• Home
  • News
  • LBH Pers dan PFI Padang Mengutuk Tindakan Anggota TNI Aniaya Wartawan
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 16 Agustus 2016 08:56:00

LBH Pers dan PFI Padang Mengutuk Tindakan Anggota TNI Aniaya Wartawan

BAGIKAN:
Pelita Batak : Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Kota Padang dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Padang mengutuk tindakan yang dilakukan oleh oknum TNI AU-Paskhas Lanud Suwondo Medan. Pernyataan tersebut terkait tindakan arogansi terhadap dua jurnalis saat meliput bentrokan antara TNI-AU dan warga di kawasan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (15/8/2016).

Kedua jurnalis itu, Andri Syafrin Purba (jurnalis MNC TV) dan Array Argus (Harian Tribun Medan). Andri mengalami luka lecet di kepala dan tangannya, sementara Array mengalami luka lebam di bagian rusuk dan tangan. Keduanya menjadi bulan-bulanan oknum TNI AU yang menyerang secara membabi buta. Tidak hanya itu saja, oknum anggota TNI AU dan Paskhas Lanud menggunakan kayu, pentungan, dan diduga senjata laras panjang. Pada saat penyerangan terhadap jurnalis.

Direktur LBH Pers Padang, Rony Saputra mengungkapkan peristiwa tersebut jelas-jelas telah mengkebiri demokrasi dan kemerdekaan pers di Indonesia. Tindakan arogansi yang dilakukan oleh oknum TNI AU dan Paskhas Lanud Suwondo merupakan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama dan tindakan penghalang-halangan terhadap pers dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik yang dilindungi oleh Undang-Undang. Hal senada juga dikatakan Ketua PFI Padang, Zulkifli saat wawancara terpisah, Senin sore (15/8).

Hal seperti ini sela Zulkifli, merupakan tindakan intimidatif, merugikan masyarakat untuk memeroleh informasi yang akurat dari para pewarta di lapangan. Maka LBH Pers Padang dan PFI Padang menyampaikan sikap, penganiayaan dan penghalang-halangan wartawan melakukan kerja-kerja jurnalistik adalah pelanggaran hukum dan HAM; Panglima TNI harus mengambil langkah-langkah hukum atas tindakan arogansi yang dilakukan oleh Oknum TNI AU dan Paskhas Lanud terhadap Wartawan; POM TNI AU harus melakukan penegakan hukum terhadap tindakan sewenang-wenang dan diluar batas yan dilakukan oleh oknum TNI AU dan Paskhas Lanud terhadap wartawan. (TAp/rel)
  BeritaTerkait
  • AMCI Desak Hukum Ditegakkan Bagi Penganiaya Jurnalis di Medan

    4 tahun lalu

    Aksi kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Medan. Kali ini, korbannya adalah Array (wartawan di salah satu media harian di Medan) dan Andry Safrin (kontributor di salah satu televisi nasional). Kedua jurnalis itu mendapatkan penganiayaan oleh pra

  • Kekerasan Terhadap Pers Marak, Jurnalis di Medan Aksi Damai

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Jurnalis gabungan dari sejumlah organisasi pers menggelar aksi unjuk rasa terkait penganiayaan jurnalis Adi Palapa Harahap, yang bekerja sebagai kontributor iNews TV (MNC B

  • Maraknya Persekusi terhadap Jurnalis, Dampak dari Kinerja Dewan Pers yang Salah Arah

    3 tahun lalu

    Berbagai peristiwa miris, menyedihkan, bahkan mengerikan yang menimpa para jurnalis di berbagai tempat di Indonesia merupakan dampak dari lemah dan mandulnya kinerja Dewan Pers selama ini. Kejadian pe

  • Satgas Dewan Pers Temukan Bukti Kekerasan Jurnalis di Medan

    4 tahun lalu

    Satuan Tugas Penanganan Kekerasan Dewan Pers melakukan investigasi kekerasan jurnalis di Medan saat melakukan p

  • Tim Advokasi Pers Sumut Ragukan Hasil Investigasi TNI AU

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Tim Advokasi Pers Sumut meragukan hasil investigasi yang dilakukan tim investigasi TNI AU terhadap kasus Sari Rejo. Dimana banyak ditemukannya kejanggalan dan tidak sesuai dengan kenyataan.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb