• Home
  • News
  • Lagi-lagi Presiden Jokowi Sampaikan : Perbedaan Tidak Harus Diseragamkan dan Tidak Harus Dilenyapkan
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 22 April 2017 17:04:00

Lagi-lagi Presiden Jokowi Sampaikan : Perbedaan Tidak Harus Diseragamkan dan Tidak Harus Dilenyapkan

BAGIKAN:
Humas/Jay
Presiden Jokowi saat hadir dalam acara Dharma Santi Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939 di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (22/4).
Jakarta (Peelita Batak) :
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, membawa kembali kesadaran baru tentang makna menjaga keharmonisan serta persaudaraan sejati sangat penting dalam kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara.
 
Sebagai bangsa yang majemuk, yang memiliki 714 suku, bahkan data BPS menyebutkan sekitar 1.340 suku, beragam ras, beraneka ragam bahasa daerah, berbeda-beda agama, latar belakang suku, budaya, menurut Presiden, bukanlah penghalang bagi kita untuk bersatu dan bukan pula penghalang untuk hidup dalam keharmonisan.
 
“Sekali lagi, bukan penghalang bagi kita itu  hidup dalam keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari yang saling menghormati, saling membantu, dan saling membangun solidaritas sosial yang kokoh,” tegas Presiden Jokowi dalam sambutannya pada acara Dharma Santi Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939 di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (22/4) pagi.
 
Semua perbedaan itu, tegas Presiden, tidak harus diseragamkan, tidak juga harus ditiadakan dan bahkan dilenyapkan.
 
“Namun, semua perbedaan dan keragaman itu justru harus diikat oleh tali-tali persaudaraan, tali-tali kebersamaan, dan tali- tali persatuan di negara kita Indonesia,” tutur Presiden.
 
Dalam mengelola keragaman, mengelola kemajemukan, lanjut Presiden,  kita bersyukur memiliki Pancasila. Kita juga bersyukur memiliki sesanti Bhineka Tunggal Ika.
 
“Pancasila sebagai dasar negara​, Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan pemersatu kita semuanya,” ujar Presiden.
 
Ditambahkan Presiden Jokowi, Kkta juga mempunyai Bhineka Tunggal Ika yang menjadi pilar kebangsaan yang kokoh untuk menjaga dan merawat Indonesia yang majemuk ini.
 
“Pilar kebangsaan untuk mewujudkan Indonesia yang bersatu, Indonesia yang harmonis, dan Indonesia yang damai,” tegas Presiden.
 
Karena itu, Presiden Jokowi meyakini
dengan berpegang pada Pancasila, dengan menjunjung semangat Bhineka Tunggal Ika kita akan tetap bersatu.
 
“Dan dengan bersatu kita akan maju bersama, akan sejahtera bersama, untuk menyongsong masa depan bangsa yang lebih gemilang,” pungkas Presiden.
 
Peringatan Hari Raya Nyepi yang mengambil tema, “Jadikan Catur Brata Penyepian Memperkuat Toleransi Kebhinekaan Berbangsa dan Bernegara Demi Keutuhan NKRI,” ini diikuti oleh masyarakat, Korpri, TNI, serta Polri.
 
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Mayjen TNI Purn Wisnu Bawa Tenaya, dan Ketua Umum Panitia Penyelenggara Irjen Pol Ketut Untung Yoga. (Setkab|TAp)
  BeritaTerkait
  • NKRI Sudah Final, Penyeragaman Tidak Relevan

    3 tahun lalu

    ~Oleh:  Dr Bernard Nainggolan, SH, MH, Ketua Pengurus Nasional Perkumpulan Senior GMKISEBAGAI warga negara, kita sangat konsern terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan men

  • Diskusi Publik Bersama Senior GMKI dan Tokoh NU Tentang Keutuhan NKRI

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Diskusi Publik "Melawan Intoleransi & Radikalisme" (Menyikapi situasi kebangsaan terkini) yang diselenggarakan GMKI mengajan NU menjadi teman diskusi, di Hotel Danau Toba Int

  • Wagub Nurhajizah Marpaung: Remaja Harus Jadi Pelopor Gerakan Memakmurkan Masjid

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Wakil Gubernur Sumut Brigjen TNI Purn Dr Nurhajizah Marpaung SH MH mengharapkan para pemuda dan remaja menjadi pelopor menggerakan masyarakat ke Masjid. Hal ini dikatakan Wagub

  • Presiden Jokowi Ajak Anak Muda Hasilkan Terobosan Aplikasi Digital

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Presiden Jokowi mengemukakan, berkat perkembangan teknologi digital kita sekarang hidup di dunia yang terasa tanpa sekat dan tanpa batasan fisik. Banyak negara-negara yang w

  • Pertemuan Kapolri dengan Firman Jaya Daeli, Ini yang Dibahas

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian bertemu dengan Firman Jaya Daeli (Mantan Tim Perumus UU Polri Di Pansus DPR-RI) yang membahas tentang komitmen dan konsistensi akan reformasi Polri, pemaknaan dan percepatan program Polri, pen

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb