• Home
  • News
  • Kolaborasi ASEAN-Korea Selatan Tingkatkan Ketahanan Kesehatan
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 13 November 2020 12:58:00

Kolaborasi ASEAN-Korea Selatan Tingkatkan Ketahanan Kesehatan

BAGIKAN:
IST|Pelita Batak
Jakarta (Pelita Batak):
Optimisme terhadap kemitraan ASEAN dan Korea Selatan tidaklah surut meski dunia tengah dilanda pandemi beserta dampak yang ditimbulkannya. Kemitraan erat yang terjalin tersebut justru dapat berkontribusi bagi upaya menanggulangi pandemi dan pemulihan ekonomi di kawasan.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat berpidato pada KTT ke-21 ASEAN-Korea Selatan pada Kamis, 12 November 2020. KTT kali ini diselenggarakan secara virtual sebagai penerapan protokol kesehatan.

"Akhir tahun lalu, di Busan, saya menyampaikan optimisme terhadap Kemitraan ASEAN-Korea Selatan. Di tengah situasi pandemi ini saya tetap optimistis. Optimistis bahwa kemitraan strategis ASEAN-Korea Selatan dapat berkontribusi bagi upaya melawan pandemi dan pemulihan ekonomi di kawasan," ujarnya.

Menurut Presiden, optimisme tersebut harus diwujudkan dalam dua hal, yakni kolaborasi antara ASEAN dan Korea Selatan dalam pemulihan kawasan serta penguatan kerja sama dalam hal ketahanan kesehatan.

Kolaborasi bagi pemulihan ekonomi kawasan diperlukan untuk menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat dan dunia usaha yang nantinya dapat membantu daya ungkit ekonomi kawasan.

"Salah satu upaya menumbuhkan harapan baru masyarakat adalah integrasi ekonomi di kawasan termasuk melalui RCEP dan FTA (free trade agreement) ASEAN-Korea Selatan. Saya mengapresiasi komitmen Korea Selatan terhadap integrasi ekonomi kawasan dan penandatanganan RCEP tahun ini," ucap Presiden.

Selain itu, Presiden melanjutkan, ASEAN dan Korea Selatan harus bekerja keras menjamin rantai pasokan global termasuk melalui perluasan investasi Korea Selatan di Asia Tenggara dan memperkuat ASEAN sebagai basis produksi Korea. Transformasi digital dan teknologi pada UMKM serta penguatan kerja sama ekonomi kreatif juga dapat mendorong bergeraknya ekonomi di kawasan.

Adapun untuk penguatan kerja sama dalam hal ketahanan kesehatan, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa pemulihan ekonomi hanya dapat berjalan baik bila terdapat jaminan kesehatan. Di masa pandemi ini, penanganan kesehatan akibat pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi harus berjalan beriringan. Dalam jangka pendek, kemitraan ASEAN dan Korea Selatan harus menjamin ketersediaan obat-obatan dan vaksin Covid-19.

Sementara dalam jangka panjang, kemitraan ASEAN dan Korea Selatan dapat diarahkan untuk membangun mekanisme ketahanan kesehatan di kawasan, khususnya infrastruktur kesehatan di tingkat nasional, industri kesehatan yang kuat di kawasan, dan kerangka ketahanan kesehatan kawasan termasuk sistem peringatan dini dan SoP di masa pandemi.

"Keunggulan Korea Selatan dalam sistem digitalisasi layanan kesehatan dapat dijadikan salah satu bidang kerja sama baru ASEAN-Korea Selatan," imbuhnya.

Selain itu, Kepala Negara berpandangan bahwa perang melawan pandemi dan pemulihan ekonomi hanya dapat dilakukan apabila kawasan berada dalam kondisi damai dan aman. Untuk itu, pada usia ke-10 kemitraan strategis ASEAN-Korea Selatan, Presiden mengajak kedua pihak untuk menjadi penjaga perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan.

"Perang melawan pandemi dan pemulihan ekonomi hanya bisa dilakukan jika kawasan kita damai dan aman. Pada usia ke-10 kemitraan ASEAN-Korea Selatan, saya ingin kembali mengajak ASEAN-Korea Selatan untuk menjadi guardian bagi kawasan yang damai, aman, dan stabil untuk kesejahteraan rakyat kita bersama dan dunia," tandasnya.(Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
  BeritaTerkait
  • Tolak Pengiriman Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Jokowi: Indonesia Siap Berkontribusi Untuk Terwujudnya SDGs ASEAN

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan komitmen Indonesia, yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri tetapi Indonesia juga siap untuk berkontribusi dalam pencapaian SDGs (Su

  • Presiden Jokowi Dorong Negara-Negara APT Miliki Mekanisme Ketahanan Kesehatan

    3 minggu lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Presiden Joko Widodo mendorong kemampuan negara-negara ASEAN Plus Three (APT) untuk memiliki mekanisme ketahanan kesehatan. Hal itu berkaca dari pengalaman pandemi Covid-19 saat

  • Daebak ! Inilah Sepuluh Aplikasi Kota Pintar di Kota Seoul Metropolitan

    3 tahun lalu

    Ditulis ulang: Flemming PANGGABEANSmart City atau kota pintar  merupakan sebuah konsep perkotaan yang sudah banyak diterapkan di negara maju di dunia seperti Denmark, Belanda, Dubai, Amerika Seri

  • Dr. Rian Nugroho: Jadilah Policy Maker Handal di Era Disruptif

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan kelak harus jadi policy maker handal di era disruptif, bahkan kalau bisa sebagai policy maker kelas dunia

  • Hubungan Sister City Medan & Gwangju Jadi Liputan Khusus Majalah Ternama Korea

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menerima kunjungan Seulki Lee, seorang wartawan surat kabar dari Kota Gwangju, Korea Selatan di Balai Kota Medan, Jumat (1/2). Selai

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb