• Home
  • News
  • Kita Dipersatukan Oleh Bhineka Tunggal Ika
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 26 September 2017 17:19:00

Wali Kota Medan

Kita Dipersatukan Oleh Bhineka Tunggal Ika

BAGIKAN:
ist|Pelitabatak
Medan (Pelita Batak):
Ungkapan tersebut ditegaskan Walikota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S M.Si diwakili Kepala Badan Kesbang Pol Kota Medan Ceko Wakhda Ritonga,SH ketika secara resmi membuka Seminar Penguatan Pemahaman Bhineka Tunggal Ika, di Hotel Madani, Selasa (26/9).

Dengan mengangkat tema "Memahami Perbedaan Untuk Persatuan", diharapkan para peserta yang mengikuti seminar dapat memahami Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan berfikir muktikultur dan dapat saling menghargai segala perbedaan yang di miliki.

Dalam sambutan Walikota Medan yang dibacakan oleh Ceko Wakhda Ritonga mengatakan sejak awal berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia, para pendiri negara menyadari bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk karena terdiri atas berbagai suku, adat istiadat, budaya, bahasa daerah serta agama yang berbeda-beda. Dengan keanekaragaman tersebut, mengharuskan setiap langkah dan kebijakan negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara diarahkan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan.

"Demi menyatukan banyaknya perbedaan, maka dipakailah semboyan Bhineka Tunggal Ika yang diambil dari Buku Sutasoma, maka secara mendalam Bhineka Tunggal Ika memiliki makna walaupun di Indonesia terdapat banyak suku, agama, ras, kesenian, adat dan bahasa, namun tetap satu kesatuan yang sebangsa dan setanah air," kata Ceko dihadapan para peserta.

Lebih lanjut Ceko menjelaskan, keanekaragaman tersebut bukanlah merupakan perbedaan yang bertentangan namun justru keanekaragaman itu bersatu dalam satu sintesa yang pada gilirannya justru memperkaya sifat dan makna persatuan bangsa dan negara Indonesia.

Disamping itu, bagi setiap masyarakat Indonesia, semboyan Bhineka Tunggal Ika dapat dijadikan sebagai dasar guna melaksanakan perwujudan terhadap kesatuan dan kerukunan bangsa Indonesia. Maka untuk itu Ceko berpendapat, sudah selayaknya Bhineka Tunggal Ika diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan cara menjalani kehidupan dengan saling menghormati dan menghargai setiap individu.

"Semboyan Bhineka Tunggal Ika harus terus disebarluaskan sehingga menjadi perekat dari keanekaragaman yang bangsa Indonesia miliki. Jangan pernah memandang perbedaan suku dan agama, sebab setiap individu pasti memiliki perbedaan, maka dari itu tanamkanlah semboyan Bhineka Tunggal Ika dalam hati kita semua," ungkap Ceko.

Seminar yang berlangsung selama 6 (enam) hari ini  di ikuti sebanyak 200 orang peserta yang dibagi menjadi 6 (enam) angkatan yang terdiri dari Kepala Lingkungan dan Tokoh Masyarakat di Kota Medan serta mengundang narasumber yang berasal dari KPU Kota Medan, Kodim 0201/BS dan Fisip USU. (HS|TAp)
  BeritaTerkait
  • Erry: Jaga Pancasila, Hindari Perpecahan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir HT Erry Nuradi MSi mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Sumatera Utara (Sumut) untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai mom

  • Wapres Buka Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016

    4 tahun lalu

    Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, perbedaan suku, adat istiadat dan agama justeru membuat Indonesia kuat. Perbedaan tersebut juga merupakan kekayaan khazanah bangsa yang tidak dimiliki bangsa lain.

  • Suara Mahasiswa Kristen Indonesia Untuk Perdamaian: Hati-hati Bahaya Laten Intoleransi

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Rabu 7 Desember 2016, merilis pernyataan menyikapi berbagai dinamika di Tanah Air. Berikut isi pernyataan sikap ya

  • Sambutan Ketua Umum GMKI dalam Perayaan Natal Nasional GMKI di Samarinda

    3 tahun lalu

    Salam sejahtera bagi kita semua, Bapak-Ibu dan Saudara-saudari yang kami hormati, kelahiran Yesus di dunia tidak hanya menjadi milik umat Kristen saja, melainkan merupakan milik peradaban manus

  • Menyambut Seminar Ekklesiologi HKBP - Komisi Teologi HKBP Menuju Sebuah Gereja Pendeta?

    3 tahun lalu

    Tulisan ini ditujukan kepada Komisi Teologi HKBP yang sedang menggelar Seminar Ekklesiologi HKBP di tiga kota sesuai dengan informasi Ephorus HKBP Pdt.Dr.Darwin Lmbantobing pada  kata sambutan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb