; perkuat kolaborasi; hapuskan kemiskinan; berjiwa relawan; bersamai bangsa yang dermawan; peradaban dunia yang lebih baik; beraksi lebih cepat; dekatkan yang lebih pada yang kurang; selamatkan manusia tanpa pandang bulu; tambahkan sedekah tumbuhkan berkah; dan cinta berbagi untuk sesama. 

Aulia Ikhsan Fahdiat selaku Direktur Komunikasi Kreatif ACT menambahkan, logo baru ini diinspirasi oleh budaya lembaga yang antusias dan gesit dalam merespons bencana alam, konflik sosial, konflik kemanusian, dan masalah sosial ekonomi masyarakat. “Perubahan logo menjadi lebih modern membawa semangat baru bagi ACT untuk semakin masif dan semakin akseleratif. Kesan gesit dimunculkan dari huruf A, C, dan T yang dibuat miring. Selain itu, simbol berjamaah juga diwujudkan dalam kedekatan antarhuruf. Posisi yang saling menempel ini juga memiliki makna kedekatan setiap insan dengan Sang Pencipta, donatur dengan penerima manfaat, serta berbagai elemen lain dalam mewujudkan peradaban yang lebih baik,” jelasnya.

Terakhir, dengan tetap menggunakan slogan “care for humanity”, identitas tersebut mencerminkan bahwa transformasi yang ada tidak mengurangi semangat kepedulian yang rendah hati bagi semua personel lembaga ACT dalam membersamai masyarakat dunia. Slogan ini juga ditempatkan pada posisi bawah untuk mewakili sifat rendah hati.

Pembaharuan logo ini pun diharapkan mampu mewujudkan visi besar lembaga dengan lebih luas. Tak hanya merefleksikan perjalanan kemanusiaan lembaga, namun juga menjalankan amanah mulia untuk mendedikasikan semua pengalaman dan pengetahuan sebagai lembaga swadaya masyarakat yang mengutamakan kemanusiaan dan meluaskan manfaat. (*)
  BeritaTerkait
  • Pendidikan yang Berbudaya Lokal

    4 tahun lalu

    Mengingat masa lalu untuk memetik sejumlah pelajaran kemudian menjadikannya bekal dalam upaya meningkatkan kualitas hidup merupakan tindakan bijak dari seseorang yang  menginginkan masa depan.

  • Jargon Minoritas-Mayoritas Keagamaan Belum Hilang

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Masa Bakti 2015 – 2020, Baktinendra Prawiro,MSc,MH mengatakan persoalan politik di I

  • Jokowi dan HKBP

    3 tahun lalu

    HARAPAN Jokowi agar HKBP menyuarakan semangat pluralisme di negara ini harus kita respon karena memang sudah menjadi tanggung jawab semua elemen bangsa untuk mendorong kebhinnekaan sebagai anugerah

  • Ini Sambutan Ketua Umum PIKI Baktinendra Prawiro, MSc., MH pada Rakernas & KLB

    3 tahun lalu

    Yang saya hormati bapak / ibu anggota Dewan Penasehat PIKI, Dewan Kehormatan PIKI, Dewan Pakar PIKI, yang saya hormati rekan2 pengurus PIKI se-tanah air, baik DPD maupun DPCang saya banggakan rekan2 a

  • Pusat Habatakon (Batak Center) Didirikan untuk Menyelamatkan Kebudayaan Batak di Masa Depan

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Kebudayaan Batak perlahan-lahan ditinggalkan oleh penganutnya yaitu orang-orang Batak itu sendiri, semakin tergerus oleh kemajuan teknologi informasi, pergaulan bebas, hedonisme

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb