• Home
  • News
  • Ketua DPW KMDT Prihatin Musibah Banjir Parapat, Minta Instansi Terkait Bertanggungjawab
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 14 Mei 2021 15:05:00

Ketua DPW KMDT Prihatin Musibah Banjir Parapat, Minta Instansi Terkait Bertanggungjawab

BAGIKAN:
Ist|pelitabatak
Ketua DPW KMDT Sumut Enni Martalena Pasaribu, SH,MKn,CRA

Medan (Pelita Batak):

Bencana banjir bandang di kawasan wisata Kota Parapat, Simalungun menjadi perhatian banyak pihak. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Sumut Enni Martalena Pasaribu, SH,MKn,CRA mengangkat bicara dan menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut.

Bencana alam di kawasan Danau Toba menurutnya harus diminimalisir, dengan meningkatkan upaya pelestarian lingkungan. "KMDT prihatin atas musibah banjir Parapat, semoga tidak terulang kembali karena kita khawatir akan menimbulkan kerugian lebih besar bahkan menimbulkan korban jiwa," ujar Enni kepada media, Jumat (14/5/2021) di Medan.

Dengan memperhatikan informasi tentang musibah banjir tersebut, kata Enni, sangat patut dipertanyakan bagaimana kondisi lingkungan hutan di kawasan Danau Toba saat ini. "Kita minta pertanggungjawaban dari instansi terkait, mengapa terkesan gagal mengawasi dan menjaga kelestarian hutan kawasan danau Toba," ujarnya.

Enni menyebutkan, dengan peristiwa tersebut kuat dugaan telah terjadi kerusakan yang sangat mempengaruji kualitas lingkungan hutan. Sehingga tidak lagi mampu menopang ekosistem yang ada. "Pemerintah harusnya tegas dengan pengawasan pengelolaan kawasan danau Toba. Bagaimana AMDAL pemanfaatan lahan di kawasan tersebut,  mengingat kawasan danau Toba menjadi perhatian pemerintah setelah ditetapkan sebagai anggota Taman Bumi Dunia atau Global geopark Unesco," ujar perempuan pengiat anti korupsi ini.

Bahkan, menurutnya jika pemerintah tidak segera melakukan upaya perbaikan dan peningkatan kawasan hutan di sekitar danau Toba, KMDT akan melakukan gugatan class action sebagai langkah hukum karena sudah jelas diatur dalam UUD 1945 pasal 33.

"Kita khawatir tidak ada keseriusan daerah dalam mendukung program pemerintah yang menjadikan kawasan danau Toba sebagai salah satu kawasan super prioritas pembangunan kawasan wisata. Bagaimana itu AMDAL pembangunan-pembangunan kawasan resort yang dibangun di kawasan hutan, harus segera diperiksa," katanya.

Selain itu, kepada masyarakat se kawasan Danau Toba juga diharapkan untuk turut aktif menjaga kelestarian lingkungannya. Sebagai tempat tinggal dan mencari nafkah, warga harusnya turut mendukung pelestarian lingkungan. "Itu adalah rumah kita, bagaimana kita supaya nyaman, mari sama-sama menjaga," ujarnya.

Dikatakannya juga, KMDT terus berupaya dan turut dalam upaya pelestarian lingkungan danau Toba. Dengan melakukan penanaman pohon dan perhatian untuk perairan danau. 

Kembali ditegaskannya, bahwa KMDT akan melawan gerakan dan oknum yang merusak ekosistem danau Toba  baik itu berupa penebangan Kayu secara liar,  Pencurian Batu dari atas perbukitan Danau Toba, Galian C yang tidak punya ijin dan sebagainya yang merusak Lingkungan Danau Toba. "Malam ini, KMDT akan mengadakan rapat virtual untuk membahas langkah selanjutnya," ujarnya. (*)

  BeritaTerkait
  • Pascabanjir Parapat, DPW KMDT Bahas Kerusakan Lingkungan dengan DLH Provinsi Sumut

    3 minggu lalu

    Medan (Pelita Batak):Banjir bandang yang terjadi pada Rabu, 13 Mei 2021 lalu di Sibaganding Kota Parapat, Simalungun diduga kuat akibat kerusakan lingkungan sekitar. Mendiskusikan kondisi lingkungan k

  • Bentuk Tim Investigasi Banjir Parapat, DPW Komite Masyarakat Danau Toba Sampaikan ke DPRD

    2 minggu lalu

    Medan (Pelita Batak):Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Provinsi Sumatera Utara Enni Martalena Pasaribu,SH,MKn,.CRA bersama pengurus lainnya diterima Ketua DPRD Sum

  • Komisi A DPRD Sumut Gelar RDP Bersama Bupati Tobasa, Direksi BODT, Dishut Provsu Bersama Masyarakat Adat Marga Butarbutar Sigapiton

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait sengketa lahan seluas 500 hektar antara masyarakat adat Desa Sigapiton, Sibisa dan Motung sekitarnya dengan Badan Pelaksana Otorita Par

  • FPTDT Menyerahkan Bantuan Ringbouy Kepada Pemilik Kapal Kayu di Danau Toba

    3 tahun lalu

    Parapat (Pelita Batak):  FPTDT (Forum Peduli Tragedi Danau Toba) menyerahkan bantuan ringbouy (pelampung keselamatan) kepada pemilik Kapal Kayu di Pelabuhan Parapat pada Sabtu 15 September 2018.P

  • Gubernur Sumut Pantau Danau Toba Lewat Udara

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Tengku Erry Nuradi memantau lahan dan hutan di kawasan Danau Toba menggunakan helikopterjenis AW139 buatan Italia tahun 2016 guna mengetah

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb