• Home
  • News
  • Keterbatasan Ekonomi, Balita di Labusel Derita Sakit Manahun
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 29 November 2019 17:20:00

Keterbatasan Ekonomi, Balita di Labusel Derita Sakit Manahun

BAGIKAN:
RAHMAT PURBA|pelitabatak
Al anak penderita sakit menahun
Cikampak, Labusel (Pelita Batak):
Karena keterbatasan ekonomi orang tua, Al- Bukhari alias Al, bocah berusia 2,3 tahun anak pasangan dari Rahmad dan Elvira yang beralamat di jalan Karo kecamatan cikampak kabupaten Labusel harus kuat menahankan rasa sakit yang di deritanya.

Terlahir sejak 30 Agustus 2017, al-Bukhari mengidap penyakit pada pernafasanya, Al harus bernafas menggunakan mulutnya hingga usianya kini menginjak 2,3 tahun. Ketika usia dibawah satu tahun Al pernah di bawa berobat oleh orang tuanya ke salah satu klinik di labusel, dari keterangan sang dokter dinyatakan Al tidak kenapa-napa, namun lambat laun perubahan atas kesehatan boca tersebut terlihat.

"Pada usia dibawah setahun pernah saya bawa berobat ke dokter, kata dokter gak ada apa-apa.tapi kelamaan saya lihat ada yang aneh, anak saya bernafas hanya menggunakan mulut," ucap Rahmad (orang tua Al).

Ketika ditanya kenapa tidak dibawa lagi berobat Rahmad menjelaskan "gimana mau berobat bang, buat makan sehari hari saja susah,saya hanya bekerja sebagai buruh pangkas," tuturnya.

Menanggapi keluhan keluarga tersebut, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Labuhanbatu melalui Tim Reaksi Cepatnya yang di pimpin Rahmad yazis purba berharap kepada pihak Pemkab Labusel segera memberikan perhatiannya kepada balita dimaksud.

"Atas nama Lembaga Perlindungan Anak saya berharap kepada pemkab Labusel, baik itu Dinsos, Dinkes dan P3A untuk memberikan perhatian dan bantuanya kepada keluarga ini, berikanlah hak anak kepada Al sesuai dengan yang semestinya.

Sementara Indra Kabid Linjamsos pada dinas sosial labuhanbatu selatan kepada Tim menjelaskan siap bersinergi dan membantu menyelesaikan permasalahan keluarga tersebut.

"Siap bang, kita siap membantu LPA untuk menyelesaikan permasalahan anak yang ada di labusel, kami juga ucapkan terima kasih atas kinerja LPA, dengan demikian kami terbantu untuk memantau kondisi masyarakat labusel," kata Indra.(Rahmat Purba)
  BeritaTerkait
  • Balita Diduga Menderita Gizi Buruk Ditemukan Di Tapsel

    11 bulan lalu

    Tapsel (Pelita Batak) : Salsabillah Harahap (2,5 tahun), bocah yang diduga mengidap penyakit Gizi Buruk, warga Desa Garonggang, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utar

  • Kembangkan Inovasi 'Unit Reaksi Cepat Anti Kekerasan Anak dan Perempuan'

    3 tahun lalu

    Batu Bara (Pelita Batak) : Untuk ke tiga kalinya Bupati Batu Bara H OK Arya Zulkarnain SH MM meraih penghargaan Kepala Daerah Innovatif dari Koran Sindo tahun 2016 di Bandung, Jawa Barat. Sebelum nya Bupati Batu Bara meraih penghargaan Kepala Daerah Inov

  • Anaknya Sakit Menahun, Keluarga Siringoringo dari Tarabintang Butuh Bantuan

    3 tahun lalu

    Tarabintang, Humbanghasundutan (Pelita Batak): Akibat terbeban biaya yang besar untuk berobat, Jawaris Siringorongo dan istrinya Tiodor Tumanggor terpaksa harus pasrah membiarkan penyakit yang di deri

  • 5 Warga Padangsidimpuan Tabrakan di Labusel, 2 Meninggal Dunia dan 3 Luka Luka

    2 tahun lalu

    Padangsidimpuan ( Pelita Batak) : Tabrakan maut terjadi di Jalinsum Dusun Sri Pinang, Desa Perkebunan Perlabian, Kecamatan Kampung Rakyat, Labuhan Batu Selatan tepatnya KM 321-322, Senin 11 Septe

  • Pemko Padangsidimpuan Fasilitasi Balita Gizi Buruk Dirujuk Ke RS Haji Medan

    2 bulan lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) :Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) merujuk balita penderita gizi buruk, Hanif Saputra (2) ke Rumah Sakit Haji Medan dengan menggunakan ambulance RSUD didampingi orangtuanya

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb