• Home
  • News
  • Komnas Anak Sebut Siantar Simalungun Darurat Narkoba Terhadap Anak
KSP Makmur Mandiri
Senin, 13 Maret 2017 22:58:00

Komnas Anak Sebut Siantar Simalungun Darurat Narkoba Terhadap Anak

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak
Arist Merdeka Sirait

Jakarta (Pelita Batak) :
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) menyebutkan kawasan hukum Pematangsiantar -Simalungun masuk kategori waspada darurat narkoba terhadap anak. Didasari fakta meningkatnya pelibatan anak usia SD, SMP dan SMA sederajat sebagai pengedar, kurir dan pengguna Narkotika  dua tahun terakhir. Hal ini membuat, kondisi ini tidak bisa diabaikan dan perlu diwaspadai.

Sebagaimana disampaikan Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait dalam relisnya, Senin (13/2/2017), sebagai perbandingan Kantor BNN Tanjungbalai melaporkan hasil tes urine terhadap 300 anak pelajar di 13 SMK di Tanjungbalai di tahun 2016, menemukan fakta 42% positif pengguna Narkoba dan hanya satu dari 13 SMK yang di tes urine dinyatakan steril terhadap Narkoba. Ketika data ini dikonfirmasi Komnas Perlindungan Anak kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai juga membenarkan hasil tes urine pelajar SMK yang dilakukan BNN Kota Tanjung Balai.

Sementata menurut Dinas Pendidikan bahwa jumlah murid SMP dan SMK di Tanjungbalai terdaftar 9.567 murid. Nah, jika dikaitkan dengan data BNN Kota Tanjungbalai maka diperkirakan hampir 50% siswa dan siswi di Kota Tanjungbalai positif sebagai pengguna Narkoba. Itu artinya bahwa Kota Tannjungbalai jiga darurat narkoba, selain penggunanya dikalangan anak dan pelajar terus meningkat, kota Tanjung Balai juga sebagai lintas peredaran Narkoba dari Negara tetangga ke beberapa kota termasuk Siantar Simanlungun. Demikian keprihatihatinan Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Komnas Perlindungan Anak dalam menyikapi meningkatnya abak dan pelajar di Siantar Simalungun sebagai pengedar, kurir dan pengguna narkoba.

Jika dikaitkan dengan Data BNN Kota Tanjungbalai, Siantar Simalungun juga harus menjadi kota dan kabupaten yang terus harus diwaspai terhadap Darurat Narkoba.

Tidak bisa dipungkiri bahwa meluasnya peredaran narkoba telah memicu meningkatnya kejahatan seksual bergerombol teradap anak. Masih segar dalam ingatan kita Kasus kejahatan seksual bergerombol (geng rape) yang menimpa siswi SMK di Siantar Desember 2016. "Situasi yang menyedihkan, yang telah membuat kita marah dan mengutuk perbuatan  biadap  yang dipicu oleh Narkoba. Kejadian serupa di Simalungun yang sebarannya meluas dari desa dan kota. Artinya fenomena gerombolan kejahatan seksual terhadap anak dipicu oleh narkoba dan pornografi telah menjadi fenomena menakutkan yang harus diakhiri," katanya.

Hasil penelusuran Data Pusat dan Alasis Informasi (Pusdatin)  Komnas Perlindungan Anak di Siantar Simalungun tahun 2015/2016 ditemukan 357 anak usia dibawah 17 tahun terlibat menjadi pengedar, kurir dan pemakai Narkoba. Masih menurut Penelurusan  dan kajian Pusdatin Komnas Anak jenis-jenis Narkoba yang dominan beredar adalah jenis ganja, estasi dan sabu-sabu. Yang perlu diwaspai adalah selain anak-anak dan pelajar di Siantar Simalungun sebagai sasaran Pengedar, kurir dan pengguna berbagai jenis Narkoba fakta yng dikumpulkan Komnas Perlindungan dan BNN Kota Siantar, ditemukan fakta bahwa Siantar ternyata sebagai distributor atau pemasok dan membagi Narkoba untuk beberapa kota di sekitarnya seperi Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Lubukpakam, Indrapura, Laguboti, Porsea, Balige, Samosir dan Tarutung dan berbagai kota kecamatan.

Dari fakta dan data yang terungkap, dan atas dasar anak adalah amanah dan anugetah Tuhan yang dititipkan di masing -masing keluarga, Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga pelaksana tugas dan fingsi keorganisasian independen dari Perkumpulan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) yang memberikan pelayanan advokasi di bidang promosi, pemenuhan dan perlindungan anak di Indonesia, mendorong  otoritas Kota Siantar dan kabupaten Simalungun sudah saatnya memberikan perhatian ekstra terhadap perkembangan bahaya narkoba dan memanfaatkan data penelusuran yang dikumpulkan dan yang telah dikaji BNN Kota Siantar Simalungun serta hasil pengungkapan Kasat Narkoba Di Polres Siantar dan Simalungun sebagai bahan untuk dijadikan pemerintah dan pemangku kepetingan perlindungan anak membangun gerakan partisipasi masyarakat untuk melumpuhkan para cukong atau sindikat peredaran Narkoba dimasing-masing kampung dan kota kecamatan.

"Sudah saatnya pemerintah mendorong gerakan parisipasi masyatakat untuk memutus Mata Rantai Jaringan Narkoba di masing- masing kampung dengan cara membangun gerakan perlindungan Anak Sekampung. Artinya masyarakat harus bersepakat bahwa Narkoba adalah musuh bersama masyatakat dan bukan hanya musuh Polisi dan BNN semata. Sebab fakta menunjukkan anak dan pelajar saat ini telah menjadi sasaran sindikat narkoba yang utama  dan jika tidak diakhiri segera maka masyarakat Siantar Simalungun akan kehilangan generasi penerus dan tingkat kejahatan anak, baik sebagai pelaku dan korban akan terus meningkat," ujarnya.

Sebagai lembaga independen di bidang perlindungan Anak  Komnas Perlindungan Anak juga minta kepada Wakil Walikota Siantar dan Bupati Simalungun untuk memantau perkembangan hiburan malam sebagai salah satu tempat peredaran narkoba bahkan menutup hiburan malam jika menumbuh suburkan peredaran Narkoba.(TAp)

  BeritaTerkait
  • Komnas Perlindungan Anak Segera Bertemu Polda Sumut

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Brutalisme, tindakan sadisme yang terjadi beberapa minggu terakhir ini  ditengah-tengah masyarakat Medan Sumatera Utara  telah menunjukkan suatu tindakan yang

  • Wagub Nurhajizah Marpaung: Remaja Harus Jadi Pelopor Gerakan Memakmurkan Masjid

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Wakil Gubernur Sumut Brigjen TNI Purn Dr Nurhajizah Marpaung SH MH mengharapkan para pemuda dan remaja menjadi pelopor menggerakan masyarakat ke Masjid. Hal ini dikatakan Wagub

  • Jargon Minoritas-Mayoritas Keagamaan Belum Hilang

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Masa Bakti 2015 – 2020, Baktinendra Prawiro,MSc,MH mengatakan persoalan politik di I

  • Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Anak, Komnas PA Minta Kepolisian Tahan Humas PT TPL Aek Nauli

    tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Indonesia, Arist Merdeka Sirait mendesak Kapolres Simalungun menangkap dan menahan Humas PT. Toba Pulp Lestari (TPL) Sektor Aek N

  • Terjadi Lagi, Anak Hamil Tua di Garut Akibat Ulah Ayah Kandung

    9 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Kasus kejahatan seksual terhadap anak  dalam bentuk incest akhir-akhir ini marak terjadi di sekitar lingkungan sosial anak. Rumah tidak lagi tempat yang nyaman, ramah dan b

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb