• Home
  • News
  • Kunjungan GMKI ke Ponpes Al-Hikam Malang: Pemuda Jangan Lupa Identitas Indonesia
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 04 Oktober 2017 08:19:00

Kunjungan GMKI ke Ponpes Al-Hikam Malang: Pemuda Jangan Lupa Identitas Indonesia

BAGIKAN:
Ist
Kunjungan GMKI ke Ponpes
Malang(Pelita Batak): "Generasi muda harus selalu berusaha memahami karakter bangsa Indonesia. Apalagi di era globalisasi ini kita dengan mudah terpapar dengan budaya dari luar. Menjadi tugas organisasi kemahasiswaan seperti PMII, GMKI, HMI, GMNI, PMKRI, dan lainnya untuk bersinergi dan saling terhubung sehingga dapat menjaga identitas kita sebagai orang Indonesia," ujar Muhammad Nafi, Wakil Pengasuh Ponpes Al-Hikam, Malang, saat bersama para santri, menerima kunjungan kasih dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) pada Selasa siang 3 Oktober 2017. 

Dengan ramah dan dalam suasana yang cair, Nafi mengingatkan kembali pesan almarhum KH. Hasyim Muzadi selaku Pendiri Pondok Pesantren Al - Hikam yang juga Mantan Ketua Umum PBNU, bahwa generasi muda Indonesia tidak bisa sekedar mengetahui agama, namun juga harus memiliki agama dan bijaksana dalam menginternalisasi dan mengimplementasikan nilai-nilai agama tersebut.

"Tantangan bangsa saat ini adalah kesenjangan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat. Ketimpangan ini menjadi salah satu penyebab terjadinya radikalisme. Pemuda harus saling bertukar pikiran sehingga dapat mengurai persoalan ini," ujar Nafi.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat menyampaikan bahwa pemuda membutuhkan teladan dari figur yang tepat sehingga dapat memiliki karakter yang baik. Pesantren memiliki peranan penting dalam memberikan teladan yang baik kepada para santri dan masyarakat.

"Peradaban Indonesia sebenarnya dapat menjadi contoh bagi dunia. Masyarakat luar banyak yang terheran-heran melihat kehidupan masyarakat kita yang toleran dan gotong-royong. Maka pemuda harus bersatu menjaga keharmonisan bangsa yang saat ini sedang dipecah-belah oleh kelompok tertentu," ujar Sahat.

Di akhir dialog yang dipenuhi guyonan khas Jawa Timur, Arnold Leonardo Panjaitan, Koordinator Wilayah GMKI Jatim, Bali, NTT menegaskan sekaligus mengamini, "berkaca pada kerjasama beberapa lembaga yang terjadi akhir-akhir ini, akan tiba suatu saat dimana pemuda yang tercerahkan, seperti generasi muda NU dan GMKI, akan terkoneksi secara kuat untuk menghadapi persoalan bangsa."

Kunjungan di Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang ini merupakan rangkaian Parade Kebangsaan GMKI yang berlangsung pada tanggal 2-6 Oktober 2017 di Jawa Timur. Pada pertemuan tersebut, selain untuk menjaga silaturahmi, berbagai topik juga didiskusikan seperti dinamika generasi millenial, kerukunan antar umat beragama, dan persoalan sosial politik yang saat ini sedang hangat di Indonesia.(ril)
  BeritaTerkait
  • Pesantren Tebuireng: Pemerintah Harus Memperhatikan Ekonomi Masyarakat Kecil

    3 tahun lalu

    Jombang(Pelita Batak): "Pemerintah dan masyarakat harus sadar bahwa kegaduhan negara akibat radikalisme dan isu SARA salah satunya disebabkan ketimpangan sosial dan ekonomi. Ada kepentingan elit dan k

  • GMKI : Menjawab Ketimpangan Pembangunan dengan Pancasila

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia memperingati Sumpah Pemuda dengan melakukan Seminar Nasional bertemakan "Pemuda sebagai Penjaga Pancasila dan Pembangun Peradaban". Seminar in

  • Ini Pidato Ketua Umum pada Dies Natalis ke-68 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia

    3 tahun lalu

    Syalom,Assalamualaikum Wr. Wb.,Om Swastiastu,Namo Budhaya,Salam kebajikan,Salam sejahtera bagi kita semua,Merdeka!!!Bapak, Ibu, Saudara, Saudari yang kami kasihi,Pada umumnya, usia menjadi salah satu

  • Gubernur Sumut Harapkan GMKI Menjadi Agen Perubahan

    5 tahun lalu

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi mendorong seluruh mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menjadi agen perubahan dalam upaya mencapai kesejahteraan masyarakat.

  • Sumpah Pemuda ... Di manakah engkau?

    4 tahun lalu

    Minggu, 28 Oktober 1928. Itu peristiwa... 20 thn setelah sekelompok Priyai ambtenar terpelajar dokter Jawa.. mendengungkan Boedi Utomo.. Mereka sadar.. bahwa untuk menyongsong dan memperjuangkan ke

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb