• Home
  • News
  • Ketua dan Wakil Ketua Komisi C ke Jakarta, Sutrisno: Apa Mau Kejar Setoran?
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 04 Agustus 2016 19:08:00

Ketua dan Wakil Ketua Komisi C ke Jakarta, Sutrisno: Apa Mau Kejar Setoran?

BAGIKAN:
Sutrisno Pangaribuan
Medan (Pelita Batak)
Ada sesuatu hal yang membuat sejumlah anggota DPRD Sumut gerah dan bertanya-tanya. Pasalnya setelah lama tak juga memperoleh kata sepakat tentang pajak Air Permukaan Umum (APU) antara PT Inalum, kabarnya kemarin (2/8/2016), telah dilaksanakan sidang atau mediasi membahas dengan Dinas Pendapatan Pemprov Sumut di Jakarta.
 
Mencurigakan, sekretaris dan para anggota Komisi C DPRD Sumut tidak semuanya dilibatkan atau difasilitasi untuk menghadiri sidang tersebut. Malahan yang dikirim oleh pimpinan DPRD Sumut hanya Ketua dan Wakil Ketua Komisi C, yakni Zeira Salim Ritonga, SE dan Hanafiah Harahap. Pentolan Komisi C, yang selama ini dikenal vokal oleh publik, yakni Sutrisno Pangaribuan justru tidak mengetahui bahwa Komisi C diundang ke rapat tersebut.
 
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sesuai surat undangan No 973/2076/Penda/2016 perihal Pengadilan Pajak APU PT Inalum yang ditujukan kepada DPRD Sumut tanggal 26 Juli, tidak dirapatkan lebih dulu dalam rapat komisi yang membidangi Keuangan di lembaga perwakilan rakyat Sumut itu. Pelaksana Ketua DPRD Sumut, HT Milwan mengirim nota dinas yang meminta Ketua Komisi C, Zeira Salim Ritonga, SE berangkat menghadiri undangan Dinas Pendapatan Sumut ke Jakarta guna mengikuti sidang APU antara PT Inalum dengan Dinas Pendapatan Sumut.
 
“Ini ada apa? Kenapa saya sebagai Sekretaris tidak dilibatkan dalam pembahasan tersebut. Harusnya, pembahasan ini terlebih dahulu melalui rapat internal komisi, siapa-siapa yang diundang dan apa yang dibahas. Kenyataannya itu tidak dilakukan sama sekali,” kesal Sutrisno Pangaribuan kepada media, di Gedung DPRD Sumut, Rabu (3/8).
 
Politikus PDI Perjuangan itu mengaku sangat terkejut, terlebih dirinya mengaku baru mengetahui keberangkatan pimpinan komisi tersebut pada hari ini Selasa (3/8/2016). “Yang berangkat itu, dari SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas-red) yang didapat, ternyata hanya Ketua, Saudara Zeira Salim Ritonga bersama Wakil Ketua, Hanafiah Harahap. Mereka sama sekali tidak melakukan koordinasi maupun komunikasi dengan kami, para anggota komisi. Malah saya baru tahu kepergian keduanya melalui staf,” jelasnya, dengan menambahkan, Ketua dan Wakil Ketua tersebut berangkat ke Jakarta pada hari Senin (1/8).
 
Disinggung tentang motif kepergian kedua pimpinan komisi itu, Sutrisno mengaku tidak tahu persis. “Apa mau kejar setoran, mungkin,” tukasnya.
 
Sutrisno mengaku tidak dapat memahami apa  yang sesungguhnya motivasi kedua oknum pimpinan komisi itu. “Kita tidak tahu apa mereka punya agenda tersembunyi,” duganya.
 
Sebagai Sekretaris komisi, sambungnya lagi, seharusnya dirinya dilibatkan, mengingat surat yang dilayangkan Dispenda Sumut yang diteken Dr H Sarmadan Hasibuan SH, MM ditujukan untuk Komisi yang membidangi masalah Keuangan di DPRD Sumut. “Ini berarti melibatkan Sekretaris dan juga para anggota dimana isi surat itu meminta kehadiran anggota DPRD Sumut cq Komisi C pada sidang yang mempersoalkan perbedaan hitungan pendapat terhadap besaran Pajak APU PT Inalum”, tukasnya.
 
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi C HM Hanafiah menyebutkan, mekanisme kepergian dirinya bersama Ketua Komisi  ke Jakarta tidak harus melalui rapat komisi. “Kalau Sutrisno ngomong seperti itu, terserah saja, karena itu berkaitan dengan SPPD,” kilah politisi Partai Golkar itu melalui sambungan seluler dari Jakarta, Rabu (3/8).
 
Menyinggung soal hasil sidang, katanya, nanti akan disampaikan di Medan. (TAp)
  BeritaTerkait
  • Djarot dan Barita Layak Membantu Jokowi Periode II

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Berdasarkan real count situng KPU, sudah dapat dipastikan bahwa Paslon 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan memenangi Pilpres 2019. Tentu ini sebagai kemenangan seluruh rakyat

  • OTT, KPK Bawa Wali Kota Medan Dzulmi Eldin ke Jakarta

    9 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Medan. Pejabat yang kena OTT adalah Wali Kota Medan Dzulmi Eldin."Kepala daerah dibawa pagi ini

  • Wali Kota Medan dan Kepala Dinas TRTB Diadukan ke Ombudsman

    4 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan Samporno Pohan dilaporkan ke Ombudsman RI karena diduga telah melakukan tind

  • Pembumian Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika serta Penguatan NKRI dan UUD 1945

    3 tahun lalu

    Indonesia Raya selalu berdiri kuat dan semakin bergerak kokoh dari dahulu, kini, dan seterusnya karena memiliki ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945, yang mengakui, melindungi, memfasilit

  • Pengembangan Kepulauan Nias Dan Pembangunan Kawasan Strategis di Indonesia

    2 tahun lalu

    Oleh : Firman Jaya Daeli Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan Indonesia Raya dengan ideologi Pancasila, yang dapat diletakkan dan dipetakan dalam beberapa pertimbangan. Indonesia R

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb