• Home
  • News
  • Ketua Kespekri Harapkan Tokoh Agama Jadi Panutan Penerapan Prokes
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 25 November 2020 11:12:00

Ketua Kespekri Harapkan Tokoh Agama Jadi Panutan Penerapan Prokes

Jangan Sia Siakan Usaha Pemerintah dan TNI-Polri
BAGIKAN:
IST|Pelita Batak
Drs Maju Manalu
Medan (Pelita Batak):
Ketua Kesatuan Pekerja Kristen Indonesia(Kespekri) Kota Medan  berharap tokoh masyarakat dan tokoh agama seharusnya menjadi panutan dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Hal tersebut dikemukakan Maju Manalu kepada wartawan, Rabu (25/11/2020) di Medan, terkait masih adanya rencana  pertemuan pertemuan yang akan dilakukan tokoh agama di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Dikatakan, pemerintah dan instansi terkait seperti TNI-Polri sudah berjuang keras dalam menangani dan mencegah penyebaran virus Covid-19 dan berharap Covid -19 akan segera berakhir pada tahun 2021 mendatang setelah adanya vaksin.

Namun, sebut politisi Partai Demokrat tersebut, masih ada oknum tokoh masyarakat dan tokoh agama yang akan melakukan kegiatan atau pertmuan besar di masa pandemi Covid-19.

Ketua Kespekri pun berterimakasih kepada sidang majelis GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) yang menunda pelaksanaan Sinode Am Kerja Tahun 2020 dan pelaksanaannya dirubah menjadi tahun 2021 mendatang.

"Seharusnya pimpinan gereja yang lain harus mengikuti atau meniru sidang majelis GKPI yang menunda pelaksanaan Sinode Am tahun 2020 dan  mengutamakan keselamatan bagai umatnya dan orang lain. Kita salut dengan GKPI", ujar Maju Manalu, editor salah satu harian terkemuka di Sumatera Utara itu,  tanpa menyebut lembaga  gereja mana yang akan melaksanakan kegiatan  besar di tahun 2020 ini.

Ditambahkan, para tokoh agama dan tokoh masyarakat adalah ujung tombak dan panutan dalam berbagai kegiatan, sehingga menjadi contoh bagi masyarakat banyak.

Kedisplinan menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 sesuai anjuran pemerintah, menjadi salah satu  usah memutus mata ranti penyebaran virus Covid-19.

"Jangan sampai usaha yang telah diperbuat pemerintah, TNI-Polri selama hampir setahun ini sia-sia dengan adanya kluster baru akibat dari pertemuan yang menghadirkan banyak orang.Tokoh masyarakat dan tokoh agama harus berkolaborasi dengan pemerintah  untuk menghentikan klaster baru Covid-19", tutup Maju Manalu.**
  BeritaTerkait
  • Ribuan Warga Ramaikan Apel Nusantara di Medan

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi menyebutkan arus globalisasi yang diwarnai dengan pergunaan internet dan media sosial (medsos) turut menyumbangkan kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan dan kearifan lokal

  • KRA Johnny Sitohang : Hasan Ujung Tokoh Panutan Kita yang Berbuat Banyak untuk Kabupaten Dairi

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Bupati Kabupaten Dairi KRA Johnny Sitohang menmegaskan Hasan Ujung adalah abang saya yang banyak memberikanm saya makna hidup. Belia adalah tokoh panutan dan tokoh masyarakat Dair

  • RE Nainggolan Harapkan Teknologi Tidak Merusak Kebhinnekaan

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Alvin Tofler menyebutkan dengan kemajuan teknologi dunia menjadi tidak ada batas. Menjadi tantangan belakangan ini, di satu sisi teknologi khususnya yang berbasis jaringan intern

  • Target 80 Persen Kemenangan Jokowi-Ma, N4J Batubara Rapatkan Barisan

    2 tahun lalu

    Simpang Dolok (Pelita Batak):Perolehan suara pasangan Jokowi-Jusuf Kalla pada pilpres 2014 di Batubara hanya 53 persen, untuk itu di Pilpres 2019, harus mencapai 80 persen. Demikian tekad Dewan Pengur

  • 396 Tahun, Gubernur Harapkan Tanjungbalai Sumbang Wisatawan

    4 tahun lalu

    Tanjungbalai (Pelita Batak) : Target kunjungan satu juta wisatawan asing ke Sumatera Utara pada tahun 2017 yang dicanangkan pemerintah pusat menjadi tantangan bersama yang harus dicapai. Salah satu daerah yang diharapkan turut menyumbangkan wisatawan asi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb