• Home
  • News
  • Lima Tahun Ulos Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Enni Pasaribu : Lestarikan Ulos Lewat Nilai Seni dan Budaya
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 16 Oktober 2019 22:30:00

Lima Tahun Ulos Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Enni Pasaribu : Lestarikan Ulos Lewat Nilai Seni dan Budaya

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak
Enni Martalena Pasaribu SH MH,Mkn.
Medan (Pelita Batak) :
Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan RI telah menetapkan ulos sebagai warisan budaya tak benda sejak 17 Oktober 2014. Warga Sumatera Utara secara khusus menyambut dan mengapresiasi hal tersebut, yang ditandai dengan pelaksanaan berbagai kegiatan dalam peringatan hari ulos setiap tahun.

Pelaksanaan hari ulos pertama tahun 2015, digagas oleh Enni Martalena Pasaribu,SH,MH.Mkn bersama sejumlah pegiat dan pemerhati ulos serta budayawan Manguji Nababan dengan yang lainnya dilaksanakan di Jl Sei Galang Medan. "Setiap tahun kita mendorong adanya berbagai kegiatan dalam memeriahkan hari ulos. Sebagai bentuk respon dan apresiasi kita untuk penetapan ulos sebagai warisan budaya tak benda," kata Enni saat ditemui wartawan di Medan, Rabu (16/10/2019).

Ulos, kata wanita yang sehari-hari aktif sebagai pengacara ini, adalah cipta karya suku Batak yang menjadi milik bangsa Indonesia. Pelestarian kekayaan seni dan budaya yang terkandung dalam ulos mestinya menjadi dampak dari penetapan oleh pemerintah tersebut.

Tidak menutup kemungkinan, ulos diajukan dan didaftarkan sebagai warisan budaya dunia melalui UNESCO, hanya saja terlebih penting untuk pembinaan dan kelestarian ulos di tengah masyarakat. "Pelestarian nilai ulos secara budaya dan seni, serta memberikan dampak secara ekonomi bagi pengrajin ulos," ujar Enni.

Untuk itu, masyarakat Indonesia di seluruh provinsi khususnya warga Batak yang intim dengan ulos turut melestarikannya dengan aplikasi pemanfaatan ulos dalam keseharian. "Selain dalam ritual adat, tentu motif dan corak ulos sangat elegan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kita ada kerinduan, pemanfaatan motif ulos dalam busana-busana atau pakaian sehari-hari bisa dilakukan dan menjadi fashion yang dipadu menjadi pakaian kebanggaan," ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya terus melakukan komunikasi ke pemerintah pusat lewat kementerian terkait untuk pemanfaatan status ulos sebagai warisan budaya tak benda untuk pelestarian dan perlindungan ulos dan berbagai kekayaan corak serta nilai historis yang terkandung di dalamnya.

Disampaikan Enni, pelaksanaan kegiatan bertemakan ulos setiap tahunnya di beberapa daerah terus bergulir. "Pengakuan pengrajin ulos, permintaan ulos relatif meningkat. Ini yang pantas kita syukuri," ujarnya.

Kemudian, lanjut Enni, tahun-tahun sebelumnya selain seremonial peringatan hari ulos, juga telah dilakukan berbagai kegiatan seperti seminar dan sosialisasi ke tengah masyarakat. Untuk itu, ke depan ulos akan bisa semakin memasyarakat di Indonesia.

"Tanggungjawab kita, merespon penetapan oleh pemerintah, serta mendorong adanya upaya pelestarian dan pengembangan ulos dan nilainya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Khususnya untuk nilai budaya dan seni kebudayaan itu sendiri," ujarnya. (*)
  BeritaTerkait
  • Panitia Hari Ulos Berdiskusi dengan Prof Robert Sibarani

    3 tahun lalu

    Prof Dr Robert Sibarani mengapresiasi upaya yang dilakukan Komunitas Pecinta dan Pelestari Ulos untuk mengajukan 'ulos' yang telah menjadi Warisan Budaya tak Benda nasional menjadi warisan budaya dunia yang terdaftar di UNESCO. Menurut Direktur

  • Panitia Berharap Dekranasda Sumut Turut Mendukung dan Berpartisipasi Pelestarian Ulos

    3 tahun lalu

    Peringatan Hari Ulos ke-2 akan diperingati 17 Oktober 2016. Panitia yang diketuai Enni Martalena Pasaribu SH meminta dukungan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumut. Selain menargetkan 17 Oktober ditetapkan sebagai agenda kalende

  • Panitia Hari Ulos Sowan ke Rumdis Wali Kota Medan

    3 tahun lalu

    Komunitas Pecinta dan Pelestari Ulos yang menjadi panitia Pelaksana Peringatan Hari Ulos ke II Tahun 2016 suwon ke Rumah Dinas Wali Kota Jl Sudirman Medan, Rabu (13/7/2016). Wali Kota Medan Drs Dzulmi Eldin menyambut baik rencana dan panitia dalam upaya m

  • Ketua DPRD Medan Dukung Penetapan Hari Ulos Nasional

    3 tahun lalu

    Ketua DPRD Medan Dukung Penetapan Hari Ulos Nasional Medan (Pelita Batak) Ketua DPRD Kota Medan, Henry Jhon Hutagalung menyatakan dukungannya untuk penetapan hari ulos, 17 Oktober, menjadi kalender tahunan. Warisan budaya yang dimiliki bangsa ini, k

  • Komunitas Pecinta dan Pelestari Ulos Serta Para Tokoh Bicara Tentang Ulos

    3 tahun lalu

    Ulos semakin santer dibicarakan akhir-akhir ini. Bahkan, sejumlah tokoh masyarakat batak kini sudah sepakat untuk mendaftarkan kain ulos yang secara umum dipahami masyarakat sebagai kain tenun ikatnya masyarakat batak ke lembaga dunia, UNESCO.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb