• Home
  • News
  • Khawatir Ditangkap Polisi, "BB" Pelaku Penganiaya Diduga 'Rekayasa' Rawat Rumahsakit
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 19 April 2017 11:04:00

Khawatir Ditangkap Polisi, "BB" Pelaku Penganiaya Diduga 'Rekayasa' Rawat Rumahsakit

BAGIKAN:
ist|PelitaBatak
Korban penganiayaan Mhd Idris menunjukkan bukti laporan ke Polisi, yang melaporkan seorang pria turunan bernama Budy Beh, warga Jalan Puri, terduga pelaku penganiayaan.
Medan (Pelita Batak) :
Sejumlah warga disekitar Jalan Puri terkejut, begitu melihat dan membaca media cetak terbitan Kota Medan. Pasalnya, seorang pelaku penganiayaan yang juga pemilik panglong terlihat terbaring dirawat disalah satu rumah sakit, pada Senin (17/4) pagi.
 
Warga Jalan Puri yang ditemui di sekitar lokasi kejadian penganiayaan itu malah bertanya-tanya, kenapa pula si-BB itu masuk rumah sakit. "Yang pukul siapa, yang kena pukul siapa, malah yang memukul masuk rumah sakit, aneh-aneh," ujar seorang warga sekitar, yang mengaku bernama Ucok.
 
Untuk diketahui sebelumnya, Mhd Idris warga Jalan Jermal IV Medan menjadi korban pemukulan/penganiayaan yang dilakukan pemilik panglong berinisial "BB" (usia 46 tahun) warga Jalan Puri Medan. Akibat penganiayaan itu, korban (Idris) mengalami cedera dengan mulut pecah-pecah mengeluarkan darah segar. 
 
Penganiayaan dilakukan "BB" warga turunan Tionghoa "BB" terjadi di depan usahanya (toko panglong), sesuai menganiaya korbannya, pelaku "BB" langsung pergi masuk kedalam tokonya dan tidak berapa lama, seorang oknum datang kelokasi kejadian. Namun, keanehan terjadi, di salah satu media terbitan Medan, kalau pria "BB" malah dirawat di rumah sakit, ada apa ini..?.
 
Seorang saksi dilokasi kejadian, mengaku bernama Nurhayati (64), warga Jalan Puri Gang Subur, Medan kepada wartawan saat ditemui, Selasa (18/4) menyebutkan, kalau dirinya sudah memberikan keterangan kepada pihak Kepolisian Polsek Medan Area, prihal kasus penganiayaan yang dialami korban Mhd Idris yang terjadi didepan toko pelaku penganiaya "BB".
 
Saat terjadi penganiayaan itu, Nurhayati mengaku sedang membakar sampah, dan melihat seorang pemuda yang tidak dikenalnya, dipukuli seorang pria Tionghoa ('BB). "Saya baru mengetahui nama korban penganiayaan M Idris, setelah berada di kantor Polisi," ujarnya, seraya menceritakan, kalau Idris (korban) dipukul disamping mobil di depan ruko "BB", hingga darah dari mulut keluar darah.
 
Setelah pemilik toko panglong itu menghajar korban, pelaku "BB" langsung melarikan diri kedalam toko, sementara korban yang terlihat sempoyongan dan dari mulutnya telah mengeluarkan darah, yang berusaha mengejar pelaku penganiayaan langsung oleh warga diberi pertolongan, agar permasalahan tidak berlanjut, keterangan ini sudah disampaikan kepada penyidik, pada Sabtu (15/4)," ungkap Ibu Nur.
 
"Saya tidak kenal siapa yang dipukul, jelasnya korban dipukul berulang-ulang oleh pelaku "BB". Kemudian warga yang melihat berusaha menahan korban agar tidak membalas. Sedangkan, pria Tionghoa "BB,  sehabis memukul korban, malah berupaya memancing mancing emosi korban dari dalam rumahnya," tutur Nurhayati, seraya keheranan setelah membaca berita di salah satu media, kondisi pelaku penganiayaan malah mengalami memar memar dan giginya patah, inikan tidak mungkin. "Si BB itu saja pelaku penganiayaan, kenapa bisa di rawat di rumah sakit.?
 
Ibu rumahtangga ini berharap, pihak Kepolisian dalam hal ini Polrestabes Medan seharusnya bisa menegakkan hukum secara profesional. "Jangan pelaku penganiayaan diduga malah merekayasa kasus penganiayaan yang dilakukannya sendiri," sebutnya.
 
"Kami warga disini tidak senang rekayasa yang dilakukan "BB" pemilik panglong itu, yang benar sajalah, pelaku penganiayaan malah dirawat di rumah sakit, bukan yang menjadi korban penganiayaan," ungkapnya.
 
Secara terpisah, Kapolsek Medan Area Kompol M Arifin, yang dikonfirmasi wartawan prihal kasus penganiayaan itu, menyebutkan pihaknya sedang menunggu hasil visum Mhd Idris sebagai korban penganiayaan dari rumah sakit. 
 
Sekedar untuk diketahui, seorang pria turunan Tionghoa pemilik toko panglong di Jalan Puri, bernama Budy Beh (46) warga Jalan Puri Medan, dikabarkan dirawat di rumah sakit karena mengalami luka akibat dianiaya pelaku. Padahal, Budy Beh dilaporkan korban penganiayaan Mhd Idris ke Polisi. (TAp)
 
 
  BeritaTerkait
  • Pilkada Taput Ternodai Aksi Intimidasi

    3 tahun lalu

    Laporan Jeje TobingDalam seminggu terakhir relawan dan pendukung Jtp Frends (sebutan untuk Pasangan Calon Nomor Dua, dalam Pilkada Taput: DR. Jonius Taripar P. Hutabarat S. Si: M Si dengan Frengki P S

  • Tewas! Polisi Tembak Pelaku Begal di Medan

    5 tahun lalu

    Dari pelaku, petugas mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Yamaha Mio tanpa plat (baru) hasil kejahatan, 1 unit sepeda motor yang digunakan sebagai melakukan kejahatan dan lainnya.

  • Pengungsi Sinabung Ricuh, Satu Orang Tewas

    5 tahun lalu

    Diduga ditenggarai program relokasi pengungsi erupsi Gunung Sinabung di Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo memunculkan kericuhan yang berujung tewasnya seorang warga, Jumat (29/7/2016).

  • Orang Ini yang Bunuh Bayi Tak Berdosa Itu

    5 tahun lalu

    "Pelaku kita amankan di salah satu rumah warga di kawasan Tanjung Mulia,"

  • Home Industri Sabu Dikendalikan Napi yang Dihukum Seumur Hidup

    5 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut membongkar praktik pembuatan sabu di Medan. Empat orang ditangkap karena terlibat dalam home industri barang haram tersebut.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb